Kamis, 28 Juli 2016

Mengapa Orang Benar Hidup Menderita?

Gue penulis posting ini.
Orang benar adalah orang yang hidupnya mengikuti cara yang benar, yakni menerima Yesus Kristus yang dilahirkan di Betlehem dan dibesarkan di Nazaret sebagai Juruselamat manusia. Orang benar biasa disebut orang percaya. Percaya kepada Yesus Juruselamat manusia. Banyak orang percaya guncang imannya melihat banyak orang Kristen mengalami pelbagai penderitaan. Banyak orang Kristen yang tidak tahan uji imannya meninggalkan Kristus untuk mengambil jalan pintas supaya terpenuhi keinginannya. Anyhow, terpenuhi keinginannya walaupun harus menggadaikan Kristus. Penderitaan bukan sebatas masalah ekonomi. Kebebasan beragama, penyakit, sosial, dan politik adalah bagian integral penderitaan yang dialami oleh siapa saja. Di Indonesia masih banyak orang miskin, untuk menyambung hidup yang ada, mereka menjadi pengemis atau gelandangan. Di Indonesia masih banyak kasus kelompok minoritas tertindas oleh kelompok mayoritas. Lulus SMA tidak dapat melanjutkan kuliah sebab tidak mempunyai biaya ke universitas juga suatu penderitaan. Penderitaan batin sebab mungkin banyak teman-teman seangkatan pada mencibir. Ah, ah, ah, loe cuma segitu aja toh? Mengapa Allah mengijinkan orang benar menderita? 

Penderitaan menimpa semua orang tanpa pengecualian. Karena kita berada dalam dunia, tanpa kecuali orang Kristen maupun bukan Kristen tertimpa penderitaan. Allah berfirman kepada Adam ketika masih di Firdaus, susah payahmu mencari rezeki dan dengan berpeluh mendapatkan rezeki. Kemudian Adam diusir dari Firdaus sebab telah melanggar larangan yang seharusnya ditaati, maka semua keturunan Adam, termasuk aku dan engkau untuk mendapatkan sepiring nasi dan tambahan pecal dan telur dadar harus berpeluh. Jangan tanya lagi mengapa orang percaya harus menderita, firman Allah telah tertulis demikian seperti tersebut di atas. Dunia ini ada dibawah cengkeraman kuasa Iblis. Iblis sangat mengetahui, bahwa manusia mempunyai banyak keinginan duniawi. Semua keinginan duniawi pasti membawa penderitaan. Tiga keinginan utama manusia, yakni ingin kaya, ingin terkenal, dan ingin sangat berkuasa. Semakin banyak mempunyai keinginan, maka penderitaan juga semakin bertambah. Kemudian Iblis datang menawarkan diri, kalau mempunyai keinginan dan terlaksana tanpa penderitaan, dia mempunyai solusi untuk diberikan, tetapi ada harga yang harus dibayar. Iblis membuat manusia di dunia menderita sehebat mungkin supaya manusia berpaling meninggalkan Tuhan. Inilah harga yang harus dibayar kepada Iblis untuk membebaskan diri dari penderitaan dunia. Orang benar itu seperti domba yang hidup di tengah serigala. Walaupun sekumpulan domba dijaga oleh seorang gembala, serigala-serigala tetap menunggu peluang untuk mencuri domba yang lengah atau ada domba yang nekat keluar kandang.

Tuhan mengijinkan penderitaan terjadi supaya manusia bergantung sepenuhnya kepada-Nya (Ayub 1:12). Tuhan berkata kepada Iblis, bahwa Ayub adalah hamba-Nya yang luar biasa saleh dan sangat taat kepada-Nya. Kata Iblis :" Tentu saja saleh dan taat sebab Engkau memagari hidup dan hartanya. Coba ambil semua hartanya, apakah dia masih taat kepada-Mu?" Tuhan menjawab, bahwa Iblis diijinkan mengambil semua hartanya, tetapi jangan ganggu nyawa Ayub. Ayub oleh Iblis atas seijin Tuhan dibuat menderita amat sangat dan penyakitan. Namun, Ayub tetap taat dan kemudian Tuhan memulihkan keadaan Ayub dengan berkat kekayaan sangat berlimpah dari sebelumnya. Tuhan sendiri yang mengijinkan penderitaan harus terjadi pada orang benar, supaya hidupmu sepenuhnya bergantung kepada-Nya. Kepada siapa orang benar memohon pertolongan manakala penderitaan mendera? Orang benar datang kepada Dia yang menciptakan langit dan bumi, sebab Dia adalah tempat pertolongan dan perlindungan yang paling aman. Seperti anak-anak burung berlindung di bawah kepak sayap induknya supaya tidak menderita kedinginan, demikian juga orang benar meminta perlindungan dari Tuhan. Carilah tempat berlindung yang benar, tanyakanlah kepada orang benar seperti apa tempat perlindungan yang benar. TUHAN adalah tempat perlindungan yang benar. Karena hanya bergantung kepada Tuhan, manusia tertolong dalam semua sisi hidupnya, seperti sisi materi, sisi keberhasilan mencapai orestasi, dan sisi rohani dalam menuju kekekalan.

Penderitaan adalah bagian teladan yang ditinggalkan oleh Kristus bagi orang benar. Kristus adalah teladan orang benar dalam berbagai hal. Ia memberi teladan mau mendengar keluhan orang menderita, Dia mau mengampuni orang berdosa, Dia memberi kesempatan orang berdosa untuk bertobat dan berbuat baik kembali, Dia mengajar dengan kuasa, dan Dia mengasihi semua orang berdosa untuk diselamatkan. Puncak penderitaan Kristus sebagai teladan kepada kita adalah Dia mati di kayu salib. Ia dicambuk oleh tentara Romawi berdarah-darah, dipaksa memanggul salib sepanjang jalan menuju Bukit Golgota, dan darah-Nya bercucuran di sini sampai Dia mati untuk orang-orang berdosa. Yesus Kristus sendiri berkata kepada murid-murid-Nya, bahwa orang benar menderita sebab iman kepada-Nya, tapi semua orang percaya akan beroleh kebahagiaan dalam kekekalan.

Penderitaan membuat manusia mengoreksi diri. Kitab Ayub berkisah bagaimana Ayub sebagai orang benar dicobai oleh Iblis. Tuhan mengijinkan Iblis mencobai Ayub. Pada mulanya memang Ayub berkeluh kesah tentang orang benar dan taat beribadah kepada Tuhan, tapi mengalami penderitaan luar biasa seperti dirinya. Tapi pada akhirnya dia menyadari kesalahannya dan mencabut perkataannya di hadapan Tuhan. Ia memohon ampun kepada-Nya. Kisah anak yang hilang juga menceritakan bagaimana seorang anak menghabiskan harta warisan dari ayahnya di negeri rantauan. Kehabisan uang dan harta benda di negeri yang sangat jauh dari ayahnya, kelaparan, dan menjadi orang upahan memelihara babi. Ia sangat menyesali akan perbuatannnya. Pada akhirnya, dia pulang kembali ke rumah ayahnya memohon ampun atas semua dosa dan kesalahannya. Dengan penderitaan Tuhan membebaskan manusia atas kesalahan manusia yang salah memilih jalan hidupnya. Roh Kudus mengingatkan kesalahan manusia dalam penderitaannya. Kita, yakni kau dan aku juga pernah mengalami seperti yang dialami oleh anak yang hilang ini.

Cara terbaik untuk menghadapi penderitaan. Mengucap syukur dalam segala perkara. Mengucap syukur artinya siap menerima realitas kehidupan, bahwa hidup itu sulit dan perlu ditaklukkan. Tuhan memberi kekuatan kepadamu untuk menaklukkan pelbagai problem. Banyak rancangan di dalam hati manusia, tetapi kehendak Tuhan saja yang terlaksana. Bukan kehendakmu melainkan kehendak-Nya saja yang terlaksana. Kehendak Tuhan adalah rancangan damai sejahtera untukmu, walaupun menurut pandanganmu tidak menyenangkan hatimu. Sabar dalam penderitaan. Penderitaan ibaratnya orang yang sedang melakukan perjalanan jauh. Bilamana perjalanan jauh ini selesai? Hanya Tuhan yang tahu! Waktu Tuhan bukan waktu manusia. Tuhan tidak pernah terlambat datang menolong, sebaliknya Dia juga tidak pernah terlambat datang menolong. Bacalah di Kitab Keluaran, mereka yang tidak sabar dalam penderitaan ketika meninggalkan Mesir menuju Tanah Perjanjian banyak yang mati dipagut ular tedung atau masuk ke dalam tanah gurun yang menganga menelan mereka. Serahkan semua kekuatitanmu kepada Tuhan. 

Simpulan. Jangan mengeluh ketika penderitaan itu terjadi, sebaliknya engkau harus mempunyai pengertian mengapa penderitaan itu terjadi. Ketika engkau mengalami badai menerjang hidupmu, maka ingatlah, bahwa tidak ada yang dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan oleh Tuhan. Tuhan yang membuat nasib mujur manusia, sebaliknya nasib malang juga Dia yang membuat-Nya. Tidak ada manusia yang dapat menyelami pekerjaan Tuhan, supaya manusia hidupnya sepenuhnya bergantung kepada-Nya. Jangan pasrah oleh keadaan, sebab harapan selalu ada bagi orang percaya. Rasul Paulus berkata, bahwa orang percaya harus tetap suka-cita dalam pengharapan. Apabila engkau memiliki pengertian, badai penderitaan akan engkau hadapi dengan tegar dan hati suka-cita bersama Kristus. -

Links :
http://hengkiblackcoffee.blogspot.co.id/2012/03/mengapa-saya-percaya-kepada-yesus.html
http://hengkiblackcoffee.blogspot.co.id/2013/01/engkau-menjadi-tentram-dan-bahagia-jika.html
http://hengkiblackcoffee.blogspot.co.id/2012/03/jika-tuhan-mengakhiri-pengharapan.html 

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar