Sabtu, 29 September 2018

Orang-Orang Miskin

Orang-orang miskin ada di mana-mana di seluruh dunia. Di Amerika yang bergelimang uang dollar saja ada banyak orang miskin, mereka terdiri dari gelandangan, pengemis, dan preman-preman. Aku belum pernah ke India, tapi banyak orang berkata, bahwa Calcutta adalah gudang terbesar kemiskinan di dunia. Di kota ini Madame Theresia melakukan pelayanan kemanusiaan terbesar di dunia sehingga dia memperoleh hadiah Noble untuk kemanusiaan. Bagi orang miskin uang lima ratus rupiah adalah sesuatu yang sangat berharga sekali. Di Indonesia ada tabung gas yang hanya diperuntukkan bagi orang miskin, yakni gas elpiji seberat 3 kg khusus untuk orang miskin. Kalau tidak mau disebut orang miskin, belilah yang seberat 12 kg. Pilihan pertama pemerintah memberi subsidi sedangkan untuk pilihan kedua tanpa subsidi sehingga harganya menjadi jauh lebih mahal. Miskin adalah suatu predikat. Orang-orang yang tidak mau disebut miskin, maka dia  tidak mau makan di warung Tegal yang dapat hutang sebaliknya dia memaksa diri makan di resto Padang yang lebih prestisius. Sungguh tidak enak menyandang predikat orang miskin. Orang miskin? Kemana pun engkau berada setiap orang memandang dengan sebelah mata saja. Orang-orang yang dulu disebut sahabat semua meninggalkanmu, bahkan saudara-saudaramu pun meninggalkanmu. Engkau berlari mengejar mereka, tetapi mereka sudah tidak ada lagi. 

Sebelum Tuhan Yesus hadir ke dunia 2000 tahun yang lalu gelandangan dan pengemis sudah ada. Pada suatu hari Yesus menghadiri satu perjamuan di kota kecil Betania. Adalah seorang perempuan muda dan cantik, namanya Maria, saudaranya Marta hadir di tempat perjamuan itu. Perempuan muda ini mengurapi Yesus dengan minyak narwastu yang baunya harum semerbak memenuhi ruang tempat perjamuan. Dengan rambutnya yang panjang tergerai, Maria menggosok kaki Yesus dengan minyak wangi ini. Semua orang melihat perlakuan perempuan ini terhadap Yesus dan setiap orang berkecamuk dengan pikirannya masing-masing melihat adegan ini. Yudas Iskariot berkata, bahwa minyak wangi ini kalau dijual dapat diperoleh uang sebesar 300 dinar dan uang ini dapat disedekahkan untuk orang miskin. Untuk konteks masa kini, parfum atau minyak narwastu yang wangi luar biasa ini senilai 20 juta rupiah juga ada. Katakan saja masing-masing orang miskin mendapat 5000 rupiah, maka jumlah jumlah orang miskin yang mendapat sedekah dari Yudas Iskariot ini adalah 4000 orang.

Yudas berkata bahwa uang sebesar ini dapat disedekahkan untuk orang-orang miskin. Suatu ide yang terdengar indah di telinga yang dapat membuat banyak orang menjadi simpati dengan gagasannya. Ia berkata demikian bukan karena dia mempunyai perhatian khusus untuk berbuat kebaikan kepada orang miskin melainkan dia suka mencuri uang kas yang dipercayakan kepadanya. Di antara penulis Injil Matius, Markus, dan Lukas, maka ternyata Yohanes yang paling tahu kelakuan Yudas yang munafik ini. Kelak kemudian hari Yudas menjadi murid yang mengkhianati Guru-nya sendiri, yakni Yesus. Orang Inggris memiliki ungkapan untuk seseorang yang berkhianat dengan ungkapan :"He's Jude!" Orang yang berbicara banyak tentang kesulitan orang-orang miskin, belum tentu orang ini mempunyai perhatian khusus terhadap penderitaan orang-orang miskin. Banyak figur masyarakat menyerukan supaya masyarakat mengumpulkan banyak bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam, tetapi tidak sedikit bantuan kemanusian tidak sampai ke tangan orang-orang yang membutuhkan, sebab sebelum sampai ke tempat lokasi bencana, Yudas-Yudas sudah lebih dulu menjarah. Kasihan! Banyak para korban masih tergeletak menyedihkan di bawah tenda-tenda darurat. Inilah gambaran Yudas masa kini yang banyak menggerogoti keuangan negara. Orang yang disumpah pegang janji melaksanakan tugas negara, tetapi kemudian tidak menepati janji sebaliknya menjadi koruptor, maka dia layak disebut pengkhianat negara. Orang ini layak disebut Yudas. 

Orang-orang miskin memang membutuhkan perhatian supaya ke depan negara ini jangan dijejali oleh masalah kemiskinan yang berkepanjangan. Negeri ini masih penuh dengan orang miskin, tetapi demi kampanye politik, pemerintah selalu mengeluarkan pernyataan, bahwa kemiskinan sudah semakin menurun, sebaliknya lawan politik pemerintah mengeluarkan pernyataan yang berbeda, bahwa berdasarkan perbincangan dengan emak-emak di berbagai tempat, kemiskinan semakin meningkat. Apa tolok ukurnya bahwa kemiskinan semakin menurun? Setelah pemerintah memberlakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), maka semua hospital dipenuhi oleh manusia yang sebagian besar menyandang predikat miskin. Orang miskin tidak memiliki uang cukup untuk membeli makanan bergizi yang menopang hidup sehat. Kebanyakan dari mereka hanya makan karbohidrat plus garam. Di kantong-kantong pinggiran kota Bekasi adalah lokasi banyak orang miskin penderita penyakit diabetis yang membutuhkan uluran bantuan pemerintah pusat dan daerah. Orang yang sehat memiliki kecukupan makan dengan gizi seimbang, yakni kebutuhan protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin-vitamin. Kecukupan konsumsi protein adalah indikator kemiskinan semakin menurun. Ibaratnya, ada orang mampu membeli mobil secara cash, maka tidak sulitlah bagi orang orang ini membeli sesuatu yang lebih murah dari harga satu mobil, katakan saja membeli sepeda atau satu mangkuk bubur ayam komplit. Begitu juga dengan orang yang mampu membeli satu piring bistik ikan atau satu piring nasi goreng sea food, maka tak sulitlah baginya untuk membeli satu piring nasi uduk komplit, full addition. Di negeri ini yang namanya protein masih merupakan kemewahan, padahal kebutuhan protein yang tercukupi adalah satu cara menuju hidup sehat secara fisik. Kebutuhan gizi dan vitamin semakin tidak terpenuhi, maka masyarakat juga semakin beresiko terhadap serangan penyakit. Jumlah penderita penyakit semakin banyak, maka hospital semakin dipenuhi manusia miskin berpenyakitan.          

Ciri-ciri umum orang-orang miskin adalah lebih banyak mengonsumsi karbohidrat dibandingkan dengan lemak dan protein. Buah-buahan dan sayuran masih merupakan komsumsi kemewahan. Apakah aku termasuk orang miskin? Tuhan masih memelihara hidup kami, walaupun hidup dengan ekonomi harus dicukupkan sedapat mungkin. Hampir tidak dapat pergi ke gereja pada hari Minggu karena tak memiliki ongkos bukanlah suatu alasan meninggalkan Tuhan dan tidak menghormati hari sabat. Hormatilah hari sabat, enam hari kerja cari makan dan selanjutnya jangan abaikan satu hari untuk sabat. Ya, kami pernah tidak memiliki uang untuk ke rumah Tuhan. Namun, Tuhan itu melihat hati bukan penampilan lahiriah kami yang miskin. Kami tunjukkan kesungguhan hati kami, maka berangkatlah kami ke rumah Tuhan dengan jalan kaki yang ternyata hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. Kira-kira jarak satu kilometer saja. Kini kami dapat ke rumah Tuhan dengan teratur sebab Tuhan memberi fasilitas transport motor dan kami juga datang tidak dengan tangan hampa. Seberapa yang kami miliki, itulah persembahan yang kami berikan ke rumah Tuhan.

Orang dibikin miskin oleh Tuhan pasti ada tujuannya, yakni Dia ingin membentuk engkau menjadi pribadi yang dapat menyenangkan hati-Nya dan hidup yang mengandalkan Tuhan. Perkara kaya atau miskin hanyalah kepercayaan yang diberikan oleh Tuhan kepadamu. Tuhan tidak akan membiarkan engkau jatuh tergeletak, setidaknya masih dapat menikmati hidup yang diberikan oleh-Nya dan tidak tergoda melakukan kejahatan, sebab dalam kemiskinan yang amat sangat manusia dapat tergoda melakukan kejahatan. Namun, kalau diberikan diberikan kekayaan atau berkat yang luar biasa, manusia kecenderungannya tidak lama kemudian dapat melupakan Tuhan yang berkuasa memberi berkat dan kutuk. Tuhan menghendaki hidupmu hanya mengandalkan kepada-Nya. Daging itu lemah sebaliknya nafsu kedagingan manusia dunia sangat kuat. Orang kalau dompetnya tebal oleh uang dan kartu kredit dan depositonya ada di mana-mana, bawaannya malas membaca Alkitab dan berdoa. Tidaklah mengherankan gereja semakin sunyi. Engkau dibuat sengsara oleh Tuhan supaya tahu apa artinya hidup mengandalkan Tuhan. Sengsara membawa pertobatan. Bertobatlah selagi waktu masih ada.- 


Jumat, 31 Agustus 2018

Orang-Orang Serakah

Delapan pintu satu rumah sewa di Kelurahan Kranji, Bekasi ludas  dilalap api kebakaran. Peristiwa kebakaran rumah sewaan ini terjadi pada satu hari Idul Adha, suatu hari raya suci umat Islam. Penyebab peristiwa kebakaran ini adalah keserakahan. Orang-orang serakah ada di mana-mana dan bukan kebetulan juga mengingat pada saat ini musim kemarau panjang yang membuat atmosfir panas di mana-mana. Di Amerika saja dengan pengawasan ketat, kebakaran hutan sering terjadi di California dan dapat merembet sampai sangat luas dari bukit satu ke bukit yang lain.

Ada seorang ibu rumah-tangga (wife) mendapat jatah pembagian daging kurban sebanyak kira-kira satu kilogram. Pulanglah dia ke blok sewaannya yang terdiri tiga kamar kecil dan merebus daging pembagian jatahnya. Mungkin dalam pikirannya kalau kembali ke tempat pembagian daging kurban, dia akan dapat jatah lagi, bergegaslah dia kembali ke masjid tempat dia mendapatkan jatah daging. Namun, ketika dia bergegas untuk mengambil lagi jatah daging, dia lupa mematikan kompor gas dalam keadaan menyala. Asyiklah dia ikut antrian panjang demi mendapatkan daging sapi gratis satu kilo gram lagi. Daging sapi korban memang dia mendapatkan lagi, tetapi setibanya dia di rumah kontrakannya, dia mendapati rumah kontrakannya sudah habis terbakar. Hasil perbuatan kelalaian satu orang, maka banyak orang lain ikut menderita. Inilah buah keserakahan. Stigma serakah biasanya dikenakan terhadap orang-orang kaya harta dan orang-orang yang sedang berkuasa. Namun, serakah itu adalah karakter yang dapat menghiasi hati manusia tidak terkecuali menghiasi hati orang-orang yang memiliki predikat orang miskin. 

Ahab adalah seorang raja Samaria memiliki istri bernama Izebel. Keduanya hidup dalam ketidakbahagiaan. Yang satu serakah dan yang satu licik. Manusia mana di bawah langit dapat bahagia yang hidupnya dalam keserakahan dan kelicikan? Engkau dapat hidup bahagia kalau engkau memiliki kasih Kristus secara luar biasa, begitu kata pak gembala waktu khotbah Minggu di gereja. Engkau dapat menjadi orang bahagia kalau engkau sendiri dapat membuat orang lain bahagia. Ahab mempunyai tetangga yang memiliki pohon anggur luas, tanah pusaka milik keluarganya, namanya Nabot, orang Yisreel. Berkatalah Ahab kepada tetangganya ini supaya kebun anggur miliknya ini diserahkan untuk Ahab dan tetangganya mendapatkan tempat lain sebagai gantinya. Istilahnya sekarang ini adalah tukar guling. Ahab berencana mau membuat kebun sayur di tanah milik Nabot ini. Selanjutnya Ahab menawarkan bargaining lain, katanya kalau Nabot keberatan tukar guling, biarlah diganti dengan uang saja. Nabot menolak total gagasan raja Samaria ini. Mentang-mentang penguasa jangan dikira dapat berbuat seenaknya. Bagi orang Israel tanah pusaka warisan leluhur itu tidak dapat dijual. Ahab seharusnya tahu itu dengan adat istiadat leluhur ini. Namun, namanya raja, dia mau mencoba memaksa orang dengan kuasanya. Singkat kata, dengan dibantu oleh kelicikan istrinya, Izebel, maka berhasilah Ahab ini menguasai tanah Nabot. Nabot mati dilempari batu oleh orang-orang Israel akibat fitnah yang direkayasa oleh Izebel. Ahab telah menumpahkan darah Nabot pemilik kebun anggur, tetapi dikemudian hari Tuhan menimpakan pembalasan atas raja Samaria ini.

Suharto adalah presiden Indonesia kedua yang memberi gambaran nyata keserakahan manusia yang pernah hadir di negeri ini. Ia adalah Nabot abad ke 20. Aku hanyut membaca buku Professor Doktor Salim Said, satu buku yang bersaksi tentang keserakahan orang ini. Dua kali aku membaca buku ini. Orang ini bukan saja serakah, tetapi lebih dari itu dia memerintah negeri ini dengan kelicikan dan hati penuh dendam. Orang ini memegang kekuasaan sebagai presiden selama 32 tahun. Sejarah sudah membuktikan bahwa semakin lama seorang presiden memegang kekuasaan, maka kejahatan siap akan mengikuti dibelakangnya. Ada akibat dikemudian hari dengan perbuatannya. Siapa menabur, maka dialah juga yang akan menuai, ini kata pribahasa. Semua teman-teman yang berjuang demi keberhasilan orang ini menjadi presiden, orang nomor satu di negeri ini, satu demi satu disingkirkannya. Orang ini seorang jenderal angkatan darat, tetapi tidak ada satu pun dari anak-anak lakinya yang menjadi tentara. Yah, paling sedikit jadi polisi begitu. Tak ada satu pun. Seorang sersan angkatan darat saja begitu bangga kalau ada anak lakinya berhasil menjadi perwira muda lulusan akademi militer di Magelang. Kondisi seperti ini memberi indikasi, bahwa orang ini sebagai ayah yang tidak memberi teladan militer kepada semua anak lakinya. Menurut buku Salim Said tentang orang ini, dia adalah seorang yang pada masa kanak-kanaknya mengalami kehidupan yang miskin sekali dan dia tidak menginginkan semua anak-anaknya mengalami seperti yang pernah dialaminya.

Peristiwa pembunuhan enam jenderal dan satu perwira muda yang terjadi pada Oktober 1965, orang ini tidak tersentuh dari peristiwa pembunuhan. Tidak ada alibi yang dapat membuktikan, bahwa orang ini terlibat peristiwa berdarah ini. Orang ini tidak terlibat tetapi hanya memanfaatkan situasi dan kondisi yang pelik di negara ini pada waktu itu untuk kepentingannya sendiri. Dari banyak sumber, orang ini hampir tersingkirkan dari karirnya sebagai perwira militer dan beberapa orang yang sangat berpengaruh membuat dia hampir kehilangan karirnya adalah dari enam jenderal yang mati terbunuh ini. Walaupun orang ini berpangkat perwira tinggi, dia ditempatkan pada satuan yang tidak strategis menurut konteks waktu itu, dia masih mempunyai komandan yang lebih menentukan dalam pengambilan keputusan. Ia memang menginginkan jabatan ini, tetapi bagaimana mungkin mendapatkan jabatan ini bagi seorang yang karir militernya mandek stagnan. Beberapa jam sebelum peristiwa pembunuhan terjadi seorang perwira tinggi angkatan darat berpangkat kolonel telah melaporkan kepadanya, bahwa ada gerakan pasukan untuk menculik para jenderal. Seharusnya dia melaporkan kepada atasannya. Tapi dia diam saja. Ketika peristiwa pembunuhan enam jenderal ini terjadi, dia mempunyai responsibilitas yang akuntabel untuk menggantikan komandannya yang jabatannya memang sedang diincar. Bagaimana nasib kolonel anak buahnya ini? Masuk penjara tanpa pengadilan selama bertahun-tahun. Dan, semua orang telah yang berjuang mendudukan dia menjadi orang nomor satu di negeri ini kemudian disingkirkan one by one dari pada nanti membuat masalah. Inilah kelihayannya. Cerdik seperti ular tapi tulus hati seperti burung merpati, demikian firman Tuhan. Ia memang cerdik seperti ular, tetapi juga tidak tidak memiliki ketulusan hati. Perbrndaharaan hatinya dipenuhi oleh sifat tamak


Sorry, ya ..... nanti dilanjutkan lagi ....

Sabtu, 25 Agustus 2018

Orang-Orang Yang Tersesat

Setiap hari kita dapat menjumpai berita orang-orang yang tersesat di kota-kota besar. Jangan tanya di padang pasir atau di hutan rimba, sebab di kedua tempat ini memang tempatnya orang-orang tersesat, apalagi kalau tidak membawa kompas dan tidak mempunyai pengalaman survive. Tanpa alamat jelas atau membawa informasi yang salah mencari alamat seseorang, biasanya berakhir tersesat. Kisah orang yang tersesat di kota besar ada yang sampai kehabisan uang dan menjadi pengemis atau gelandangan. Tersesat di planet bumi masih ada harapan pertolongan, sebaliknya tersesat salah memilih jalan keselamatan siapa yang dapat menolongmu? Menuju keselamatan kekal satu jalan saja, yakni tidak ada jalan keselamatan lain selain hanya melalui Anak Allah yang tunggal, Yesus Kristus Orang Nazaret. Di luar Yesus Kristus tidak ada keselamatan! Salah memilih jalan keselamatan, maka engkau pasti tersesat dan binasa. Yesus Orang Nazaret memberi jaminan tentang diri-Nya, bahwa Dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Dia (Yohanes xiv:6). Tidak ada seorang nabi mana pun yang berani memberi jaminan seperti ini. Walaupun Musa disebut nabi besar bangsa Israel, dia hanya menyampaikan peringatan kepada bangsa ini, bahwa jika mereka tidak mendengarkan suara TUHAN Allah mereka dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang disampaikan oleh Musa kepada mereka pada hari Musa mengucapkan peringatan ini, maka segala kutuk akan datang kepada mereka dan mencapai mereka (Ulangan xxviii:15).

Inilah perintah yang harus dilaksanakan oleh bangsa Israel, yakni barangsiapa percaya kepada Allah, dia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, dia telah berada di bawah hukuman, sebab dia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah (Yohanes iii:18). Bangsa Israel lebih memilih tidak mempercayai Yesus, Anak Tunggal Allah, maka mereka menghadapi konsekuensi hukuman. Bangsa Israel tidak menyadari sama sekali, bahwa Allah di dalam Perjanjian Lama hakekatnya sama dengan Allah di dalam Perjanjian Baru.  Ada dua jenis orang-orang yang tersesat, yakni pertama, orang-orang di luar Kristus dan kedua adalah orang-orang di dalam Kristus sendiri. Orang-orang yang tersesat di luar Kristus jumlahnya sangat banyak dan mereka adalah keprihatinan rasul Paulus. Keprihatinan rasul Paulus adalah keprihatinan dan responsibilitas kita juga. Mereka yang disebut di luar Kristus adalah mereka yang tidak percaya, bahwa yang mati tergantung di kayu salib adalah Yesus Orang Nazaret. Bagi orang-orang seperti ini menerima pemberitaan kematian Kristus di kayu salib adalah kebodohan, maka hidup mereka pasti menuju maut, sebaliknya bagi orang-orang yang diselamatkan pemberitaan kematian Kristus adalah kekuatan Allah (I Korintus i:18). Pemberitaan kematian Kristus adalah pemberitaan salib. Salib Kristus memisahkan dua kelompok manusia, yakni kelompok pertama adalah orang yang menanggapi, bahwa menerima pemberitaan kematian Kristus adalah kebodohan, sebab bagi mereka pemberitaan ini dianggap tidak logis, sebaliknya kelompok yang lain mempercayai bahwa pemberitaan tentang salib membawa keselamatan jiwa orang percaya.

Kekuatan Allah terletak pada firman-Nya, firman yang menguatkan iman kepada Kristus. Firman Allah tidak pernah kembali dengan sia-sia, sebab firman melaksanakan apa yang diperintahkan oleh-Nya. Hikmat perkataan manusia bertentangan dengan kebenaran salib Kristus, bahwa Kristus mati di kayu salib sebagai tebusan kehidupan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Ia memakai engkau yang dipandang bodoh oleh dunia sebagai alat-Nya untuk membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang dunia yang menganggap diri mereka orang bijak. Sebelum Kristus datang ke dunia, manusia harus menumpahkan darah domba atau sapi jantan tak bercacat sesuai menurut Hukum Taurat sebagai lambang penghapusan dosa dan mengingatkan manusia, bahwa dosa pasti menuju maut. Setiap tahun mereka melakukan ritual ini. Namun, bagi orang yang percaya, bahwa darah yang tertumpah di Golgota itu adalah darah Kristus, maka tidak perlu lagi bagi orang percaya untuk menumpahkan darah hewan tak bercacat bagi penebusan dosanya. Penumpahan darah hewan jantan tak bercacat tidak dapat menghapuskan dosa manusia, sebatas sebagai lambang saja. Dan, lambang ini digenapi oleh kematian Kristus di kayu salib. Hanya yang datang dari sorga yang dapat menghapus dosa manusia, yakni Dia yang kudus dan tak berdosa. Kristus adalah manusia yang lahir dari Roh Kudus, air, dan darah. Roh Kudus menunjukkan keilahian Kristus, sebaliknya air dan darah menunjukkan kemanusiaan Kristus, karena Dia datang ke dunia melalui rahim seorang perempuan. Mereka yang menganggap berita tentang salib adalah suatu kebodohan di Indonesia jumlah mereka dapat mencapai 90 persen dari jumlah penduduk termasuk di dalamnya aliran kepercayaan pada suku-suku pedalaman. Sebagian besar mereka adalah pemeluk agama Islam. Untuk tingkat dunia ditambah lagi oleh orang-orang atheis, bahkan Israel di Timur Tengah ummat pilihan Allah sama sekali tidak mau menerima salib Kristus. Pada waktu yang lebih lanjut lagi akan ada semakin banyak orang murtad mengikuti roh-roh sesat melalui nabi-nabi palsu (I Timotius iv:1-2 dan Ibrani iii:12). Kalau Tuhan Yesus datang untuk kali kedua, masih adakah iman di bumi? 

Kelompok kedua adalah orang-orang tersesat di dalam Kristus. Mereka menerima Kristus sebagai Juru Selamat dan mereka dibaptis di dalam Bapak, Anak, dan Roh Kudus. Setiap Minggu mereka mengikuti ibadat di gereja memuji dan memuliakan Tuhan. Namun, dalam keseharian kehidupan rohani mereka tidak merefleksikan, bahwa mereka adalah orang Kristen yang seharusnya taat kepada firman Allah. Adat nenek moyang masih koheren menguasai jiwa mereka. Mereka mengakui sendiri, bahwa mereka tidak dapat meninggalkan warisan nenek moyang mereka. Mereka tersebar di seluruh Indonesia dalam masyarakat suku-suku pedalaman, seperti Nias, Enggano, Batak, Pasamah, Badui Dalam, Ranau, Toraja, Bali, Dayak, Kombai, Korowai, dan seterusnya. Mereka mensejajarkan ilah-ilah mereka di hadapan Allah yang hidup. Mereka menganggap roh-roh nenek moyang bersama Roh Kristus menyelamatkan mereka. Injil Kristus belum sepenuh hati memenangkan jiwa-jiwa mereka, maka mereka mendapatkan kebinasaan sebab pikiran mereka dibutakan oleh ilah-ilah mereka (2 Korintus iv:3-4). Realitas Injil menunjukkan, bahwa mereka membiarkan ilalang tumbuh subur di antara gandum, malah ilalang yang semakin memenuhi ladang gandum (Matius xiii:25-26). Gereja yang semakin kehilangan visinya, maka gereja ini akan redup rohnya untuk berkembang. Hidup segan, mati tak mau. Keberadaan persekutuan ummat di gereja masih tetap ada, tetapi tidak ada sukacita di dalamnya. Gereja berisi orang-orang sesat karena roh-roh nenek moyang mengurung pikiran mereka. Ketika orang Islam berkata, bahwa mereka menyekutukan ilah dan Allah adalah musrik, mereka tidak dapat berkata apa pun, karena faktanya memang demikian, ilah-ilah mereka padukan dengan Tuhan Yesus. Ketika nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu mendemontrasikan suatu mujizat luar biasa, goyahlah iman mereka. Orang kalau sudah goyah imannya, maka tinggal selangkah lagi dia menjadi murtad. Banyak tempat suku pedalaman yang dulu pernah menjadi kantung Kristen, sedikit demi sedikit melepaskan iman mereka kepada Kristus, sebab pada dasarnya iman mereka tidak mengakar dalam menurut ajaran Kristus (Kolose ii:7-8).

Orang Kristen dapat tersesat bukan hanya disebabkan oleh adat nenek moyang, filsafat kosong, ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia juga memberi kontribusi penyesatan, bahkan menafsirkan firman Allah semau pikiran sendiri juga dapat tersesat. Misalnya, menafsirkan ajaran kasih dengan mengijinkan melakukan persetubuhan dengan siapa saja; anak laki dengan ibu kandungnya sendiri, ayah kandung dengan anak kandung perempuan, suami dengan istri tetangga (sekte Children of God), seorang laki boleh memiliki istri sampai dua belas orang (sekte Mormon), Yesus bukan Juru Selamat (sekte Saksi Yehovah). Firman Tuhan adalah kompas yang menuntun pikiran orang Kristen supaya tidak tersesat dalam perjalanan menuju keselamatan kekal, maka bacalah seksama dengan pimpinan Roh Kudus, dan renungkanlah. Engkau tidak akan pernah menjadi pelaku firman dengan benar, kalau pemahamanmu terhadap firman Tuhan tidak benar. Karena itu menurut pesan rasul Paulus kepada jemaat Korintus : " ... Jangan sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (I Korintus vi:9). Pergaulan yang buruk juga dapat membuat orang Kristen tersesat. Orang melakukan percabulan, perzinahan, pencurian, pelahap, hamba minuman, nakotika, perjudian, korupsi, saksi dusta, dan berbagai kejahatan lain dimulai dari pergaulan yang buruk. Sekali lagi rasul Paulus memberi peringatan : "Janganlah kamu sesat ... " (I Korintus xv:33). 

Betapa pun seorang anak perilakunya menjengkelkan kedua orang tuanya, tetapi di lubuk hati terdalam tidak ada orang tua menghendaki anaknya tersesat. Demikian juga bagi seorang gembala, tidak menghendaki domba-dombanya tersesat mengambil jalan sendiri-sendiri. Sebelum penyesatan terjadi tiada hentinya orang tua, gembala, close friend, dan yang paling jauh adalah teman dan tetangga memberi nasehat supaya engkau menjauhi dari segala sesuatu yang dapat membuat engkau tersesat. Penulis amsal mengingatkan, bahwa siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, sebaliknya siapa mengabaikan teguran, tersesat (Proverb x:17). Dengarlah nasehat dan perhatikan teguran. Untuk kedua hal ini, nasehat dan teguran. Selagi ada sahabatmu di dalam Kristus masih mau memberi nasehat dan teguran kepadamu, artinya engkau masih dikasihi oleh Tuhan. Seorang tua di Hong Kong memberi nasehat kepada seorang anak lakinya demikian : -- Jangan dekat dengan obat bius (narkotika). Jangan pernah ikut terlibat dalam gang. Jangan berjudi.-- Orang tua ini adalah ayahnya Jackie Chan. Engkau tahu siapa Jackie Chan? Ia adalah moviestar laga terkenal  di seluruh dunia berasal dari Hong Kong. Tuhan tidak menghendaki engkau tersesat, maka dengarkan nasehat dan teguran orang tuamu di dalam Kristus selagi orang tuamu masih ada.-

Selasa, 31 Juli 2018

Orang-Orang Yang Tersingkirkan

Setiap hari di mana saja selalu ada orang-orang yang tersingkirkan. Dari mereka yang berasal dari strata bawah sampai strata atas. Bersiaplah menjadi orang yang tersingkirkan supaya engkau menjadi orang yang masih dapat menikmati betapa indahnya hidup ini. Hidup ini adalah anugerah Tuhan, maka nikmatilah selagi engkau masih hidup. Keadaan apa pun yang engkau alami adalah sebagai akibat tindakan yang engkau lakukan jauh sebelumnya. Mengapa sampai ada orang-orang yang tersingkirkan?

Dilahirkan dalam kondisi yang tidak menguntungkan baik secara fisik maupun secara mental. Siapa yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orant tuanya sehingga dia dilahirkan buta, tanya seorang murid kepada Yesus. Bukan orang ini, juga bukan orang tua orang ini melainkan pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam orang ini, jawab Yesus. Apa saja pekerjaan Allah yang harus dinyatakan di dalam orang-orang seperti ini? Allah itu Roh. Melalui orang-orang yang tergerak hatinya, maka Roh memberi semangat bagi jiwa orang-orang cacat sehingga hidup ini tetap terasa penuh gairah. Orang tua adalah orang pertama yang seharusnya tergerak hatinya untuk memberi semangat anaknya terlahir cacat. Tidak cukup hanya memberi belas kasihan, sebaliknya jauh lebih banyak memberi semangat dan keterampilan yang dapat digunakan menopang hidupnya secara mandiri.

Kalah dalam persaingan dalam berbagai bidang, seperti bisniz, olah-raga, kompetisi bakat, pekerjaan, lamaran pekerjaan, dan lain sebagainya. Singa jantan yang telah tua dan tak bertenaga lagi, maka dia harus merelakan dirinya tersingkir dari persaingan dengan singa pejantan yang lebih muda dan perkasa. Preman penguasa suatu wilayah bisniz harus merelakan dirinya tersingkir dalam perebutan kekuasaan dengan calon preman yang muda dan perkasa. Dari sejak engkau lahir sampai Tuhan memanggilmu kembali, engkau melihat realitas kehidupan ini, bahwa dunia tempat manusia saling bersaing. Di antara kedua belas murid Yesus perlu bersaing untuk dapat duduk di sisi kiri dan kanan Yesus kelak Kerajaan-Nya. Di dalam gereja saja ada persaingan, maka apalagi dalam dunia sekuler. Di mana ada persaingan dan ketamakan, maka di situ syaiton mempunyai ramuan khusus untuk membuahi dosa. Iblis sudah mengintip-intip untuk memenuhi ketamakanmu.

Aspek sosial, politik, dan ekonomi adalah tiga serangkai yang tidak terpisahkan yang dapat membuat engkau menjadi orang yang tersingkirkan. Sebut sajalah ini adalah trinitas dunia sekuler. Orang yang pernah masuk ke dalam penjara karena tindakan kriminal yang pernah dilakukan olehnya, maka dia pasti tersingkirkan dari masyarakat tempat dia menetap. Masyarakat sudah memberikan stigma atas dirinya. Orang seperti ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghapus stigma pada dirinya dan harus disertai tindakan yang memberikan manfaat bagi lingkungannya. Jalan pintas yang dilakukan adalah pindah alamat sejauh mungkin ... pindah ke Uganda. Pada 1965 terjadi gejolak politik yang sangat luar biasa mengubah seluruh tatanan kehidupan di negeri ini. Partai Komunis Indonesia dipandang sebagai arsitek kegaduhan politik luar biasa di negeri ini. Jutaan anggota partai ini menjalani hukuman mati, dibunuh oleh massa di luar pengadilan yang sah, dijebeloskan ke dalam penjara dan siksaan fisik tanpa pengadilan, atau dikirim ke penjara alam, pulau Buru yang dikelilingi laut dalam penuh ikan hiu. Jumlah yang terbanyak adalah mati dibunuh massa di luar pengadilan. Well, well, well, istri, anak, keponakan, cucu, menantu, sampai lingkaran, kata orang sampai lingkaran ke sembilan, mereka ini menjadi orang-orang yang tersingkirkan, walaupun mereka tidak terlibat. Semisalnya ada anak kecil kedapatan dia adalah anaknya Parman dan ayahnya Parman ini adalah Soetomo, bekas anggota Partai Komunis Indonesia yang dikirim ke pulau Buru, maka sudah cukup alasan menjadi anak yang tersingkirkan dengan sebutan "Anak PKI". Anak-anak yang tersingkir karena korban politik. Mereka adalah orang-orang yang tersingkir pada saat tumbuh dewasa di negeri ini. Berbagai kesulitan mereka hadapi sebagai orang-orang yang tersingkir, seperti sulit mendapat pekerjaan, sulit mendapat tempat pemukiman, sulit bermasyarakat, dan sulit mendapat jodoh. Korban politik ada di mana-mana di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia.

Bergaul itu membutuhkan uang. Dua atau tiga orang berkumpul membutuhkan biaya ekonomi untuk memeriahkan pertemuan yang sederhana sekali pun. Di Indonesia sudah terbiasa pertemuan sederhana seperti ini dihidangkan singkong atau pisang goreng dan minumnya satu dua cangkir kopi tubruk, mau berapa cangkir tergantung berapa orang yang hadir. Semakin tinggi level ekonomi suatu kelompok komunitas, maka mereka membutuhkan segala sesuatu yang eksklusif dan yang dihidangkan juga pasti tidak murah. Dan, yang pasti lebih sering bayar sendiri-sendiri. Kalau engkau menyadari tidak mampu di lingkungan seperti ini, menyingkirlah dan engkau menyadari menjadi orang yang tersingkir dari kelompok pergaulan semacam ini. Orang-orang dari golongan ekonomi kuat cenderung bersikap menekan terhadap mereka yang berekonomi lemah. Realitas Injil tentang pergaulan semacam ini tertulis di dalam kitab Amsal, bahwa orang miskin  berbicara dengan memohon-mohon, sebaliknya orang kaya menjawab dengan kasar. Orang miskin dibenci oleh saudara-saudaranya, apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia. Ia mengejar mereka, memanggil mereka, tetapi mereka tidak ada lagi.

Siapakah yang telah disumpahi oleh Tuhan sehingga ada orang yang tidak dapat masuk ke tempat perhentian-Nya? Mereka adalah orang-orang yang tidak taat sehingga tidak dapat masuk ke tempat perhentian (baca : Ibrani iii:18). Semua orang, baik orang percaya maupun orang tidak percaya dalam perjalanan menuju ke tempat perhentian. Suatu perjalanan panjang yang semakin dekat ke tempat tujuan. Orang-orang yang tidak taat pasti akan menjadi orang-orang yang tersingkir dari hadapan Tuhan. Bukan setiap orang yang berseru : Tuhan! Tuhan! Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang taat dengan kehendak Bapa.

Tuhan sudah memberi peringatan, bahwa engkau harus waspada terhadap nabi-nabi palsu dan pasti membawa ajaran palsu datang kepadamu dengan menyamar sebagai domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala buas (Matius vii:15). Mungkin engkau tidak menyadari sedang menelan ajaran-ajaran palsu dan mengajarkan pula kepada orang lain dan melaksanakan ajaran ini, maka engkau layak disebut penyesat dan engkau layak disingkirkan oleh Tuhan. Tanda-tandanya orang yang disingkirkan dari umat Tuhan (baca : gereja) karena sesat adalah dia menjadi kedahsyatan di antara umat Tuhan. Di gereja-gereja saat ini banyak beredar ajaran sesat dan banyak anggota jemaat tidak menyadari, bahwa mereka tersesat! Selidiki setiap roh di sekelilingmu. Banyak membaca firman Allah dan banyak berdoa, maka Roh Kudus pasti membuka pikiranmu dan engkau semakin mengerti Kitab Suci. Waspada! Waspada! Waspada! 


Selasa, 24 Juli 2018

Perduli Kepada Orang Miskin

Bagi orang miskin uang sebesar 500 rupiah masih dianggap berharga sekali, tapi bagi orang kaya uang sebesar 3 juta rupiah, lupakan saja katanya. Donatto, temanku bercerita kepadaku, bahwa adik iparnya, Diana tidak mau memberi tanda tangan sebagai bagian dari ahli waris. Katanya, Kardono dulu memberi tanda tangan sebagai kakak yang dituakan, padahal Kardono, kakaknya Donatto mengijinkan atau telah memberi mandat Diana untuk memberi tanda tangan dulu karena Kardono masih di Singapore.
Kardono, Donatto, dan Diana adalah tiga bersaudara kandung yang masih hidup. Kardono berdomisili di Palembang, Donatto di Bekasi, sedangkan Diana domisili di Madiun. Hampir dua tahun mengurus kakak laki-laki tertua yang karena salah mengelola hidupnya, maka Hendro kakak tertua ini terdampar di panti werdha di Jakarta Selatan. Donatto! Ia buka orang yang memiliki uang berlebihan, tetapi hatinya terbeban utnuk melayani kakak tertua. Sebetulnya Hendro adalah anak laki-laki kedua, yang sulung, kakak Hendro sudah lebih dahulu dipanggil Tuhan dan dimakamkan di Pondok Rangon, Jakarta Timur. Setiap bulan dia mengunjungi kakaknya dan membawakan makanan sekedarnya. Masakan di panti werdha hambar rasanya, kata kakaknya, maka dia suka membawakan satu botol kecap manis ABC penawar rasa hambar. Inilah masakan di panti werdha : nasi, sayur timun, tempe atau tahu goreng. Sebulan sekali boleh makan ayam goreng. Walaupun diberi kecap untuk penawar rasa hambar, tidak lama kemudian bosan juga.
Kakaknya ini adalah pensiunan pegawai negeri sipil di bawah direktorat pariwisata Jakarta dan seorang master akuntan. Sebagai seorang pensiunan memiliki uang pensiun yang diterima setiap bulan melalui Bank DKI Jakarta. Tidak besar hanya 3 juta rupiah per bulan. Setiap bulan kakaknya menyerahkan satu per sepuluh dari uang pensiunnya untuk persembahan di gereja yang dititipkan kepadanya. Kehidupan yang tragis dari kakaknya. Gelar master akuntan diperoleh dua tahun setelah pensiun dengan menggadaikan surat keterangan pensiun kepada Bank DKI tersebut di atas. Gelar master untuk menambah pamor sebagai dosen di suatu universitas tempat kakaknya mengajar. Ada kira-kira 200 orang penghuni panti werdha ini, ada yang sudah menghuni di sini selama 4 tahun kata kakaknya, tetapi kakaknya hanya bertahan 23 bulan saja, dua tahun kurang satu bulan. Kakaknya tetap berstatus lajang saat Tuhan memanggilnya.

Satu bulan kemudian Donatto datang ke bank untuk melihat kondisi hutang kakaknya, bank menyatakan bahwa hutang sudah lunas, tetapi pihak bank mengatakan bahwa kakaknya masih memiliki saldo pensiun sebesar 3 juta rupiah dan disarankan meminta penjelasan ke Bank Taspen. Pihak Taspen menyatakan bahwa uang pensiun terakhir harus diambil oleh pewarisnya mengingat dia tidak mempunyai istri. Namun, untuk mengambil saldo terakhir ini harus ada bukti tanda tangan para ahli waris, yakni : Kardono, Donatto, dan Diana.

Seharusnya yang berbicara adalah Diana sebagai adik perempuan pemegang warisan, tetapi yang berbicara adalah suaminya, Martin Santos. Hendro tidak menyusahkan orang ketika meninggal dunia, sebab semua biaya pemakaman di Pondok Rangon telah ditanggung oleh panti werdha Margaguna, Jakarta Selatan. Saldo milik Hendro ini rencananya kalau dapat dicairkan, lumayanlah digunakan untuk membuatkan batu pusara. Martin Santos memang pengusaha sukses di kotanya, tetapi kurang keperduliannya terhadap orang lain yang susah. Dan, ditambah lagi Diana, istri Martin dan adik kandung bungsu mempunyai hubungan yang tidak harmonis dengan Hendro. Diana pernah berkata kepada Donatto, bahwa dia tidak mau mengurus hari tua Hendro, kakak kadungnya sendiri. Diana bukan orang kekurangan, sebaliknya dia adalah orang berkelebihan harta, tetapi hatinya kosong cinta kasih perduli terhadap sesama. Menolong orang apalagi terhadap saudara kandung sendiri adalah perbuatan mulia di hadapan Tuhan. Suatu perbuatan mulia tak berkesudahan.

Apakah semua orang kaya sulit masuk ke dalam Kerajaan Allah? Tuntutan utama dari Yesus Orang Nazaret adalah supaya orang hidup dalam kasih (Leon Morris, Gandum Mas, terjemahan, 1996, hlm 190). Hukum Taurat harus ditafsirkan dan dilaksanakan dalam berbagai aspek kehidupan yang menyentuh kemanusiaan. Allah menjelma menjadi manusia di dalam diri Yesus untuk kebutuhan manusia yang paling universal, yakni kasih. Allah melalui Yesus menyelamatkan manusia karena kasih (Yohanes iii:16). Orang yang menutup hatinya terhadap saudaranya sendiri yang dalam kekurangan, maka dia dapat dikatakan tidak mempunyai kasih Allah di dalam hatinya (I Yohanes iii:17). Di mana pun engkau berada selalu ada orang miskin yang membutuhkan bantuan. Dunia memang tempat kesulitan hidup. Tidak semua orang Kristen orang berpunya. Ada kelompok jemaat yang isinya melulu orang miskin, maka mereka disebut jemaat Makedonia. Ada yang makan saja menahan lapar makan satu hari sekali. Problem perumahan ada yang tidak mempunyai uang cukup untuk membayar sewa rumah. Tuhan memang memelihara mereka sebagaimana Dia memerintahkan burung-burung gagak membawa daging dan roti untuk Elia yang bertahan hidup di tepi sungai Kerit. Namun, Tuhan itu menguji hatimu, apakah engkau memiliki keperdulian terhadap orang lain terlebih saudara kandungmu yang membutuhkan pertolongan. Orang dapat perduli terhadap orang miskin hanya apabila dia memiliki kasih Allah di dalam hatinya.-


Jumat, 29 Juni 2018

Sariawan

Aku baru saja sembuh dari penderitaan sariawan. Sariawan adalah suatu penyakit di dalam mulut dan bibir yang disebabkan kekurangan vitamin C. Aku mengalami penderitaan ini selama satu bulan lebih. Biasanya sariawan beres paling lama 2 minggu. Labih dari satu bulan aku jadi teringat dengan suami teman perempuan waktu di SMA yang menderita sengsara oleh penyakit ini sampai mati.

Satu minggu pertama menjelang minggu kedua aku mengonsumsi vitamin C dosis tinggi, 500 mg. Tetap saja tidak sembuh. Kemudian aku mengonsumsi jeruk lemon selama 4 hari, satu buah yang besar per hari dan kemudian dilanjutkan dengan jeruk nipis dan minum jus jamu biji [guava java]. Perlahan-lahan dua minggu kemudian sariawan hilang. Biasanya minum perasan jerus nipis plus setetes kecap atau jeruk lemon 2 buah saja sudah cukup untuk menyembuhkan sariawan dalam waktu singkat. Ini tergolong sariawan bandel!

Konon yang merasakan kali pertama sariawan adalah pelaut-pelaut Inggris ketika mereka masih menjelajah mencari daerah-daerah baru pada abad ke 18. Pada pelayaran berikutnya mereka selalu membawa buah jeruk, sebab mereka meyakini bahwa jeruk adalah sumber vitamin C. Pengalamanku menunjukkan, bahwa semua vitamin C produk artifisial dari bahan kimia ascorbic acid dengan dosis tinggi sekali pun, tidak seampuh vitamin C yang berasal dari sumber buah penghasil vitamin C. Walaupun vitamin C dari sumber buah-buahan tidak setinggi dari vitamin C produk artifisial, vitamin C organik lebih ampuh. Sumber vitamin C organik diperoleh dari buah-buah seperti : jambu biji [guava java], jeruk berbagai jenis, pisang Kavendish, kiwi, mangga, cabe merah, sirzak, anggur, dan nanas.-

Orang Sunda Tidak Nasionalis?

Pada 27  Juni 2018 telah berlangsungpesta demokrasi untuk pemilihan gubernur gubernur Jawa barat. Calon gubernur nomor 2 yang didukung oleh hanya satu partai, yakni PDI-P telah kalah pada perhitungan quick count. PDI-P adalah partai yang memiliki sejarah panjang di negeri ini yang berbasis nasionalisme. Pada era rezim Orde Baru dibawah pimpinan Presiden Suharto semua partai yang berbasis nasionalisme digabungkan salam wadah partai yang bernama PDI. Satu dari beberapa partai berbasis nasionalisme adalah PNI, Partai Nasional Indonesia, partai berbasis nasionalisme yang beranggotakan paling banyak. Kemudian PDI pecah menjadi PDI dan PDI-P. Perpecahan partai ini mengingatkan pecahnya Kerajaan Kediri menjadi dua kerajaan, yakni Jenggala dan Daha. Jenggala mati suri sedangkan Daha tetap berjaya, begitu pun PDI, partai ini mati suri sebaliknya PDI-P tetap berjaya sampai sekarang.

Siapakah yang disebut orang Sunda? Mereka yang disebut suku Sunda adalah orang yang menetap di kabupaten-kabupaten di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Cimahi, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, dan Kuningan; mereka berbahasa Sunda, lahir di tempat-tempat ini dan bermentalitas Sunda. Bekasi, Karawang, Indramayu, dan Cirebon secara geografis memang termasuk Jawa Barat, tetapi sudah tidak begitu kental kagi kesundaannya.

Mayoritas orang Sunda beragama Islam. Mereka bangga dengan identitas sebagai orang Islam sebagai identitas pribadi dan identitas ini sudah menjadi identitas nasional mereka. Satu grup musisi dari Bandung melantunkan banyak lagu pujian [qasidah] sebagai pujian atas identitas mereka. Biasanya lagu-lagu ini sering dilantunkan apabila Hari Raya Idul Fitri tiba. Adalah seorang kelahiran Jawa Timur bernama Sekarmadji Kartosoewirjo menikah dengan gadis Sunda ingin mewujudkan impian membangun Negara Islam Indonesia. Impiannya didukung oleh sebagian besar orang Sunda pada dekade 50-an. Namun, impiannya tidak diijinkan oleh Gusti Allah, maka berakhirlah upaya pemberontakan Kartosoewirjo terhadap pemerintahan sah Republik Indonesia.

Kartosoewirjo memang sudah mati, tetapi cita-cita untuk membangun negara Islam tidak pernah padam. Sayup-sayup dalam alam bawah sadar para bekas pengikut-pengikutnya masih tetap ada. Kondisi seperti ini tidak bedanya dengan orang Jawa pada abad XIX sangat merindukan kedatangan Ratu Adil, bahkan sampai runtuhnya rezim Suharto sayup-sayup pikiran seperti ini masih ada di tengah masyarakat Indonesia [baca : suku Jawa]. Memang tidak mudah melepaskan impian yang salah. Kisah Kartosoewirjo ini dudah menjadi suatu cerita yang dituturkan dari satu generasi ke generasi berikut membentuk satu mentalitas yang semakin koheren pada masyarakat tertentu di lingkungan orang Sunda. Aku pernah membaca dari berbagai sumber, bahwa di Jawa Barat bagian selatan paling tidak terdapat 6 juta jiwa yang buta Pancasila. Kondisi buta Pancasila dalam jangka waktu lama jika dibiarkan, dapat membangkitkan kembali impian yang dulu pernah ada, yakni suatu pemikiran untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di Indonesia pada abad ke 21 ini justeru ada seorang figur menonjol yang berani menyatakan, bahwa Indonesia akan dinyatakan bubar pada 2030. Edan tenan! 

Will be continued ...