Jumat, 14 Februari 2014

Silsilah Yesus Orang Nazaret

Tuhan memberi informasi silsilah bagi diri-Nya yang biasa disebut Yesus Kristus atau Yesus Orang Nazaret melalui Iniil Matius dan Lukas [baca : Matius i:1-17]. Hanya melalui kedua kitab ini saja kita mendapatkan informasi silsilah Yesus Kristus yang lengkap. Sampai kelahiran Yesus Orang Nazaret, maka kita dapat mengetahui bahwa jumlahnya adalah 42 generasi. Urutan informasi generasi ini sangat jelas, tidak ada yang disembunyikan oleh penulisnya. Biasanya orang atau kelompok yang menuliskan urutan generasi berasal dari kalangan keluarga ningrat atau dari keluarga yang secara tradisi menurunkan orang-orang sukses. Misalnya, keluarga Kerajaan Inggris Raya, Kerajaan Belanda, Kerajaan Spanyol, Kerajaan Denmark, Kerajaan Swedia, dan Kraton Yogjakarta. Beberapa keluarga yang secara tradisi sukses, seperti keluarga Kennedy [politisi], Bush [politisi], McArthur [militer], Koeswojo [musik], Soekarno [proklamator], Hatta [proklamator], Bakrie [pengusaha], Bayoemi [pengusaha], Douglas [movie star], Hemingway, [penulis], Toer [penulis], dan seterusnya. Jarang kita menjumpai orang-orang yang tidak sukses atau berprestasi biasa saja sampai rinci menuliskan urutan silsilah keluarga.

Roti tawar untuk sarapan.
Mengapa Matius menulis silsilah Yesus dengan urutan yang sangat terperinci? Jawabannya adalah kebanggaan. Secara tradisi penulis Injil Matius adalah Matius orang Yahudi, murid Yesus Kristus. Berita Injil yang disampaikan oleh Matius disamping rinci dengan detail, juga sangat kental dengan atmosfir Yahudi. Ia menghargai nilai luhur yang sangat dijunjung oleh bangsa Yahudi, yakni terpilih sebagai bangsa pilihan Tuhan. Silsilah dimulai dari Abraham sebagai bapak generasi pertama leluhur bangsa Yahudi. Matius ingin mengabarkan Injil kepada bangsanya melalui satu akses yang sangat dibanggakan oleh bangsa ini, yakni silsilah Yahudi dari Yesus.  

Apa pentingnya mengetahui silsilah Yesus Orang Nazaret? Seperti bangsa Yahudi yang bangga menjadi bangsa pilihan, maka sebagai orang percaya kita juga harus bangga menjadi orang yang dipilih oleh Tuhan, yakni terhitung sebagai yang dipilih oleh Tuhan sebab beriman kepada Kristus Yesus. Bahagia menjadi milik-Nya, sebab semua orang percaya menjadi anak-anak Tuhan. Semua orang percaya menjadi biji mata-Nya, yakni berharga di hadapan Tuhan. Abraham telah menerima janji dari Tuhan, bahwa keturunannya memiliki berkat dan menjadi berkat bagi semua bangsa. Dengan status sebagai anak, maka semua orang percaya terhisab sebagai pihak yang juga berhak menerima warisan yang dijanjikan kepada Abraham, yakni menjadi orang yang diberkati oleh Tuhan. Kebanggaan terhadap nusa dan bangsa akan menumbuhkan rasa nasionalisme yang semakin besar. Orang Amerika bangga dengan Harley Davidson, symbol kebanggaan orang muda di negeri ini. Orang Jepang bangga dengan semua produk negara mereka. Kalau orang Indonesia bangga dengan apa yang menumbuhkan rasa nasionalisme? Orang Indonesia bangga dengan rendang daging sapi, masakan khas orang Minang, karena melalui masakan ini nama Indonesia dikenal di luar negeri. Lalu, apa kebanggaan orang Kristen setelah mengetahui silsilah Yesus Orang Nazaret? Kebanggaan orang Kristen adalah bangga sebab terhisab sebagai umat pilihan Tuhan. Kebanggaan ini akan mengokohkan iman yang semakin bertumbuh.

Silsilah berbicara tentang relasi. Puteri Margareth adalah adik kandung Ratu Elizabeth II dari Kerajaan Inggris Raya. Walaupun dia bukan pewaris takhta kerajaan, dia mempunyai tata krama meminta izin untuk dapat menikah dengan seorang pria berasal dari Amerika, kelak kemudian hari suaminya diberi gelar kerajaan, Lord Snowdon oleh Sri Ratu. Margareth meminta izin kepada Sri Ratu, karena dia menyadari mempunyai relasi terhadap kerajaan dan dia sangat menjaga relasi ini. Engkau sebagai orang percaya setelah mengetahui hubungan apa antara dirimu terhadap silsilah Yesus Kristus, maka engkau seharusnya menyadari relasimu terhadap Kerajaan Tuhan, yakni memuliakan Dia Yang Maha Tinggi. Jika engkau mau menikah, seharusnya engkau memohon izin dari-Nya di dalam doamu. Tuhan telah berulang kali memperingatkan ummat-Nya melalui semua nabi-Nya dari sejak Musa supaya tidak menikah dengan dengan pasangan yang tidak mengenal Tuhan, sebab perkawinan dengan pasangan yang masih hidup dalam kegelapan, cepat atau lambat akan merusak relasi terhadap Sorga. Jangan mempunyai pikiran, apalagi memutuskan segera menikah dengan Aboebakar Salahuddin bin Abdoemuthalib atau dengan Sitti Chodijah binti Salmad dari nama-nama mereka saja engkau seharusnya sudah mengetahui dari mana asal mereka. Semua anak-anakmu haruslah keturunan yang mempunyai relasi dengan Sorga. Janganlah engkau menjadi manusia yang mempunyai andil merusak relasi dengan Sorga. Sebetulnya takhta kerajaan yang sekarang ditempati oleh Elizabeth II dipegang oleh Edward VII, pamannya. Pamannya itu berhubungan asmara dengan perempuan Amerika dan dari kalangan kebanyakan dan mereka merencanakan akan menikah, maka warisan takhta kerajaan dilimpahkan kepada keponakannya. Sebagai warga negara Kerajaan Inggris masih memiliki hak konstitusi yang berlaku di negara tersebut, tetapi dia tidak mempunyai hak relasi lagi terhadap kerajaan. Demikianlah, jika orang percaya mengabaikan imannya demi satu piring kacang merah seperti yang pernah dilakukan oleh Esau, dia akan kehilangan relasinya terhadap Sorga. Esau telah kehilangan relasi dengan Sorga.

Janji keselamatan dari Tuhan. Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena dia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik [Ibrani xi:31]. Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika dia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain? [Yakobus ii:25]. Matius tidak menutupi keberadaan Rahab dalam garis keturunan Yesus, walaupun dia adalah seorang perempuan pelacur. Kasih karunia keselamatan kekal diberikan oleh Tuhan bukan kepada orang-orang yang secara normative melakukan kesalehan, melainkan kepada semua orang yang beriman kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Allah yang engkau sembah adalah Allah yang engkau kenal dan memanggil-Nya Tuhan, yakni Tuhan Yesus Kristus. Iman Rahab kepada Tuhan, perempuan sundal itu dinyatakan dalam perbuatan-perbuatannya, yakni mengasihi Tuhan. Mengasihi Tuhan, artinya melaksanakan semua perintah atau ketetapan Allah di dalam Kristus. Allah di dalam Kristus berfirman kepada orang percaya, bahwa barangsiapa percaya kepada Yesus, Anak Tunggal Allah yang dikandung dari Roh Kudus dan dilahirkan dari perawan Maria tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal, sebaliknya barangsiapa tidak mempercayai perkataan Allah ini, dia pasti akan dihukum, karena dia tidak mempercayai Anak Tunggal Allah [baca : Matius i:21 dan Yohanes iii:16-18]. Hukuman itu pasti, yakni kematian kekal.

Aku pernah menghadiri pesta reuni keluarga besar Eyang Hadi Soepeno dari Blitar yang diselenggarakan di Hotel Macao, Jakarta pada November 2013. Silsilah keluarga besar ini  dimulai dari Eyang Soepeno yang mempunyai enam orang anak laki dan satu orang ank perempuan bungsu. Anak laki pertama dan ketiga menjadi perwira tinggi TNI Angkatan Darat, anak kedua menjadi dokter spesialis bedah di RSUD, anak keempat menjadi dosen fakultas hukum dan jaksa, anak kelima menjadi perwira menengah TNI Angkatan Laut, dan anak perempuan bungsu menjadi kepala sekolah dasar di Blitar. All of them was dead. Mereka yang reuni di sini adalah anak, menantu, cucu, cicit, jumlah mereka yang hadir ada puluhan. Pelajaran apa yang aku dapatkan dalam reuni besar ini? Jawabannya adalah kebanggaan dan keakraban. Mereka bangga dengan nama HS di belakang nama mereka masing-masing. Di antara mereka yang hadir tidak semua adalah figure yang menonjol status socialnya, sebaliknya ada juga yang biasa saja, tetapi satu sama lain saling memberi appresiasi atas prestasi mereka masing-masing. Reuni artinya memang bertemu lagi. Bertemu lagi di pertemuan. Orang Kristen atau orang percaya setiap minggu pada hari Minggu melakukan pertemuan di rumah Tuhan yang biasa disebut gereja. Tapi pertemuan ini lebih lazim disebut Kebaktian Minggu atau Misa Ekaristi. Pertemuan seharusnya semakin menumbuhkan keakraban dan saling menguatkan iman satu sama lain. Itulah gunanya pertemuan orang percaya. Dalam istilah orang Jawa, jika kumpulan keluarga yang disebut family tidak pernah saling bertemu, cepat lambat akan kepaten obor, artinya kematian penerang kelanjutan generasi. Demikian juga semua orang percaya jangan sampai mengalami kepaten obor sebab tidak pernah saling bertemu.

Janji keselamatan dari Tuhan adalah roti kehidupan yang akan membuat jiwamu tetap tenang dan tenteram sebab di dalam pikiranmu tidak ada lagi keraguan menerima jalan yang benar menuju Rumah Kekal. Siapa pun tidak akan pernah sampai menuju Rumah Kekal tanpa melalui Yesus Orang Nazaret, Anak Tunggal Allah. Janganlah sampai makan roti yang salah, sebaliknya makanlah roti yang benar, yakni tubuh Kristus yang tergantung di kayu salib dan darah-Nya tercurah ke bumi menjadi meterai imanmu di hadapan Allah pada penghakiman akhir.- 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar