Jumat, 26 Desember 2014

Apakah Aku Sudah Berperan Aktif Dalam Masyarakat?

Petrus, seorang Nelayan dari Danau Galilea, Palestina tidak jemu mengingatkan kepada siapa saja yang telah menerima kasih karunia dari Tuhan untuk meninggalkan hawa nafsu dunia supaya pada akhir hidupnya tetap memperoleh karunia ilahi. Kita yang hidup pada abad ke 21 selalu diingatkan oleh perusahaan pasta gigi terkenal melalui tv pada siaran niaga supaya tetap menggunakan pasta gigi Pepsodent, padahal sejak kecil orang tua melatih anak-anak menggunakan pasta gigi ini. Orang tua harus mengingatkan dari sejak dini kepada anak-anak berperan aktif menjaga kesehatan gigi supaya sampai usia tua tetap memiliki gigi indah dan sehat. Rasa bahagia sejati datangnya dari Tuhan, yang setiap hari memberimu jiwa yang suka cita, jika engkau sedikit demi sedikit mau belajar meninggalkan yang tidak perlu engkau bawa dalam hidupmu.

Orang Kristen juga perlu selalu diingatkan melalui mimbar mingguan di gereja atau kebaktian keluarga. Apa yang salah dari sejak kecil hidup dalam lingkungan keluarga yang telah menerima Kristus, tetapi kegiatan dunia setiap hari membuat orang menjadi letih rohani sehingga perlu diingatkan lagi. Begitu roh mengalami keletihan, maka pada saat yang tepat diingatkan kembali sehingga roh tetap bersemangat menyala-nyala. Apakah cukup hidup kekristenan hanya sekedar telah menyatakan percaya kepada Kristus? Selesai dibaptis, ah yang penting aku sudah beriman kepada Kristus, setiap minggu ke gereja, dan memberi persembahan. Menyatakan iman kepada Kristus memang penting, bahkan yang paling utama dalam hidup orang percaya, sebab iman kepada Kristus adalah fondasi utama, maka tidak seorang pun dapat meletakkan fondasi lain dari pada fondasi yang telah diletakkan, yakni Yesus Kristus. Seperti seorang membangun satu rumah, maka rumah ini harus mempunyai fondasi yang kokoh di atas tanah yang keras supaya rumah ini tidak dapat bergeser apabila ada ada taufan atau gempa bumi. Fondasi rohanimu adalah Kristus. Di atas fondasi ini, engkau tambahkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, dan kasih. Engkau harus menjadi orang Kristen yang berperan aktif dalam masyarakat, bukan menjadi orang Kristen yang bersikap tertutup yang hanya mementingkan diri sendiri.

Tenderloin beefsteak. Habiskan, jangan sok alim.
Kebajikan adalah presentasi kehadiranmu terhadap orang lain melalui penuaian dari perbuatan baik yang pernah engkau berikan kepada orang lain. Perbuatan yang berguna bagi orang lain selalu menyenangkan hati Tuhan sebab tanpa kebajikan yang engkau berikan kepada orang lain, maka sejatinya imanmu itu mati. Perhatikan dengan seksama satu cerita tentang Orang Samaria Yang Baik. Cerita ini adalah contoh nyata dari Tuhan bagaimana seharusnya orang Kristen mengimplementasikan iman dalam kehidupan nyata. Orang Kristen memberikan bantuan yang nyata dibutuhkan pada saat terjadi bencana alam. Orang lapar pada saat bencana alam terjadi membutuhkan beras untuk mengenyangkan perut, sebaliknya perkataan Tuhan adalah makanan kehidupan yang mengenyangkan jiwa pada saat hati sedang teduh, maka berikanlah roti atau firman Allah pada saat yang tepat sehingga orang merasakan kebutuhan mereka terpenuhi. Engkau sering berbuat kebaikan kepada orang lain, maka kebajikan akan mengikutimu.

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui oleh seseorang. Ada pengetahuan yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus. Di dunia ini ada banyak pengetahuan yang dapat dipelajari dari rajin membaca buku-buku di perpustakaan dan website di internet atau belajar langsung hal-hal praktis dari kehidupan nyata. Ada pengetahuan dunia nyata, sebaliknya juga ada pengetahuan rahasia yang biasa disebut mistik.. Namun, pengetahuan yang dimaksudkan dalam konteks di sini adalah pengetahuan yang berkaitan dengan firman Allah. Seberapa jauh pengetahuan yang engkau miliki tentang firman Allah. Mintalah kepada Tuhan pengetahuan yang membuat hidupmu semakin berhikmat. Takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, sebaliknya orang bebal menghina hikmat dan didikan. Perhatikan hikmat dan nasehat dari orang bijak supaya hidupmu semakin lurus dan tak bercela. Banyak orang bebal hidup semakin tersesat, sebab tidak mempunyai pengetahuan yang benar dan mengeraskan hati ketika dinasehati. Untuk mendapatkan pengetahuan yang benar datangnya hanya dari Tuhan. Tuhan, Dia adalah kebenaran. Kecuali orang buta secara fisik, pengetahuan didapatkan dari membaca buku sebanyak-banyaknya, maka selali engkau masih mempunyai kondisi fisik prima, bacalah Alkitab, buku pengetahuan dari Tuhan. 

Kata orang, ya memang kata orang, sebab aku sendiri belum pernah bepergian sampai ke Manado, bahwa di sana biasa bapak pendeta minum bir. Di Manado, orang minum bir pada acara pesta keluarga sudah biasa seperti orang Jawa minum air teh. Bir adalah satu jenis minuman terbuat dari fermentasi malt yang ada di dalam tanaman gandum. Fermentasi malt menghasilkan alkohol sebesar 7 persen volume per liter, maka minuman seperti ini dapat membuat mabuk bagi yang minum terlampau banyak melampaui takaran. Saudaraku laki orang Manado, pensiunan anggota mariner kemudian menjadi anggota majelis gereja untuk orang Minahasa, kalau ada pesta keluarga dia ikut minum bir. Tidak banyak, hanya satu kaleng. Katanya kepadaku, bahwa yang penting adalah tidak berlebihan, sebab segala sesuatu yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Untuk berbuat sesuatu yang tidak berlebihan, maka diperlukan penguasaan diri yang terlatih supaya tidak menimbulkan ekses negative baik bagi diri sendiri, maupun terhadap orang lain. Siapa saja minum bir melampaui takaran sehingga sehingga mabuk, maka orang ini pantas disebut tidak mampu menguasai diri dirinya. Siapa saja makan gulai kambing atau otak sapi [yang kaya dengan kolestrol] melampaui takaran sehingga kemudian hari mengidap penyakit jantung, maka orang ini pantas disebut tidak mampu menguasai dirinya. Siapa saja melakukan hubungan seks secara bebas di luar hubungan pernikahan yang sah, maka orang ini pantas disebut tidak mampu menguasai dirinya. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota [Proverb xvi:32].  

Tekun artinya adalah fokus terhadap satu kegiatan, misalnya berdoa. Hana tekun berdoa kepada Tuhan menyampaikan permohonannya dengan kesungguhan hati supaya dari rahimnya dapat melahirkan seorang anak laki yang akan dipersembahkan kepada Tuhan. Tuhan mengabulkan permohonannya, maka lahirlah bayi dari rahimnya dan diberi nama Samuel. Daniel setiap hari, tiga kali dalam sehari tekun berdoa pada masa bangsa Israel dalam pembuangan di Babel. Berdoa pun ada doa yang difokuskan, misalnya untuk keselamatan suatu bangsa, persatuan umat Tuhan di satu tempat, kesembuhan dari satu penyakit, dan seterusnya. Begitu juga dalam berpuasa, ada sesuatu yang difokuskan, misalnya Musa tekun berpuasa selama satu bulan sebelum menghadap panggilan Tuhan di Gunung Horeb untuk menerima Sepuluh Perintah Tuhan. Ratu Ester tekun berpuasa selama tiga hari memohon kepada Tuhan untuk keselamatan bangsa Israel. Yohanes Pembaptis bertekun menyediakan jalan Tuhan bagi orang yang mau bertobat. Dalam bidang apa saja membutuhkan ketekunan untuk mencapai kesuksesan. Misalnya, Isaac Newton menekuni hukum mekanika benda bergerak dalam hubungan gaya dan arah gaya, Galileo Galilei menekuni kecepatan benda jatuh dari satu ketinggian, Max Planc menekuni bilangan kuantum, Albert Einstein menekuni teori relativitas, Ludwig von Beethoven menekuni musik, dan seterusnya. Einstein berkata, bahwa dirinya itu bukan orang pandai melainkan hanya tekun terhadap keinginantahunya saja. Sebab engkau masih hidup di dunia fana, maka apa pun yang engkau tekuni dalam bidang sekuler, jangan sampai mengabaikan untuk menekuni yang seharusnya engkau tekuni, yakni berdoa, berpuasa, membaca Alkitab, dan berpuasa. Ketekunan yang engkau lakukan seharusnya untuk memuliakan Tuhan.  

Kesalehan artinya ketaatan dalam menjalankan perintah Tuhan. Seperti apa taat menjalankan perintah Tuhan? Prilaku taat terhadap perintah Tuhan adalah tidak melakukan segala sesuatu yang dilarang oleh Tuhan. Menjaga kekudusan hidup atau hidup saleh adalah baik, bahkan penting setelah seseorang menyatakan imannya kepada Tuhan. Namun, kesalehan itu hendaknya ada dari sikap hati yang tulus, bukan karena penampilan semata supaya mendapat pujian dari masyarakat. Pengkhotbah berkata, bahwa engkau jangan terlalu saleh. Orang yang terlalu saleh sama dengan orang sudah mati di alam baka, padahal dirinya masih hidup di alam fana. Sebenarnya tidak ada orang yang hidup saleh dalam arti sesungguhnya, sebab tidak ada manusia yang sempurna. Nobody perfects! Ingatlah hukum aksi sama dengan reaksi. Semakin besar keinginanmu menjauhi dosa atau godaan dosa, maka semakin besar juga keinginan berbuat dosa. Stress sendiri engkau menghadapi masalah kesalehan ini. Jadi, harus bagaimana? Nikmatilah hidup yang diciptakan oleh Tuhan ini dengan rileks. Misalnya, ketika engkau menjalankan ibadah berpuasa, jauhilah godaan yang dapat membatalkan puasamu, bukan sebaliknya, yakni menyuruh orang yang sedang makan pindah ke tempat lain. Biasanya orang yang menganggap dirinya saleh, kalau diundang makan, makannya sedikit dan nyaris tak bersuara di meja makan. Kalau bicara, tutur katanya tidak banyak dan suaranya pelan, selain itu kalau berjalan kaki, dia seperti menghitung langkah demi langkah kakinya. Ada lagi, yakni untuk menambah wibawa, jenggotnya dibuat semakin lebat. Orang terlalu saleh biasanya juga terlalu mudah mengatakan ini haram,itu haram, tetapi babu perempuan montok sering dihalalkan. Tidak perlu menghakimi orang lain, apa sudah saleh hidupnya. Ingat, ya, kalau engkau memang sangat menyukai makan tenderloin steak dan ditraktir makan, jangan pura-pura kalem, jujur saja terhadap dirimu sendiri, dan habiskan sampai piring licin.  

Kasih atau cinta adalah engkau memberikan kebahagiaan kepada orang lain, mungkin tanpa engkau sendiri tidak terlibat dalam kebahagiaan orang lain yang menerima pengorbanan darimu. Kasih adalah tindakan yang mempunyai nilai tertinggi bagi orang percaya, sebab Tuhan mengampuni dosamu karena Dia mengasihimu. Tuhan memberi kesempatan kedua bagimu untuk menata hidupmu kembali, sebab Dia mengasihimu, maka engkau juga harus mengampuni orang yang bersalah kepadamu seperti Tuhan juga mengampuni kesalahanmu. Cerita tentang Madame Theresa dari Calcutta, India adalah contoh aktual pada jaman modern ini. Perempuan ini dari satu ordo Gereja Katholik Roma telah menolong ribuan orang tak berdaya di kota ini. Perempuan ini menolong siapa saja yeng memerlukan bantuan darinya tanpa dia bertanya agama apa atau dari kasta apa. Kasih adalah kebutuhan jiwa yang paling utama, tetapi pada saat ini justeru sulit menjumpai pengorbanan yang tulus. Jangan heran, memang hari demi hari manusia semakin jahat. Bayangkan saja, di Tangerang, Banten ada seorang anak perempuan bersama suaminya menuntut ibu kandungnya sendiri yang sudah tua renta ke Pengadilan Negeri dengan tuntutan 1 milyar IRD. Hakim yang memutuskan perkara ini masih mempunyai hati, maka tuntutan dibatalkan oleh hakim. Dengan kasih perkara seberat apa pun akan teratasi. Tuhan Maha Kasih, Dia memberi yang terbaik kepadamu sesuai menurut takaran kasih karunia-Nya.

Engkau masih ingat cerita tentang Yusuf, anak laki Yakub orang Israel? Yusuf mempunyai semua kriteria tersebut di atas yang telah membentuk kepribadiannya, maka sengan demikian tidak mengherankan dia dapat di terima oleh Portifar, seorang pejabat tinggi Kerajaan Mesir yang memberi kuasa kepada sebagai asisten pribadi. Tugas Yusuf adalah mengurus isi rumah orang Mesir ini. Status Yusuf di Mesir sebenarnya adalah budak belian milik Portifar setelah orang ini membeli Yusuf melalui pedagang budak bangsa Arab. Saudara-saudara laki Yusuf yang iri hati kepadanya telah menjualnya sebagai budak tanpa sepengetahuan Yakub. Tuhan memberkati Yusuf. Semua tugas yang diberikan oleh majikan diselesaikan dengan baik. Majikan menjadi sangat senang kepadanya, sebab Tuan Portifar juga ikut tertiban berkat dari Tuhan melalui budaknya ini. Walaupun Yusuf mendapat fitnah keji dari isteri pejabat Mesir ini, dia tetap diberkati oleh Tuhan sampai dia menjadi orang penting kedua di Mesir setelah kedudukan raja. Klimaks dari kisah Yusuf ini adalah dia tetap mengasihi saudara-saudaranya yang pernah berlaku kejam kepadanya. Ia memaafkan semua kesalahan saudara-saudara lakinya. 

Kisah ini pernah terjadi di Mesir kira-kira 3000 tahun sebelum Kristus. Tuhan mengajarkan kepada kita, bahwa hidup dengan kepribadian yang baik pasti akan memberikan kebaikan, bagi diri sendiri maupun kepada lingkungan masyarakat. Memiliki skill di tempat pekerjaan, itu adalah baik, tetapi kesuksesan di tempat pekerjaan lebih banyak ditentukan oleh kepribadian yang baik, bukan karena engkau mempunyai skill hebat seperti apa. Di sekeliling kehidupan sehari-hari, banyak dijumpai orang pintar memiliki gelar kesarjanaan yang meyakinkan, tetapi sayang sekali banyak di antara mereka bermental bobrok, mental korup, sebab tidak mempunyai kepribadian yang baik. Untuk berperan aktif dalam masyarakat dimulai dari pembinaan kepribadian yang baik sejak dini dari dalam keluarga. Seorang ayah seharusnya terlebih dahulu memberi teladan kepada isteri dan anak-anaknya.-


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar