Sabtu, 16 Agustus 2014

Nyanyi Lagu Sunyi Pada Hari Tua

Ada suatu cerita tentang usaha manusia untuk tetap hidup abadi, maka banyaklah orang berusaha mencapai ke suatu tempat yang disebut Shangrila. Di tempat ini ada satu kuil yang diyakini oleh banyak orang mempunyai sumber air yang dapat membuat orang menjadi muda selamanya. Ini cerita dongeng masa lalu, tetapi sampai sekarang tetap saja orang berusaha untuk tetap muda. Walaupun upaya manusia sia-sia saja dalam melawan usia, tetap saja banyak orang berani mengeluarkan uang berapa saja, anyway untuk tampak muda selamanya. Suntikan vitamin C dosis tinggi diyakini oleh dunia medis dapat memperlambat proses penuaan. Aku pernah mendengar dari seorang dokter spesialis kecantikan, harga vitamin C dosis tinggi buatan Swiss adalah lima juta rupiah per ampul @ 10 ml. Vitamin ini disuntikkan di beberapa titik tubuh dan wajah dan rutin datang ke klinik. Setiap kali datang engkau harus mengeluarkan uang sebesar paling sedikit 10 juta rupiah. Sepuluh kali datang, maka engkau harus keluar uang lagi sebesar ... hitung sendiri saja. Dokter dapat saja berkata berkata kepadamu demi uang, datang lagi minggu depan, datang lagi, datang lagi. Engkau butuh cantik, dokter butuh uang. Ini yang disebut simbiose mutualistis. Untuk apa orang bersusah payah melawan usia, pada akhirnya orang ini akan mati dan rohnya kembali kepada Tuhan pemiliknya, dan sebelum maut datang, dia terlebih dahulu melawan kesepian, sebab satu demi satu teman-teman seusianya telah lebih dahulu lepas dari orbit bumi menuju ke alam baka. Rumahnya yang dahulu ramai oleh anak-anaknya kini telah menjadi sunyi, semua anak yang pernah dikasihinya telah pergi meninggalkannya bersama pasangan hidup masing-masing. Yang sering tidak disadari oleh banyak orang adalah lebih baik mengunjungi ke rumah orang tua lanjut usia dari pada berada di tempat kesenangan duniawi, sebab pada waktunya tiba engkau juga akan mengalami seperti yang dialami oleh orang-orang tua lanjut usia.

Memberi penghiburan. Walaupun banyak orang tua lanjut usia mengatakan, bahwa dirinya tidak pernah kesepian, sebab Tuhan setia menemani, mereka tetap saja menghadapi satu realitas yang tidak terhindarkan, yakni perasaan takut ditinggal sendirian. Walaupun hanya ditemani di samping tempat tidur atau duduk berdua sambil membaca koran, cukuplah itu baginya sebagai hiburan, apalagi sambil diajak bercakap-cakap. Apa yang ditakutkan oleh mereka, hanya mereka saja yang mengetahuinya. Ketakutan yang umum dirasakan oleh mereka adalah takut pada masa tua mereka tidak ada yang mengurus dan menghadapi maut itu sendiri. Ajaklah berdoa. Berdoa, membacakan Alkitab, dan menyanyi adalah hiburan yang sangat menyenangkan bagi orang tua lanjut usia. Kalau niatmu mau menyanyi, jangan asalan saja menyanyi, menyanyi untuk menghibur orang lain, jadi menyanyilah dengan baik dengan partitur yang benar, Kalau engkau memang tidak dapat menyanyi dengan baik, berdoa dan bacakan saja fitman Tuhan, itu sudah hiburan yang menyenangkan bagi orang tua. Penulis mazmur berkata kepada Tuhan supaya Dia menyembunyikan wajah-Nya terhadap semua dosa pada masa mudanya. Mengapa semua orang takut mati ... ini adalah penggalan syair lagu yang pernah dinyanyikan oleh grup musik Trio Bimbo. Semua orang takut pada hari senja. Orang percaya telah diyakinkan dari sejak muda, bahwa bertobat dan menerima Tuhan akan mati dalam status kepemilikan-Nya. Namun, siapa pun menghadapi maut menjemput adalah pengalaman yang tidak akan terulang kembali, selalu merasa dirinya tidak cukup siap menghadap Tuhan. Mati artinya, go no return. Mati harus dalam keadaan benar di hadapan Tuhan, tetapi bagaimana kalau tidak benar, hukuman siap menjemput. Hukuman ini bersifat kekal, tidak ada istilah potong tahanan karena telah melakukan banyak amal baik. Hukuman adalah konsekuensi penghakiman dari Tuhan, semua orang takut menghadapi hukuman, itu sebabnya semua orang takut mati. Aku pernah melihat seorang tua yang hidupnya telah beriman, tetapi tetap saja dia ditemani oleh seorang pendeta menjelang kematiannya. Perlu dikuatkan dan dihibur jiwanya, walaupun telah hidup di dalam Tuhan.

Bangkitkan semangat hidup. Orang tua pada umumnya menyukai nostalgia dan semua cerita romantika yang membuat semangat hidupnya bangkit kembali, maka dengarkan saja ketika dia mulai bernostalgia dan beri rangsangan emosi supaya dia lebih banyak lagi bercerita. Semangat hidup yang bangkit kembali menunjukkan dia bangga dengan yang pernah dimiliki pada masa mudanya. Pernahkah engkau menyaksikan film yang mengisahkan romantisme kapal pesiar Titanic yang telah tenggelam pada 1912? Intro film ini dimulai dengan kisah nostalgia seorang perempuan tua yang selamat dari kecelakaan kapal ini. Ada seorang kakek bercerita penuh semangat pernah menjadi pelatih tim nasional bola volli. Ada seorang kakek bercerita, masa mudanya pernah disukai oleh banyak perempuan dan ketika masih berusia dua belas tahun pernah diajak bersetubuh dengan seorang janda paruh baya tetangga depan rumahnya. Ada seorang nenek bercerita kisah lucu pertemuan dengan laki yang kemudian menjadi suaminya. Jika kisah lama yang colourful itu muncul dari bawah sadarnya, matanya berbinar-binar, itu tanda, bahwa dia sedang menikmati kembali nostalgianya. Kisah nostalgia tidak perlu berlebihan diekspose sebagai bahan obrolan hiburan, sebab seseorang seharusnya digiring ke arah pertobatan sehingga jiwanya mendapat ketentraman. Kisah skandal selalu sulit untuk dilupakan begitu saja. Katakan "tidak" untuk mengingat lagi masa lalu yang buruk. Apakah pantas menghadap Tuhan dalam keadaan masih terikat dengan duniawi?

Jangan menghakimi. Setiap orang pasti pernah membuat kesalahan dan selalu berusaha belajar memperbaiki diri dari kesalahan yang pernah dibuatnya. Membuat kesalahan ketika usia masih muda tidak terlalu beresiko besar memperbaiki diri, sebaliknya kesalahan p0ada saat usia tidak tergolong muda lagi biasanya akan membuat penyesalan yang tidak terlupakan dan mimpi buruk setiap saat. Misalnya, mendepositokan uang pesangonselama 35 tahun kerja di satu bank karena dijanjikan bungan yang besar, tetapi beberapa bulan kemudian bank dinyatakan tidak likuid lagi oleh Bank Sentral. Cerita seperti ini sering terjadi di Indonesia. Uang pesangon 35 tahun kerja nilainya antara 500 juta sampai 1,5 M rupaih lenyap seperti daun ditiup angin, terbang seperti punya sayap. Engkau jangan sekali-kali menghakimi kesalahan orang tua seperti ini pada hari tuanya. Tanpa dihakimi saja, orang tua seperti ini sudah merasakan kegetiran, maka janganlah engkau menambahi kegetiran hidupnya. Memasuki usia tua tanpa kesibukan adalah keadaan yang sangat menjemukan, maka seorang pekerja harus mempersiapkan diri bertahun-tahun sebelum dia dinyakan pensiun oleh perusahaan. Misalnya, mempelajari dan memahami Alkitab secara intensif, belajar melayani anggota jemaat, belajar menulis sebagai blogger, belajar melukis, dan seterusnya. Usia awal yang biasa disebut tua adalah 55 tahun. Di Indonesia pada usia 60 diberlakukan Kartu Tanda Penduduk berlaku sampai kematian orang ini. Kegiatan killing time ini banyak berguna memperlambat kepikunan dan mempertahankan kesehatan tetap prima. 

Cerita berikutnya begini. Ada seorang pensiunan pegawai negeri sipil mengisi waktu luangnya dengan kuliah mengambil tingkatan master jurusan akuntansi. Kuliah lagi untuk mengambil tingkat master tidak salah, tetapi kesalahan yang diperbuatnya adalah tujuan atau motivasi dan cara dia kuliah. Ia menjadi pengajar di satu perguruan tinggi dan berkeinginan menjual jasa "membantu" membuat skripsi kenaikan golongan para guru untuk mendapatkan sertifikasi pengajar. Dan, cara dia mendapatkan biaya kuliah ini juga kesalahan besar yang dilakukan olehnya, yakni menggadaikan uang pensiunnya kepada satu bank milik pemerintah. Lamanya pelunasan sampai 15 tahun. Uang yang tersisa untuk biaya hidupnya setelah dipotong oleh bank sebesar 1 juta rupiah saja. Kata orang, penghasilan seorang pengemis di Jakarta rata-rata 3 juta rupiah per bulan. Tuhan tidak mengijinkan arah pikiran orang ini. Pada suatu hari pensiunan ini jatuh ambruk tubuhnya ketika dia sedang berjalan kaki sore hari di jalan tidak jauh dari tempat dia menyewa kamar.

Ia menjalani perawatan di suatu rumah sakit umum daerah selama hampir 2 minggu. Hasil pemeriksaan di laboratorium menunjukkan, bahwa dia terindikasi kekurangan kalium di dalam darahnya. Kesimpulannya dia hidup dalam keadaan kurang gizi. Dari uang sisa 1 juta rupiah itu setelah dipotong sewa kamar, maka yang tersisa untuk biaya makan adalah 500 ribu rupiah saja. Di Jakarta Pusat yang serba mahal ini, apakah masih layak mendapatkan makanan bergizi dengan uang setengah juta rupiah saja. Setelah keluar dari rumah sakit dia memutuskan tidak mengajar lagi dan kepadaku dia mengakui kebijakan salah yang telah dilakukannya. Dan, aku tidak menghakiminya. Ia masih perjaka dan tidak mempunyai rumah yang paling sederhana pun pada hari tuanya. Setiap malam aku hanya dapat berdoa kepada Tuhan supaya berkat dan kasih karunia-Nya menaunginya pada masa tuanya ini.

Tuhan dimuliakan melalui orang tua ini, bahwa walaupun berantakan kehidupan orang ini pada masa tuanya, Tuhan tetap memelihara hidupnya melalui manusia seperti orang Samaria yang baik yang bersedia berkorban. Entahlah, mungkin keadaan yang dialami oleh orang tua ini sebagai ujian iman bagiku. Ia tidak dapat dikatakan hidup sebatang kara, sebab dia masih mempunyai dua adik kandung dan mereka adalah orang yang berkecukupan secara ekonomi, bahkan berlebih dibandingkan dengan orang tua ini. Katakan saja orang tua hidup susah ini bernama, Roberto Munoz. Aku juga mengenal dekat dengan dua saudara kandungnya ini. Adik kandung perempuan yang paling muda pernah berkata, bahwa dia tidak mau menanggung kehidupan pada masa tua Roberto Munoz. Pernyataan ini tidak diucapkan langsung kepadaku, melainkan melalui adik laki kandung Roberto. Kasihan Roberto, setiap malam hanya menyanyikan lagu sunyi yang dinyanyikan di dalam lubuk terdalam hatinya, hanya Tuhan saja yang mengerti dan menghibur jiwanya. Pada akhirnya semua orang menjadi tua, tidak berdaya, tidak dapat bepergian lagi ke mana yang disukai seperti dulu, pasrah bergantung kepada yang lebih muda, dan semua impian yang belum terwujud serahkan saja ke dalam tangan Tuhan, karena tidak mungkin seluruh dunia dapat engkau rangkul semua.-

     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar