Tampilkan postingan dengan label Church Today. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Church Today. Tampilkan semua postingan

Jumat, 31 Juli 2020

Berdiri Teguh Tetap Setia

Aku bertemu muka dengan seorang kenalan yang aku kenal melalui perkenalan dari Facebook. Kami berbincang-bincang lama di rumahnya. Ia telah lama menekuni professi sebagai pendeta di satu gereja di Bekasi. Prihatin juga aku mendengar ceritanya. Dulu sebelum menjadi pendeta dia berprofessi sebagai tekhnisi di satu pabrik perakitan mobil di Jakarta Utara. Kemudian dia memutuskan sepenuh waktu untuk melayani domba-domba Tuhan. Ketika masih muda dan bersemangat tinggi, dia disambut gembira meluap oleh gembala senior. Dan, selanjutnya dia melayani di sini sepenuh waktu. Namun, ketika pak gembala senior semakin tua dan anak-anaknya semakin besar, maka mulailah berani mengatur temanku dan senior yang lain. Dengan alasan effisiensi dan peremajaan, temanku dengan beberapa temannya yang lain kehilangan kesempatan melakukan pelayanan rohani di gereja ini lagi. Mungkin paling sedikit dia sudah melayani di tempat ini selama 30 tahun dan sudah mapan dari sisi ekonomi. Pendeta muda dan pendeta pembantu yang sudah lama mengabdi tentu beban gereja bagi gaji mereka, sebaliknya mengganti dengan yang masih hijau pasti lebih effisien, maka tegalah gereja memangkas yang sudah tua dan digantikan dengan yang muda segar dengan gaji lebih murah.

Tuhan memberi tempat baru bagi temanku ini, yakni satu gereja kharismatik juga seperti gereja sebelumnya yang dikelola oleh gembala Johnny Brasco. Namun, tidak lama kemudian mungkin tiga tahun setelah pertemuanku dengan temanku ini dia dipanggil oleh Tuhan menuju alam kekekalan. Bagi orang percaya dia dipanggil oleh Tuhan memang sudah waktunya dipanggil. Dipandang dari sisi kemanusiaan kepergiannya tidak lepas dari beban tekanan batin. Pendeta juga manusia biasa yang membutuhkan biaya hidup untuk dirinya dan keluarganya. Yang tadinya nyaman kemudian diusik kenyamanannya.

Dulu aku dan istriku mengikuti ibadat di Gereja Kristus Penebus di Jakarta Utara dengan gembala Leo Hubertus Takarbessy. Kami menerima pemberkatan pernikahan di gereja ini lebih 20 tahun yang lalu. Aku dibaptis selam di gereja ini karena mengikuti peraturan bahwa menikah di gereja ini harus dibaptis selam karena aku sebelumnya dibaptis percik di kota Palembang, sementara istriku sudah lama menjadi anggota jemaat di gereja ini, bertahun-tahun sebelum aku mengenalnya di sini.  Gereja Kristus Penebus tergolong yang paling lama dan berpengaruh di Jakarta. Pendeta yang mengeksekusi pembaptisan selam bagiku, namanya Bambang Gunadi, wakil gembala.

Kemudian kami sekeluarga pindah ke Bekasi tanpa lapor pindah dan mengikuti kebaktian Minggu di kota ini. Sepuluh tahun kemudian kami kembali mengikuti kebaktian Minggu di gereja tempat kami menerima sakramen pernikahan. Ada yang berubah ketika aku kembali ke sini, yakni pertama wakil gembala yang lama, Bambang Gunadi sudah tidak ada lagi. Posisi wakil gembala ditempati oleh anak sulung laki bapak gembala, yakni Jimmy Hendrix Takarbessy  MTh. Perubahan kedua adalah jumlah domba-domba yang ada berkurang tinggal kira-kira separuh dari yang pernah ada. Dari yang hadir saja belum tentu anggota tetap terdaftar, karena banyak juga di antaranya adalah tamu. What happened to the church?

Ada beberapa teman lama kami yang masih mengenal kami ketika kami kembali ke sini. Aku bertanya ke mana perginya ex wakil gembala lama. Aku mendapat info secara bisik-bisik apa yang terjadi di gereja ini sehubungan dengan ex wakil gembala, BG. "Ssssst .... jangan diceritakan ke orang lain." "Percakapan ini antar kita saja, ya." Bisik-bisik seperti ini biasanya tentu ada sesuatu yang tak beres di tempat ini. Di rumah Tuhan yang besar gedungnya. Sekarang keadaan bapak gembala tidak fit betul, sedang mengidap penyakit degeneratif karena kebanyakan makan enak. Aku selalu mendoakan kiranya Tuhan memberkati kesehatannya dan mengijinkan pak gembala melayani domba-domba di sini lebih lama lagi. Seorang teman lama di sini berkata kepadaku, bahwa BG telah diberhentikan dari jabatannya karena tertidur di tempat pekerjaannya. Temanku tidak menyebut rinci pada pukul berapa BG tertidur dan di mana pula tertidurnya? Masalah tertidur di kantor gereja ini menjadi berita besar di gereja ini, sebab BG membawa kasus tidur ini ke pengadilan negeri dan dia menang sehingga pak gembala diharuskan membayar kerugian materi kepadanya. BG orangnya cerdik dan pak gembala tidak waspada.

Di Indonesia setiap pekerja mempunyai hak dan kewajiban. Seorang pekerja mempunyai hak istirahat selama satu jam dalam delapan jam dia berada di tempat pekerjaannya. Istirahat dari pukul 12.00 - 13.00 untuk Senin sampai Kamis sedangkan Jumat dari pukul 11.00 - 13.00. Peraturan ini tertulis dalam Undang-Undang Tenaga Kerja dan berlaku di mana saja di dalam wilayah hukum Indonesia, siapa saja berstatus sebagai pekerja walaupun di kantor rumah ibadat sekali pun dia berhak istirahat pada waktu tersebut di atas. Seorang pekerja dalam melaksanakan hajat istirahatnya yang lamanya satu jam dan dua jam pada hari Jumat, bebas mau tidur di mana saja, kecuali di jalan raya. Keputusan pengadilan di dalam wilayah hukum di Indonesia berlaku atas logika hukum bukan yang tertulis di dalam Alkitab (baca : Kitab Suci Agama). Sekiranya ex wakil gembala, BG tidur di kantor gereja mulai pukul 11.00, yakni saat orang Islam bersiap akan melaksanakan shalat Jumat, pak gembala tidak dapat menggugat, sebab orang yang non-Islam juga ikut terhisab dan Undang-Undang ini  berkekuatan hukum tetap.

Dalam konteks seperti ini tidur atau tertidur di dalam ruang kantor gereja sebetulnya bukan masalah besar untuk dibawa sampai ke ruang pengadilan, apalagi pak BG orang lama sekali di gereja ini. Dari beberapa sumber yang aku dapatkan di gereja ini, bahwa pak gembala dan pak BG sudah berteman sejak masih kuliah di satu sekolah tinggi teologia di Jakarta Selatan dan satu kamar dalam asrama sekolah. Satu terhadap yang lain sudah saling tahu bau keringatnya masing-masing. Mereka pasti sudah tahu, bahwa kasih itu artinya saling memaafkan. Ketika aku masih bekerja di pabrik semen ketahuan tertidur oleh inspektur orang Jerman pada pukul 11.30 siang, tak ada kartu peringatan apalagi pecat. Aku tertidur di kursi dan inspektur hanya ketuk dinding kaca pembatas ruangan memberi peringatan dengan telunjuk tangannya. Aku mempunyai asumsi, bahwa mungkin pak gembala, LHT mempunyai agenda tersembunyi terhadap ex wakil gembala, BG sambil menunggu kesempatan untuk mengeksekusinya. Hanya Gusti Allah Yang Mahatahu dan pak gembala yang mengetahui apa agenda tersembunyi ini. Tidak lama kemudian Jimmy Hendrix Takarbessy, anak laki sulung menggantikan kedudukan BG sebagai wakil pak gembala. Terlalu lama menunggu ex wakil gembala Rest In Peace dipanggil oleh Gusti Allah, maka dirasa ada kesempatan langsung eksekusi. Apakah eksekusi ini atas kehendak Gusti Allah?

Dua cerita yang telah aku tuliskan pada posting ini mungkin hanya potongan kecil keadaan carut-marut organisasi gereja khususnya di lingkungan kharismatik. Aku kecewa! Banyak model organisasi gereja, tetapi keributan yang diam-diam justeru sering terjadi di lingkaran kharismatik. Disebut diam-diam karena anggota jemaat banyak yang tak tahu isi jeroan organisasi. Organisasi! Bagaimana pun hebatnya organisasi gereja, tetaplah buatan manusia. Dan, bagaimana pun kecewanya engkau terhadap satu organisasi gereja, ingatlah Tuhan telah berpesan kepada Raja Daud, bahwa orang percaya jangan mengusik orang-orang yang diurapi oleh Tuhan dan jangan berbuat jahat terhadap hamba-hamba Tuhan (1 Chronicle xvi:22). Berdoalah kepada Bapa di sorga supaya Dia mengampuni hamba-hamba-Nya yang ditunjuk oleh-Nya menjadi gembala bagi domba-domba-Nya, tetapi telah membuat kecewa domba-domba-Nya. Bagaimana pun juga seorang hamba Tuhan adalah manusia biasa yang dapat terpeleset. Berĸirilah teguh, jangan engkau membiarkan Iblis mencuri segala sesuatu yang telah engkau miliki di dalam jiwamu, dan tetaplah setia kepada Yesus Orang Nazaret yang telah menyelamatkanmu.-

===================================

Selasa, 18 Februari 2020

Gereja Adalah Tempat Berkumpul Orang Beriman

Pada jaman raja Salomo konsep gereja sebagai tempat berkumpul orang beriman belum ada, tetapi Tuhan telah menetapkan tempat yang dipilih oleh-Nya untuk dibangun Bait Allah sebagai tempat persembahan. Atas seizin Tuhan, Bait Allah dibangun di Yerusalem, Roh Allah hadir ditempat ini. Bait Allah adalah simbol kehadiran Allah di tengah umat-Nya yang kudus, yakni Israel.

Pada masa Salomo, tempat ini hanya sebatas tempat bagi umat Israel menyerahkan persembahan korban penghapusan dosa. Namun, dalam masa sesudah Salomo selama ratusan tahun korban penghapusan dosa lebih ditentukan oleh imam yang terlibat bisniz binatang korban. Misalnya, umat membawa persembahan berupa sapi atau domba jantan tak bercacat ke Bait Allah. Begitu tiba di tempat, imam menyatakan bahwa hewan korban yang dibawa tidak layak untuk persembahan, maka sebagai gantinya harus membeli hewan yang dijual oleh imam melalui antek-anteknya. Praktek kotor seperti ini diobrak-abrik oleh Tuhan Yesus yang sedang mengunjungi Bait Allah (Markus xi:15-18).

Konsep gereja sebagai tempat berkumpul bagi semua orang beriman dimulai ketika Roh Kudus turun atas rasul-rasul di Yerusalem pada hari yang disebut pentakosta. Kemudian banyak orang bertobat dan mengikhlaskan diri mereka untuk dibaptis, jumlah mereka ada kira-kira 3000 jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Kata kunci Kisal Para Rasul pasal 2 ini adalah "berkumpul".


Kamis, 22 Agustus 2019

Kami Mema'afkan Bang Somad

Orang Kristen dan Katholik di Indonesia sudah mema'afkan bang Somad. Orang Kristen dinista keyakinannya sudah pernah terjadi 2000 tahun yang lalu. Jadi, bukan berita baru lagi. Sudah tercatat di dalam Kitab Perjanjian Baru dan dari berbagai sumber sejarah gereja. Orang Kristen tidak perlu membalas penistaan agama dengan demo berkepanjangan. Bagi siapa saja yang terpanggil memikul salib, maka bersiaplah kurang makan, kurang tidur dan diremehkan orang lain. Engkau belum menjadi orang yang rendah hati manakala hatimu menyimpan dendam ketika engkau diremehkan orang lain yang beda keyakinan.

Saulus sebelum menjadi Paulus, dia adalah orang Yahudi dari suku Benyamin, warga negara Romawi yang menetap di Tarsus (Turki sekarang) dan dia lulusan pesantren dibawah pimpinan Gamaliel. Ia pernah melakukan penyiksaan dan pembunuhan terhadap orang Kristen dari Yerusalem sampai Damaskus. Kemudian dia bertobat setelah Roh Kudus menjamah jiwanya. Ia mengubah namanya menjadi Paulus setelah Roh Kudus memperbaharui hidupnya secara total melayani Yesus Orang Nazaret.

Pada tahun 64 M kaisar Nero telah membakar kota Roma, selanjutnya dengan fitnah yang keji orang Kristen dijadikan kambing hitam yang membakar kota ini. Ia memerintahkan tentara Romawi membakar banyak orang Kristen. Namun, kebencian orang Roma pada masa itu hanya sebatas di teritorrial kota Roma, baru 20 tahun kemudian pada masa kaisar Domitianus kebencian terhadap orang Kristen sudah meluas di seluruh kekaisaran Romawi. Pada masa ini, rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos yang sekarang masuk wilayah negara Yunani. Roh Kudus tidak meninggalkan orang percaya. Roh Kudus tidak mengijinkan Paulus melanjutkan penginjilan ke Asia Kecil, melainkan mengarahkan ke Makedonia. Dari kota inilah Kristus semakin dikenal sampai seluruh Eropa. Kekaisaran Romawi pada akhirnya menjadi negara Italia, bagian dari Eropa Selatan sekarang.

Di Rusia selama 70 tahun komunis berkuasa kekristenan mengalami penindasan. Di negara ini agama dianggap candu masyarakat dan dianggap bertentangan dengan kepentingan partai dan negara, maka kekristenan tidak layak untuk berkembang di negara ini. Roh Kudus menyertai orang percaya di Rusia. Pada 1988 melalui orang yang bernama Mikhail Gorbachev yang pada waktu itu adalah presiden Uni Sovyet dengan program keterbukaan (glasnost) dan restrukturisasi ekonomi (perestroika) membawa pembaruan seluruh tatanan kehidupan baru negara ini, yakni negara ini bubar dan negara-negara satelitnya (Union States) berdiri sendiri. Rusia sebagai induk Uni Sovyet berdiri sendiri sebagai Republik Rusia dengan membawa atmosfir kebebasan beragama. Roh Kudus bekerja sangat luar biasa di dalam gereja-gereja di seluruh dunia.

Di Indonesia pada abad 19 masa pemerintah kolonial Belanda, kekristenan terutama di pulau Jawa juga dihambat oleh pemerintah kolonial sendiri. Misalnya, ada seorang Jawa yang akan dibaptis oleh pendeta, orang yang bersangkutan harus diinterograsi dulu oleh polisi, untuk apa kowe orang mau dibaptis. Khotbah ibadah Minggu, sekiranya dianggap dapat menimbulkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban, maka ijin khotbah dari pemerintah dapat dicabut oleh polisi kolonial. Penghambatan identik dengan penistaan. Betapa pun sulitnya menabur benih-benih firman Allah, tetapi Roh Kudus selalu memberi celah-celah penginjilan di tanah Jawa.

Di Republik Israel sekarang ini orang Kristen bukan masyarakat yang klasnya lebih dibandingkan orang Muslim. Yahudi warga masyarakat number 1. Buktinya apa? Lihat saja Betlehem kota kelahiran Yesus oleh tentara Israel pernah dibombardir artileri Israel. Mayoritas penduduk kota ini adalah Arab Kristen dan Katholik. Jangan geram atas keberutalan Israel, sebab Roh Kudus berkuasa untuk mencangkokan mereka kembali (Roma xi:23).

Yesus berkata, ampunilah mereka (atau dia), sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. Yesus berkata bahwa berbahagialah bagi orang percaya yang mengalami derita aniaya karena Dia dan difitnahkan segala yang jahat. Dan, Yesus juga berkata bahwa dunia yang kita diami ini adalah tempatnya penderitaan karena penganiyaan, tetapi orang percaya harus tetap menguatkan hati tetap beriman kepada-Nya. Jadi, ma'afkanlah bang Somad. Ma'afkan dengan hati. Doakan supaya dia bertobat dan tak perlu ada demo berjilid-jilid. Roh Kudus bekerja dahsyat.-

Selasa, 30 April 2019

Keadaan Manusia Pada Akhir Jaman

Keadaan manusia pada akhir jaman  bukan semakin maju dalam peradaban, justeru sebaliknya memperlihatkan berbagai kondisi yang semakin memprihatinkan. Masih kisaran abad pertama Masehi, rasul Paulus menulis surat kepada anak asuh rohaninya yang bernama Timotius, bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, Mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak memperdulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka berkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah (II Timotius iii: 1-4). Manusia semakin menjadi "garang". 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti garang adalah ganas atau buas satu arti kata yang pantas disematkan pada hewan. Jadi, ada seorang manusia atau satu kelompok manusia mempunyai karakter garang, maka layaklah dia disebut serigala berbulu domba. Secara fisik berujud manusia, tapi sudah tidak mempunyai hati nurani. Hanya manusia yang memiliki hati nurani. Di dalam pikiran manusia yang telah dirasuk kegarangan adalah membunuh orang lain yang tidak sejalan dengan ideologinya. Bunuh! Bunuh! Bunuh! Hanya kata ini saja yang ada di dalam benaknya.

Kira-kira 6 abad kemudian setelah penyaliban Yesus Orang Nazaret, muncul agama baru di Arab sebagian besar pemeluknya adalah keturunan Ismael. Walaupun agama ini mengklaim bahwa ajarannya penuh dengan kasih, sedikit demi sedikit kantong-kantong Kristen dari Yerusalem sampai ke Konstatinopel dan dari Yerusalem sampai ke Kartago habis sampai hanya tersisa sedikit. Orang Armenia tentu tidak dapat melupakan sejarah tentang keberutalan tentara-tentara kesultanan Ottoman terhadap jutaan sipil di sini. Pembunuhan dan perkosaan. Kehidupan keras di padang pasir membuat manusia menjadi garang terhadap siapa saja yang berbeda kepentingannya.

Turki pada mulanya adalah kantong Kristen terbesar di Asia Kecil pada akhirnya semakin menyusut drastis dibawah Kesultanan Ottoman yang Islam. Pajak tinggi dikenakan atas orang-orang Kristen. Perempuan-perempuan Kristen terpaksa menjadi Islam kalau tidak mau diperkosa oleh bandot-bandot Turki. Mungkin keberadaan Kemal Ataturk yang menyelamatkan kehidupan Kristen tetap ada di Turki atas seijin Tuhan.

Dipelopori oleh Jerman pada Perang Dunia I yang pecah dari 1914-1918 manusia menggunakan senjata pemusnah massal pertama, yakni bom gas khlor. Jerman dan sekutunya Turki kalah perang dan dipaksa tanda tangan pernyataan kalah perang di Versailles. Walaupun perang telah usai, nafsu untuk menggunakan kekerasan terhadap sesama manusia tidak berhenti. Genosida terbesar terjadi di Eropa selama 6 tahun dari 1939-1945. Nazi-Jerman telah memusnahkan lebih 5 juta orang Yahudi. Rezim Khmer Merah membunuh hampir 3 juta orang Kamboja dalam waktu 2 tahun dari 1975-1977. Bukti nyata manusia semakin garang seperti hewan.

Isi kitab yang dianggap suci oleh penganut agama orang Arab ini sebagian besar isinya serupa dengan Alkitab yang dibaca oleh orang Kristen. Mereka mengklaim bahwa kitab suci mereka adalah wahyu ilahi, sebaliknya Alkitab telah banyak dipalsukan. Mereka mengklaim bahwa ajaran agama mereka adalah ajaran paling benar di dunia ini. Mereka bukan saja semakin banyak pengikutnya, lebih dari itu mereka semakin garang. Selama beberapa tahun di Suriah dan Irak Utara telah muncul kekuatan baru yang disebut Negara Islam Suriah dan Irak (ISIS). Penganut Islam mana saja yang tidak sejalan dengan ISIS, maka mereka akan mendapat mimpi buruk, yakni penumpasan dan perkosaan. Ratusan ribu pengungsi dari Suriah dan Irak membanjir menuju Eropa, akibat manusia di dunia semakin garang. Efek kegarangan mereka semakin meluas sampai ke Indonesia yang sedang memasuki bulan tenang setelah pemilihan presiden 2019. Di satu sisi kubu nasionalis dan pada sisi yang lain kubu Islam radikal yang berniat membangun Negara Islam Indonesia dan mengubah bentuk republik menjadi khilafah. Konon keradikalan Islam di Ibdonesia sudah mulai mengakar sejak 1984. Bagi mereka, tidak ada tempat bagi non Muslim menjadi seorang pemimpin kepala daerah. Mereka bercita-cita membangun negeri ini dengan sistem yang lain dengan Negara Kesatuan Republik indonesia. Mereka menampilkan sikap garang manakala ada seorang non Muslim dan etnis Tionghoa terindikasi akan menjadi pemimpin daerah. Bagi kubu nasionalis, Negara Kesatuan Republik Indonesia berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 adalah harga mati. Indonesia tetap berbentuk republik bukan khilafah.

Kegarangan terbentuk di dalam masyarakat karena beberapa faktor yang memicunya. Banyak pejabat publik tidak memberi teladan kepada masyarakat. Banyak kepala daerah terlibat tindak pidana korupsi dan hukum tidak memberi efek jera. Penjara kini bukan dipenuhi oleh maling ayam atau tukang copet melainkan oleh maling uang negara alias koruptor. Masyarakat melampiaskan rasa tidak puas hukum ini dengan menunjukkan sikap garang, yakni gampang tersinggung. Perkelahian massal antar pelajar mulanya hanya terjadi di Jakarta, tetapi kini sudah menyebar ke daerah-daerah. Di Medan seorang calon pendeta lulusan sekolah tinggi teologia membunuh teman kuliahnya sendiri karena cemburu. Di Purwokerto seorang pelajar membunuh ibu kandungnya karena tidak dikabulkan keinginannya untuk memiliki motor. Bapak kandung memperkosa anak perempuan kandung sendiri. Satu perbuatan yang hanya pantas dilakukan oleh hewan. Seorang perempuan muda tega membunuh teman perempuan dekatnya dengan sianida ke dalam satu cangkir kopi di satu kedai kopi di Jakarta. Jakarta termasuk deretan ten top dunia kota yang tidak ramah bagi perempuan. Di mana ada konsentrasi ekonomi di satu kota besar, maka bersiaplah saja .


Sabtu, 16 Maret 2019

Untuk Siapa Persembahan Perpuluhan?

Sejak berdirinya gereja pertama pada abad ke 2, gereja tidak pernah lepas dari polemik. Polemik adalah suatu masalah yang terus diperdebatkan secara terbuka dan seperti tanpa akhir. Memasuki abad ke 20 gereja memasuki babak baru suatu polemik yang merambah dalam bidang ekonomi. Polemik ini sejalan dengan kemunculan kelompok Injili yang dipelopori oleh gerakan Pentakosta di Amerika.

Pada dekade 90-an majalah Bahana menulis suatu artikel tentang semakin banyak orang mau membangun gereja, walaupun mereka bukan orang-orang dengan latar belakang pendidikan khusus teologia. Mereka adalah sarjana teknik, sarjana ekonomi, sarjana hukum, anyway pendidikan untuk bidang sekuler. Orang-orang seperti ini sudah dapat menghitung besarnya profit yang diperoleh dari persembahan perpuluhan dibandingkan kalau seorang Kristen tetap berkutat menjadi seorang pekerja sampai pensiun. Orang seperti ini secara fisik memang pendeta, tetapi dia adalah seorang tanpa urapan Roh Allah. Lebih tepat dia disebut hamba uang, sebab dia membangun gereja dengan motivasi uang. Barangsiapa mencintai uang, maka dia layak disebut hamba uang. Berbicara tentang persembahan perpuluhan, artinya kita sedang berbicara tentang ekonomi. Ketika ilmu ekonomi semakin maju pesat, maka orang mulai menghitung profit dan prospeknya membangun suatu gereja. Banyak hubungan pertemanan rusak karena uang demikian pula banyak gereja berantakan karena uang, karena tak jelas cash flow persembahan perpuluhan ke mana saja. Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh umat Tuhan adalah :"Untuk siapakah persembahan perpuluhan?" 

Sejatinya persembahan perpuluhan diberikan kepada pendeta (baca : gembala) untuk berbagai kebutuhan gembala dan rumah Tuhan. Tuhan telah menetapkan semua orang Lewi menjadi milik-Nya untuk melakukan tugas pelayanan di Kemah Pertemuan dan tugas pelayanan untuk melayani suku-suku Israel yang lain (Bilangan viii:19). Musa menegaskan pekerjaan orang Lewi, yaitu mereka meletakkan ukupan wangi-wangian. Ukupan wangi-wangian selalu diletakkan di dalam Kemah Pertemuan dan dilakukan oleh orang-orang yang telah ditetapkan oleh Tuhan untuk melakukan pelayanan di tempat ini (Ulangan xxxiii:8). Tuhan telah memerintahkan umat Israel melalui Musa untuk memberikan persembahan perpuluhan (Imamat xxvii:32 dan Ulangan xiv:22). Tidak boleh mengabaikan orang Lewi, sebab mereka tidak memiliki pusaka, yaitu tanah yang dapat dikelola untuk menghasilkan uang (Ulangan xiv:27). Sesudah 70 tahun pembuangan di Babilonia, Tuhan memerintahkan umat Israel melalui nabi-Nya, Maleakhi supaya mereka menyerahkan perpuluhan ke dalam rumah perbendaharaan Tuhan (Maleakhi iii:10). Siapakah orang yang melayani segala sesuatu di dalam rumah perbendaharaan? Orang Lewi! Mereka yang disebut orang Lewi menurut konteks masa kini adalah gembala di gereja. Rasul Paulus menegaskan, bahwa gembala mendapatkan penghidupan dari pelayanan mezbah (I Korintus ix:13-14).

Sepanjang pelayanan Yesus selama tiga setengah tahun di Palestina, Dia tidak pernah berbicara secara eksplisit tentang perpuluhan, sebab pada masa itu pelaksanaan persembahan ini telah berjalan lancar. Dalam Matius xxiii:23 tertulis kalimat demikian :"... yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan ... " Kata "harus" memiliki makna, bahwa segenap orang Israel telah melaksanakan hukum, yakni hukum Taurat. Implementasi hukum adalah ketaatan untuk dilaksanakan.

Orang Farisi tidak pernah berhenti mencobai Yesus, maka pada suatu kesempatan mereka mempertanyakan kepada Yesus, yakni apakah orang Yahudi diharuskan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak. Yesus bertanya kepada seorang Farisi :"Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab orang Farisi :"Gambar dan tulisan Kaisar." (Matius xxii:20). Judul perikopnya sudah jelas tentang membayar pajak kepada pemerintah (baca : Kaisar), bukan tentang persembahan perpuluhan. Pada konteks seperti ini engkau berpikir sudah taat menjalankan semua perintah Allah, tapi apakah engkau juga taat terhadap peraturan pemerintah, yakni membayar pajak. Ketaatan membayar pajak termasuk bagian ketaatan beribadat kepada Tuhan. Rasul Paulus berkata, bahwa tidak ada pemerintah yang tidak berasal dari Tuhan dan pemerintah yang ada ditetapkan oleh Tuhan, maka orang yang tidak taat membayar pajak berarti dia melawan kehendak Tuhan (Roma xiii:1-2). Warga negara yang tidak taat membayar pajak, maka dia akan dikenai sanksi hukum. Umat Tuhan yang tidak memberi perpuluhan ke rumah Tuhan, maka perbuatannya mendatangkan murka-Nya. Musa memohon kepada Tuhan supaya terhadap orang seperti ini Dia memberi ganjaran hukuman (Ulangan xxxiii:8). Sedemikian kejamkah Tuhan memberi hukuman terhadap orang yang melalaikan hukum?

Memang ada juga gembala-gembala yang tidak bertanggungjawab mengelola keuangan gereja, sehingga umat Tuhan terpecah persatuannya. Misalnya, di Korea Selatan pernah terjadi skandal pengelolaan uang gereja sehingga gembalanya berurusan dengan pengadilan. Di Surabaya juga pernah terjadi  satu gereja besar pecah karena salah urus pengelolaan uang perpuluhan. Baik gembala maupun anggota-anggota jemaat adalah dua pihak yang memiliki tanggungjawab masing-masing di hadapan Tuhan. Gembala bertanggungjawab mengelola perpuluhan untuk keperluan keluarganya maupun kebutuhan gereja, sedangkan anggota jemaat memberi perpuluhan memang tanggungjawab yang harus dipenuhi. Tidak memenuhi kewajiban ini dipandang mengusik ketenteraman orang Lewi. Jangan mengusik orang-orang yang diurapi oleh Tuhan dan jangan berbuat jahat terhadap orang-orang yang ditunjuk oleh Tuhan sebagai gembala-gembala-Nya (I Tawarikh xvi:22). Orang percaya harus memahami esensi memberi persembahan, khususnya perpuluhan supaya tidak memberi dengan persungutan, sebab Tuhan mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Orang Lewi (baca : gembala) adalah orang biasa seperti pada umumnya manusia membutuhkan makan. Makan dan pakaian adalah kebutuhan dasar manusia dan mereka juga membutuhkan rumah untuk menetap.



Will be continued ....

Kamis, 31 Januari 2019

Good Bye Pak Gembala

Bukan Donatto Munoz kalau tak ada segala sesuatu yang harus diceritakan kepadaku. Bagi dia rasanya tidak bahagia kalau dalam satu minggu tak bercerita kepadaku. Dan, cerita yang dituturkan kepadaku tidak ada kamus membosankan untuk didengar oleh telingaku. Selalu saja ada issue baru. Begitu cerita dimulai, maka kopi tubruk dan singkong goreng kesukaannya silih berganti masuk ke dalam mulut. Sore ini ada tambahannya, yakni rondoroyal atau tapai goreng. Donat dan cheese cake memang enak rasanya, tetapi singkong goreng adalah camilan favoritnya. Biasanya dia datang ke rumahku setiap Jumat malam. Bertiga kami di teras rumah, aku, Donatto, dan James Sianipar, tetanggaku. Ia mulai dengan ceritanya.

--"Jumat, 25 Januari aku menghadiri ibadah malam pertemuan pelayan dan sebagai hari peringatan ulang tahun bapak gembala, Herman Benyamin Gultom, dilahirkan 62 tahun yang lalu di desa Sinaman, distrik Barus Jahe, kota Kaban Jahe, kabupaten Karo. Dalam khotbah ibadah ini pak gembala berkata, bahwa setiap orang Kristen wajib membangun bait Allah di dalam dirinya, sebab tubuh orang percaya dikuduskan oleh Roh Kudus menjadi tempat kediaman Roh Kudus.

Kali pertama aku menginjakkan kakiku di Gereja Kalimalang Injili Indonesia pada suatu hari Minggu sore, pak gembala membacakan firman di mimbar dari Yosua xxiv:14-15 :  "Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!

Tidak terasa aku telah mengikuti persekutuan ibadat di sini selama empat tahun. Jemaat di sini dibagi dalam wilayah, sektor, dan sel keluarga. Setiap kelompok sel biasanya terdiri dari 5 sampai 10 orang dipimpin oleh seorang pemimpin kelompok sel (pks). Kelompok sel yang semakin banyak jumlah anggotanya, maka sel harus dibelah menjadi kelompok sel lain. Misalnya, Sektor 8 Wilayah Barat. Di wilayah barat terdapat 12 sektor. Mungkin saja di wilayah selatan terdapat 20 sektor. Setiap sel dipimpin oleh koordinator sel, di atas sel ada koordinator wilayah, dan seluruh wilayah dibawah kontrol bapak gembala dibantu oleh istrinya. Jadi, dengan cara demikian jumlah anggota jemaat di seluruh wilayah di Bekasi kira-kira 800 orang. Jumlah anggota jemaat ini belum termasuk cabang-cabang lain di Jakarta dan sekitarnya, total pusat dan cabang-cabang kira-kira 2400 orang. Bapak gembala Gultom mempunyai impian besar untuk memiliki 70 cabang. Bagi orang percaya tidak ada yang mustahil untuk mewujudkan impian ini tercapai, maka diperkirakan minimal dapat mencapai antara 5000 sampai 7000 orang. Untuk ukuran kota sebesar Bekasi, ini adalah jumlah yang fantastis. Sekarang adalah hari ulang tahun beliau yang ke 62. Estimasi pertambahan cabang adalah 2 cabang per tahun, maka pada usianya yang ke 84 terpenuhilah 70 cabang. Kiranya Tuhan memberi berkat panjang usia sehingga dia dapat melihat impian besarnya terwujud demi kemuliaan Tuhan Yesus. Impian membuat manusia hidup bergairah. Namun, yang paling penting gereja ini tumbuh dengan kuantitas dan kualitas yang sehat.

Bapak gembala memiliki seorang istri yang pernah berprofessi sebagai dokter umum, namanya Berliana Hermina Sitompul. Keluarga bahagia ini dikaruniai oleh Tuhan empat orang anak, yang pertama seorang perempuan berwajah baby face, namanya Gina Martha Gultom, yang kedua seorang laki tampan seperti ayahnya waktu muda, namanya Yohanes Hubertus Gultom, ketiga dan keempat  perempuan semuanya cantik, mereka adalah Gwen Maria Gultom, dan Gizela Raissa Gultom. Yohanes lulusan sekolah tinggi ekonomi, Gina lulusan sekolah tinggi publisistik, Gwen lulusan sekolah tinggi kedokteran, sedangkan bungsu Gizela masih kuliah di fakultas sastra Prancis. Bungsu, Gizela, tubuhnya paling subur tapi wajahnya lebih mirip ibunya dibandingkan dua kakak perempuannya, di kedua pipi kiri dan kanan ada lesung pipi yang membuat dia tampak cantik."--

"Apa lagu kesukaan pak gembala?", tanya James Sianipar yang dari awal tampak serius mendengar cerita Donatto. "Inilah dua lagu kesukaannya : 

Bapa di surga kami cinta kau,
Nama-Mu ditinggikan di s'luruh bumi,
Kerajaan-Mu ditegakkan dalam pujian,
Dan umat-Mu b'ritakan karyamu.

** Terpujilah Tuhan Allah yang perkasa,
     Dulu s'karang dan s'lamanya,
     Terpujilah Tuhan Allah yang perkasa,
     Yang berkuasa s'lamanya.

Lagu kedua :

Kasih dari surga memenuhi tempat ini,
Kasih dari Bapa Surgawi,
Kasih dari Yesus mengalir di hatiku,
Membuat damai di hidupku.

** Mengalir kasih dari tempat tinggi,
    Mengalir kasih dari tahkta Allah Bapa,
    Mengalir, mengalir, mengalir dan mengalir,
    Mengalir memenuhi hidupku"--

"Suaramu enak seperti Matt Monroe", kata Sianipar.
"Yang enak itu rondoroyal dan minumnya kopi tubruk.", jawabnya dan tangannya memegang rondoroyal kedua masuk ke dalam mulutnya. Nyam, nyam, nyam. Dilanjutkan dengan kopi sruuup, sruuup. "Di Italia apa ada camilan seenak ini? Di sana nggak ada tapai, jadi nggak ada rondoroyal." Ia melanjutkan lagi ceritanya.

--"Setiap orang yang ingin menjadi anggota di sini diwajibkan untuk mengikuti Training Dasar Rohani Kristen dan sebagai prasyarat untuk melakukan pelayanan di sini. Namun, tidak semua orang yang hadir pada kebaktian Minggu pernah mengikuti training ini, maka orang seperti ini disebut sebagai simpatisan saja. Termasuk aku. Walaupun sebagian besar anggota jemaat ini adalah orang Batak dan Karo, tidak semua orang Batak Kristen menyukai bergabung di sini karena pak gembala menolak pelestarian segala bentuk adat nenek moyang yang dipuja oleh banyak orang Batak Kristen. Di gereja ini tidak ada orang yang mengenakan ulos, yakni selendang khas Batak dan tak ada tari tor tor. Okay-lah, sebagai orang Jawa aku sendiri tak terlalu memusingkan adat Jawa.

Klimaksnya yang membuat aku gerah dengan doktrin di gereja ini adalah implementasi karunia berbahasa roh. Dari sejak kali pertama aku datang di sini empat tahun yang lalu, gereja ini menekankan pentingnya berbahasa roh, seakan-akan karunia lain terabaikan. Ibu gembala berbicara orientasinya bahasa roh. Tanda seseorang dipenuhi oleh Roh Kudus adalah dapat berbicara dalam bahasa roh. Pada kesempatan lain dikatakan olehnya, bahwa orang benar karena hidupnya dipenuhi oleh Roh Kudus, jadi orang benar pasti dapat berbicara dalam bahasa roh. Pertanyaannya adalah seperti apa bahasa roh itu? Pertanyaan ini sampai sekarang aku belum mendapatkan jawaban yang memenuhi hasrat hatiku yang lapar akan kebenaran.

Ibaratnya ada orang kontrak rumah atau indekost, satu bulan, dua bulan, tiga bulan, hati merasakan tidak ada kenyamanan lagi, maka keluar saja, cari tempat lain. Baru di tempat ini aku melihat kegiatan apa saja yang dilakukan oleh anggota jemaat dimonitor dengan cara diabsensi, bahkan kehadiran kebaktian umum satu minggu sekali diabsensi. Gembalanya takut kehilangan domba-dombanya, sebab dia mendapatkan domba-dombanya dari kandang orang. Apalah artinya membaptis sekian ratus orang, tetapi orang-orang yang berasal dari gereja lain. Dari kandang domba lain!"--

"Mengapa masalah-masalah yang mengganjal di dalam hatimu tidak engkau ungkapkan langsung kepada gembala gereja ini?", tanyaku kepadanya. "Aku tidak sepenuh hati berada di sini sejak awal. Itu sebabnya sejak awal aku tak tertarik untuk mengikuti training dasar. Doktrin suatu gereja itu satu tarikan nafas gembalanya, sedangkan domba-domba hanya mengekor di belakangnya. Dan, aku adalah domba liar yang sangat kelaparan mencari roti kehidupan.", jawabnya. Singkong goreng empuk masuk lagi ke dalam mulutnya.

"Bagaimana dengan metoda penginjilan mereka?", tanyaku.

--"Pada setiap acara besar, seperti Natal, Paskah, atau konser-konser musik pemuda, mereka pasti mengajak teman-teman dari gereja lain atau siapa saja yang dapat diajak menghadiri acara-acara tersebut di atas. Siapa tahu dapat dibina menjadi anggota jemaat di sini. Ada juga yang diajak adalah pemulung atau pemain kuda lumping di pinggir jalan. Dulu sebelum aku dan keluargaku rutin hadir di sini, paling sedikit satu minggu sekali ada dua pekerja mereka datang ke rumahku melakukan pembinaan, lebih tepat disebut membujuk supaya menjadi anggota jemaat mereka. Boleh juga dikatakan, bahwa gereja ini adalah teman di kala kami mengalami kesulitan hidup.

Setiap tahun aku selalu menghadiri hari ulang tahun pak gembala. Pada Senin 26 Januari 2016 malam pak gembala menjamu domba-dombanya dengan nasi dan ekado dari Hok-Ben. Pada malam ini acara kebaktian selesai kira-kira pukul 22.00 kemudian semua audiens antri memberi ucapan selamat ulang tahun kepada pak gembala. Pada malam ini beliau mengenakan pakaian kesukaannya, kemeja putih motive garis-garis lebar membujur dari atas ke bawah warna abu-abu muda dan dipadu celana panjang abu-abu tua. Berdasi hitam dan ditutup dengan jacket kulit cokelat tua. Ia memakai sepatu casual cokelat muda. Penampilannya benar-benar boyish. I like performance of his. Looks handsome!

Ketika barisan antri tinggal beberapa orang lagi, aku memberi ucapan selamat ulang tahun kepadanya. Ia bertanya kepadaku : "Umur bapak berapa sekarang?". Jawabku singkat saja :"Enam puluh empat tahun ini." Kemudian aku memandang matanya agak lama sambil tangan kananku tetap memegang tangan kanannya, aku berkata kepadanya dengan suara agak tertahan :"Aku mohon pamit, pak." Ia mundur selangkah memandangku seperti tak percaya. Sekali lagi kuulangi ucapanku :"Aku mohon pamit, pak." Aku lepaskan jabat tanganku kemudian aku berjabat tangan dengan istrinya. Ada rasa terharu di dalah hati untuk beberapa saat setelah aku pamitan dengannya. Aku lega sudah berpamitan dengannya. Aku bergegas ke lantai empat untuk menikmati konsumsi resepsi.

Tahun ini seperti juga tahun-tahun yang lalu kemeriahannya tetap sama, hanya mungkin tahun ini beliau sedang fokus terhadap perbaikan rumah Tuhan, maka domba-dombanya kali ini dijamu dengan lontong kuah santan ala Medan. Kurang garam. Dalam kesehariannya pak gembala memang menjaga pola makan mengingat beliau pernah terkena stroke. Dalam kondisi seperti ini beliau menjaga asupan sodium yang terdapat di dalam garam dapur dan bumbu masak msg. Beruntunglah pak gembala memiliki istri seorang dokter, maka pola makannya terkendali. Di ruang lantai empat aku juga bertemu dengan koordinator wilayah barat, yang juga assisten utama istri pak gembala. Aku juga berpamitan singkat dengan perempuan ini. Selesai aku makan lontong, aku langsung pulang."--

Tanpa diminta, Donatto menyanyikan lagu kesukaannya di depan kami dengan iringan gitar Sianipar,

Born free as free as the wind blows,
As free as the grass grows born free to follow your heart,
Live free and beauty surrounds you,
The world still astounds each time you look at the stars.

Stay free where no walls divide you,
You're a rolling tide so there's no need to hide.

Born free and life is worth living
But only living cause you're born free ...

Kita bebas mau pilih mimbar di mana, yang penting kita semua tetap setia beriman kepada Kristus. Kami bubar pulang ke rumah masing- masing, waktu telah menunjukkan pukul 23.00. Good bye pak gembala!



Sabtu, 25 Agustus 2018

Orang-Orang Yang Tersesat

Setiap hari kita dapat menjumpai berita orang-orang yang tersesat di kota-kota besar. Jangan tanya di padang pasir atau di hutan rimba, sebab di kedua tempat ini memang tempatnya orang-orang tersesat, apalagi kalau tidak membawa kompas dan tidak mempunyai pengalaman survive. Tanpa alamat jelas atau membawa informasi yang salah mencari alamat seseorang, biasanya berakhir tersesat. Kisah orang yang tersesat di kota besar ada yang sampai kehabisan uang dan menjadi pengemis atau gelandangan. Tersesat di planet bumi masih ada harapan pertolongan, sebaliknya tersesat salah memilih jalan keselamatan siapa yang dapat menolongmu? Menuju keselamatan kekal satu jalan saja, yakni tidak ada jalan keselamatan lain selain hanya melalui Anak Allah yang tunggal, Yesus Kristus Orang Nazaret. Di luar Yesus Kristus tidak ada keselamatan! Salah memilih jalan keselamatan, maka engkau pasti tersesat dan binasa. Yesus Orang Nazaret memberi jaminan tentang diri-Nya, bahwa Dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Dia (Yohanes xiv:6). Tidak ada seorang nabi mana pun yang berani memberi jaminan seperti ini. Walaupun Musa disebut nabi besar bangsa Israel, dia hanya menyampaikan peringatan kepada bangsa ini, bahwa jika mereka tidak mendengarkan suara TUHAN Allah mereka dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang disampaikan oleh Musa kepada mereka pada hari Musa mengucapkan peringatan ini, maka segala kutuk akan datang kepada mereka dan mencapai mereka (Ulangan xxviii:15).

Inilah perintah yang harus dilaksanakan oleh bangsa Israel, yakni barangsiapa percaya kepada Allah, dia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, dia telah berada di bawah hukuman, sebab dia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah (Yohanes iii:18). Bangsa Israel lebih memilih tidak mempercayai Yesus, Anak Tunggal Allah, maka mereka menghadapi konsekuensi hukuman. Bangsa Israel tidak menyadari sama sekali, bahwa Allah di dalam Perjanjian Lama hakekatnya sama dengan Allah di dalam Perjanjian Baru.  Ada dua jenis orang-orang yang tersesat, yakni pertama, orang-orang di luar Kristus dan kedua adalah orang-orang di dalam Kristus sendiri. Orang-orang yang tersesat di luar Kristus jumlahnya sangat banyak dan mereka adalah keprihatinan rasul Paulus. Keprihatinan rasul Paulus adalah keprihatinan dan responsibilitas kita juga. Mereka yang disebut di luar Kristus adalah mereka yang tidak percaya, bahwa yang mati tergantung di kayu salib adalah Yesus Orang Nazaret. Bagi orang-orang seperti ini menerima pemberitaan kematian Kristus di kayu salib adalah kebodohan, maka hidup mereka pasti menuju maut, sebaliknya bagi orang-orang yang diselamatkan pemberitaan kematian Kristus adalah kekuatan Allah (I Korintus i:18). Pemberitaan kematian Kristus adalah pemberitaan salib. Salib Kristus memisahkan dua kelompok manusia, yakni kelompok pertama adalah orang yang menanggapi, bahwa menerima pemberitaan kematian Kristus adalah kebodohan, sebab bagi mereka pemberitaan ini dianggap tidak logis, sebaliknya kelompok yang lain mempercayai bahwa pemberitaan tentang salib membawa keselamatan jiwa orang percaya.

Kekuatan Allah terletak pada firman-Nya, firman yang menguatkan iman kepada Kristus. Firman Allah tidak pernah kembali dengan sia-sia, sebab firman melaksanakan apa yang diperintahkan oleh-Nya. Hikmat perkataan manusia bertentangan dengan kebenaran salib Kristus, bahwa Kristus mati di kayu salib sebagai tebusan kehidupan manusia yang telah jatuh ke dalam dosa. Ia memakai engkau yang dipandang bodoh oleh dunia sebagai alat-Nya untuk membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang dunia yang menganggap diri mereka orang bijak. Sebelum Kristus datang ke dunia, manusia harus menumpahkan darah domba atau sapi jantan tak bercacat sesuai menurut Hukum Taurat sebagai lambang penghapusan dosa dan mengingatkan manusia, bahwa dosa pasti menuju maut. Setiap tahun mereka melakukan ritual ini. Namun, bagi orang yang percaya, bahwa darah yang tertumpah di Golgota itu adalah darah Kristus, maka tidak perlu lagi bagi orang percaya untuk menumpahkan darah hewan tak bercacat bagi penebusan dosanya. Penumpahan darah hewan jantan tak bercacat tidak dapat menghapuskan dosa manusia, sebatas sebagai lambang saja. Dan, lambang ini digenapi oleh kematian Kristus di kayu salib. Hanya yang datang dari sorga yang dapat menghapus dosa manusia, yakni Dia yang kudus dan tak berdosa. Kristus adalah manusia yang lahir dari Roh Kudus, air, dan darah. Roh Kudus menunjukkan keilahian Kristus, sebaliknya air dan darah menunjukkan kemanusiaan Kristus, karena Dia datang ke dunia melalui rahim seorang perempuan. Mereka yang menganggap berita tentang salib adalah suatu kebodohan di Indonesia jumlah mereka dapat mencapai 90 persen dari jumlah penduduk termasuk di dalamnya aliran kepercayaan pada suku-suku pedalaman. Sebagian besar mereka adalah pemeluk agama Islam. Untuk tingkat dunia ditambah lagi oleh orang-orang atheis, bahkan Israel di Timur Tengah ummat pilihan Allah sama sekali tidak mau menerima salib Kristus. Pada waktu yang lebih lanjut lagi akan ada semakin banyak orang murtad mengikuti roh-roh sesat melalui nabi-nabi palsu (I Timotius iv:1-2 dan Ibrani iii:12). Kalau Tuhan Yesus datang untuk kali kedua, masih adakah iman di bumi? 

Kelompok kedua adalah orang-orang tersesat di dalam Kristus. Mereka menerima Kristus sebagai Juru Selamat dan mereka dibaptis di dalam Bapak, Anak, dan Roh Kudus. Setiap Minggu mereka mengikuti ibadat di gereja memuji dan memuliakan Tuhan. Namun, dalam keseharian kehidupan rohani mereka tidak merefleksikan, bahwa mereka adalah orang Kristen yang seharusnya taat kepada firman Allah. Adat nenek moyang masih koheren menguasai jiwa mereka. Mereka mengakui sendiri, bahwa mereka tidak dapat meninggalkan warisan nenek moyang mereka. Mereka tersebar di seluruh Indonesia dalam masyarakat suku-suku pedalaman, seperti Nias, Enggano, Batak, Pasamah, Badui Dalam, Ranau, Toraja, Bali, Dayak, Kombai, Korowai, dan seterusnya. Mereka mensejajarkan ilah-ilah mereka di hadapan Allah yang hidup. Mereka menganggap roh-roh nenek moyang bersama Roh Kristus menyelamatkan mereka. Injil Kristus belum sepenuh hati memenangkan jiwa-jiwa mereka, maka mereka mendapatkan kebinasaan sebab pikiran mereka dibutakan oleh ilah-ilah mereka (2 Korintus iv:3-4). Realitas Injil menunjukkan, bahwa mereka membiarkan ilalang tumbuh subur di antara gandum, malah ilalang yang semakin memenuhi ladang gandum (Matius xiii:25-26). Gereja yang semakin kehilangan visinya, maka gereja ini akan redup rohnya untuk berkembang. Hidup segan, mati tak mau. Keberadaan persekutuan ummat di gereja masih tetap ada, tetapi tidak ada sukacita di dalamnya. Gereja berisi orang-orang sesat karena roh-roh nenek moyang mengurung pikiran mereka. Ketika orang Islam berkata, bahwa mereka menyekutukan ilah dan Allah adalah musrik, mereka tidak dapat berkata apa pun, karena faktanya memang demikian, ilah-ilah mereka padukan dengan Tuhan Yesus. Ketika nabi-nabi palsu dan mesias-mesias palsu mendemontrasikan suatu mujizat luar biasa, goyahlah iman mereka. Orang kalau sudah goyah imannya, maka tinggal selangkah lagi dia menjadi murtad. Banyak tempat suku pedalaman yang dulu pernah menjadi kantung Kristen, sedikit demi sedikit melepaskan iman mereka kepada Kristus, sebab pada dasarnya iman mereka tidak mengakar dalam menurut ajaran Kristus (Kolose ii:7-8).

Orang Kristen dapat tersesat bukan hanya disebabkan oleh adat nenek moyang, filsafat kosong, ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia juga memberi kontribusi penyesatan, bahkan menafsirkan firman Allah semau pikiran sendiri juga dapat tersesat. Misalnya, menafsirkan ajaran kasih dengan mengijinkan melakukan persetubuhan dengan siapa saja; anak laki dengan ibu kandungnya sendiri, ayah kandung dengan anak kandung perempuan, suami dengan istri tetangga (sekte Children of God), seorang laki boleh memiliki istri sampai dua belas orang (sekte Mormon), Yesus bukan Juru Selamat (sekte Saksi Yehovah). Firman Tuhan adalah kompas yang menuntun pikiran orang Kristen supaya tidak tersesat dalam perjalanan menuju keselamatan kekal, maka bacalah seksama dengan pimpinan Roh Kudus, dan renungkanlah. Engkau tidak akan pernah menjadi pelaku firman dengan benar, kalau pemahamanmu terhadap firman Tuhan tidak benar. Karena itu menurut pesan rasul Paulus kepada jemaat Korintus : " ... Jangan sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah." (I Korintus vi:9). Pergaulan yang buruk juga dapat membuat orang Kristen tersesat. Orang melakukan percabulan, perzinahan, pencurian, pelahap, hamba minuman, nakotika, perjudian, korupsi, saksi dusta, dan berbagai kejahatan lain dimulai dari pergaulan yang buruk. Sekali lagi rasul Paulus memberi peringatan : "Janganlah kamu sesat ... " (I Korintus xv:33). 

Betapa pun seorang anak perilakunya menjengkelkan kedua orang tuanya, tetapi di lubuk hati terdalam tidak ada orang tua menghendaki anaknya tersesat. Demikian juga bagi seorang gembala, tidak menghendaki domba-dombanya tersesat mengambil jalan sendiri-sendiri. Sebelum penyesatan terjadi tiada hentinya orang tua, gembala, close friend, dan yang paling jauh adalah teman dan tetangga memberi nasehat supaya engkau menjauhi dari segala sesuatu yang dapat membuat engkau tersesat. Penulis amsal mengingatkan, bahwa siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, sebaliknya siapa mengabaikan teguran, tersesat (Proverb x:17). Dengarlah nasehat dan perhatikan teguran. Untuk kedua hal ini, nasehat dan teguran. Selagi ada sahabatmu di dalam Kristus masih mau memberi nasehat dan teguran kepadamu, artinya engkau masih dikasihi oleh Tuhan. Seorang tua di Hong Kong memberi nasehat kepada seorang anak lakinya demikian : -- Jangan dekat dengan obat bius (narkotika). Jangan pernah ikut terlibat dalam gang. Jangan berjudi.-- Orang tua ini adalah ayahnya Jackie Chan. Engkau tahu siapa Jackie Chan? Ia adalah moviestar laga terkenal  di seluruh dunia berasal dari Hong Kong. Tuhan tidak menghendaki engkau tersesat, maka dengarkan nasehat dan teguran orang tuamu di dalam Kristus selagi orang tuamu masih ada.-

Selasa, 24 April 2018

Inikah Yang Disebut Kuasa Roh Kudus?

Kunjungilah, datanglah segera sebab kuasa Roh Kudus tak terbendung mengurapi orang percaya. Demikianlah biasanya bunyi cetakan suatu banner dari satu gereja yang mengundang banyak orang Kristen untuk menghadiri suatu kebaktian kebangkitan rohani. Dan, dalam cara kebaktian seperti ini selalu diadakan ritual penumpangan tangan yang diyakini sebagai pekerjaan Roh Kudus dan disertai ritual pengucapan bahasa yang disebut bahasa roh. Penumpangan tangan dilakukan oleh seorang gembala atau pendeta atas kepala seorang anggota jemaat atau tamu yang menghadiri acara ritual ini. Orang yang yang menerima penumpangan tangan oleh seorang gembala ini kemudian jatuh, bahkan ada yang berteriak dan bergulingan di lantai. Banyak orang menyebut fenomena ini disebut sebagai pekerjaan Roh Kudus. Orang yang ditumpangi oleh tangan pak gembala disebut menerima kuasa Roh. Benarkah ini pekerjaan Roh Kudus.

Ada juga suatu denominasi gereja melakukan pelayanan ini secara rutin setiap acara kebaktian Minggu sebagai upaya menjaring jiwa-jiwa baru. Ritual penumpangan tangan atau biasa disebut altar call sudah menjadi "mark" gereja-gereja kharismatik di banyak tempat di Indonesia. Arus besar kharismatik di Indonesia adalah Gereja Pantekosta dan Gereja Betel, tetapi kenyataannya tidak semua gereja kharismatik melakukan ritual ini. Sebelum acara ritual tumpang tangan gembala dan pembantu-pembantunya melakukan doa-doa dengan bahasa yang disebut berbahasa roh. Aku mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan berkaitan dengan ritual penumpangan tangan. Banyak hal yang pernah kudengar tentang ritual ini dan pada suatu hari aku ingin membuktikannya. Penasaran ingin tahu seperti apa mengikuti altar call, maka aku maju ke depan. Ada beberapa orang bersama-sama denganku mengikuti ritual ini. Aku sendiri lupa bilamana dan di gereja mana, tetapi yang paling aku ingat pendeta yang memimpin ritual ini adalah pendeta tamu dan dia adalah orang keturunan India. Giliran padaku pak pendeta menumpangkan tangannya di kepalaku. Aku segera pasang kuda-kuda seperti karateka atau judoka pasang kuda-kuda, tetapi tidak terlalu kuperlihatkan kepadanya. Terasa ada gerakan dorong di kepalaku, segera aku memutar kepalaku. Demi dia tak dapat menjatuhkanku, maka dengan mudahnya dia berkata kepadaku bahwa aku tidak beriman. Kuasa Roh Kudus tidak dapat ditahan oleh manusia demikianlah mind-set yang ada dalam pikiranku. Kalau kuasa Roh bekerja, pasti aku seharusnya sudah jatuh tanpa di dorong oleh pak pendeta walaupun sudah pasang kuda-kuda. Well, sejak saat itu aku tidak mempercayai lagi acara ritual altar call. 

Di Cikarang, Bekasi ada satu gereja yang masih berafiliasi dengan gerja betel, aku mengenal satu dari beberapa pendeta di sini. Katakan saja namanya, Benigno Pangemanan. Ia bercerita panjang lebar tentang gerejanya dalam suatu pesta perayaan Natal 2017 di suatu gereja di Bekasi. Kami berdua adalah undangan dalam pesta perayaan Natal ini. Ia berkata kepadaku, bahwa di gerejanya, di Cikarang juga ada ritual penumpangan tangan. Seorang pendeta senior menumpangkan tangan di atas kepala seorang anggota jemaat, tetapi telapak tangan hanya boleh kira-kira 2 centimeter di atas kepala. Dan, orang yang menerima penumpangan tangan dari bapak pendeta senior harus mutlak jatuh tergeletak. Artinya, ada pengurapan Roh Kudus melalui pendeta terhadap orang menerima yang menerima penumpangan tangan. Ada transfer urapan Roh terhadap orang ini.

Seorang calon pendeta melakukan penumpangan tangan pada suatu ritual altar call, tetapi orang yang ditumpangi tangan olehnya tidak jatuh tergeletak, maka calon pendeta ini dinyatakan tidak lulus, sebab hal ini dipandang tidak ada urapan Roh Kudus baik pada diri calon pendeta, maupun terhadap orang yang menerima penumpangan tangan darinya. Aku bertanya kepada Pangemanan, mengapa penumpangan tangan harus melayang di atas kepala. Katanya untuk menghindari manipulasi tangan manusia. Manipulasi tangan manusia! 

Well, well, well, seorang calon pendeta mendapat ancaman dari seniornya, harus jatuh atau ditunda pengangkatan status pendetanya entah sampai kapan. Apakah penuh Roh melalui penumpangan tangan harus jatuh ke lantai? Faktanya semua rasul pada hari Pentakosta dipenuhi oleh Roh Kudus. Roh Kudus turun atas mereka (Kisah ii:4). Ketika Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan di atas kepala orang-orang Samaria, lalu mereka menerima Roh Kudus (Kisah viii:17). Ketika Keluarga Kornelius menerima Roh Kudus sebelum mereka dibaptis (Kisah x:44). Semua orang yang menerima Roh dalam peristiwa ini tidak ada yang jatuh tergeletak. Kita yang hidup pada abad ke 21 ini jangan berpikir untuk melebihi pengalaman rohani para rasul pada abad ke 1 permulaan gereja.

Seseorang dipenuhi Roh, penuh Roh, atau menerima Roh adalah pengalaman rohani atau ilahi yang sifatnya subyektif dan khas yang memiliki makna rasa. Jadi, pengalaman orang yang satu dengan orang yang lain beda satu terhadap yang lainnya. Namun, apakah harus mengekspresikannya berlebihan dengan dalih Roh sedang bekerja, jatuh bergulingan seperti orang kerasukan setan. Alkitab mengungkapkan, orang yang kerasukan setan memperlihatkan dirinya berkelakuan tidak normal, seperti menghempaskan tubuhnya atau jatuh berguling-guling. Kalau ada orang menerima penumpangan tangan dari seorang pendeta kemudian jatuh bergulingan, lalu apa bedanya dengan kerasukan setan. Orang yang dipenuhi dengan Roh dengan orang yang kerasukan setan pasti beda perilakunya. Orang yang dipenuhi dengan Roh diperlihatkan dengan pembaharuan moral, bukan seperti orang kesurupan. Lalu, mengapa orang yang mengaku menerima pengurapan Roh kemudian jatuh bergulingan?

Jawabannya adalah sugesti! Mereka menerima berbagai informasi yang menyesatkan darai pekerja-pekerja gereja, bahwa tanda dipenuhi dengan Roh adalah jatuh. Kata "jatuh" ini sudah cukup memberi sugesti bagi diri orang yang bersangkutan menerima penumpangan tangan. Pada saat ritual altar call berlangsung semua orang diperintahkan berdiri, menutup mata, dan tangan dinaikkan ke atas tinggi di atas kepala. Dalam kondisi seperti ini keseimbangan orang sangat rentan mudah jatuh ketika kepalanya didorong sedikit saja. Mungkin suatu kebanggaan juga baik bagi orang yang menerima penumpangan tangan maupun bagi gembalanya, menganggap ada urapan Roh hadir di situ. Jatuh, rebah, rebah, kalau perlu menjatuhkan diri dan berguling-guling seperti orang kerasukan setan. Seperti inikah yang disebut kuasa Roh Kudus bekerja?

Untuk apa engkau datang ke rumah Tuhan? Sungguh, engkau melakukan kesalahan besar kalau datang ke rumah Tuhan atau gereja untuk mendapatkan kesembuhan instan. Mujizat adalah ciptaan Tuhan. Tuhan menyembuhkan penyakitmu adalah mujizat. Carilah Tuhan selagi engkau masih kuat, bukan mencari mujizat ciptaan Tuhan. Bagi Tuhan menghadirkan mujizat adalah perkara kecil. Mujizat apa saja dapat diciptakan oleh Tuhan. Satu tanda bagi orang percaya adalah meletakkan tangannya atas orang sakit dan orang itu akan sembuh (Markus xvi:17). Engkau orang percaya? Dan, engkau sedang sakit? Letakkan tangan kirimu pada bagian yang sakit dan angkat tangan kananmu, katakan kepada Tuhan, di dalam nama-Mu, Yesus Kristus orang Nazaret, maka sembuhlah penyakitku. Kesembuhan penyakit itu adalah proses bukan instan. Jadi, sabarlah! Tanda bahwa engkau adalah orang percaya, sabarlah dalam kesesakanmu. Orang yang mau hidup sehat, maka dia harus meninggalkan gaya hidup lama yang merusakkan tubuh.

"Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu? Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata : Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang ... " (Matius xxiv:1-5). Waspadalah kelak kemudian akan datang mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu membuat tanda-tanda dahsyat dan banyak mujizat. Di mana ada bangkai, maka di situ pasti ada  burung nazar berkerumun (Matius xxiv:23-28). Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya engkau beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya engkau tahan berdiri di hadapan Anak Manusia (Lukas xxi:36). Waspada! Waspada! Waspada!

Bagaimana mewaspadai antara nabi-nabi palsu dan nabi-nabi orisinil? Buah perbuatan manusia pasti akan lenyap dimakan jaman, sebaliknya yang beraal dari Roh pasti akan abadi (Kisah v:38-39). Nabi adalah orang yang dipanggil untuk menjadi mulut Allah, artinya orang yang dipanggil menjadi nabi itu dijadikan alat Allah untuk berfirman kepada umat-Nya (Keluaran iv:16; Yeremia xx:7-9, yang mengatakan bahwa Yeremia dipenuhi oleh firman Tuhan, sehingga jikalau dia bermaksud membandel, firman itu menjadi seperti api yang menyala-nyala di dalam hatinya) (Iman Kristen, Hadiwijono, 1997, hlm 324). Ujilah setiap roh sebab penyesatan sudah terjadi di mana-mana. Semua gembala berkata, bahwa semua perkataan yang diucapkannya di mimbar sesuai dengan yang tertulis di dalam Alkitab. Jangan sekali-kali mengabsolutkan setiap perkataan! Ada baiknya engkau mendapatkan second opinion. Perkataan yang ada di dalam Alkitab tidak salah, tetapi penafsiran yang membuat applikasi menjadi bermasalah, sebab setiap gembala mempunyai perspektif yang berbeda satu terhadap lainnya. Erastus Sabdono? Jacob Nahuway? Niko Nyotorahardjo? Stephen Tong? Aaaaaah ..... mereka manusia biasa juga yang dapat salah. Kalau Ginting gimana? Anak kemaren sore.-

  

Senin, 26 Februari 2018

Sukacita, Berdoa, dan Mengucap Syukur

Roh Kudus dalam suatu penglihatan kepada Paulus tidak mengijinkan rasul ini melakukan pengabaran Injil ke Asia melainkan memberi jalan pengabaran Injil ke seluruh Eropa Timur dan Semenanjung Balkan melalui Makedonia, yakni suatu wilayah kecil di sebelah utara Yunani sekarang. Di sebelah utara Yunani terdapat kota pelabuhan besar bernama Tesalonika. Di kota inilah dia mengabarkan Injil. Ia peka terhadap suara Tuhan dalam penglihatan ini, maka dia pergi ke Tesalonika yang masih wilayah Makedonia. Injil diberitakan di sini dengan kuasa Roh Kudus. Sebagian besar orang Yunani di kota ini yang menerima Injil Kristus pada mulanya adalah pengikut Yudaisme. Walaupun ada perlawanan dari orang-orang Yahudi, pengabaran Injil di kota ini sangat berhasil dilakukan oleh Paulus. Paulus memang seorang pengabar Injil dan pengkhotbah ulung, tetapi yang paling penting adalah pekerjaannya berhasil tidak lepas dari penyertaan Roh Kudus. Cukup beralasan bagi Paulus untuk mengingatkan jemaat di kota ini supaya senantiasa bersukacita karena banyak jiwa diselamatkan melalui pengabaran Injil di kota ini.

Sukacita adalah bagian dari buah-buah Roh Kudus atas diri orang Kristen yang hidup di dalam Kristus. Buah Roh diperolah setelah melalui proses pengudusan hidup orang Kristen. Pengudusan memiliki arti meninggalkan kehidupan lama dan selanjutnya teladan Kristus semakin nyata dalam kehidupanmu. Siapa pun orang yang hidupnya di dalam Kristus, maka dia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Engkau dapat bergembira karena lingkunganmu memang dalam suasana meriah pesta perkawinan, pesta ulang tahun, atau reuni dengan teman-teman lama. Namun, begitu kembali pulang ke rumah masing-masih, kembali juga dalam suasana semula yang muram karena suasana keluarga yang tak harmonis. Sukacita tidak dipengaruhi oleh atmosfir di mana engkau berada, sebab semua tindakan yang dilandasi oleh urapan Roh Kudus akan menghasilkan hati sukacita meliputi iman, kasih, dan pengharapan. Di dalam hati orang yang menyimpan dengki, maka sukacita pasti jauh dari dirinya. "Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa." Perkataan dalam nyanyian ini sudah cukup membangkitkan amarah Saul dengan sangat dan mulai saat initu dia  mendengki terhadap anak Isai, Daud. Jiwanya dirasuki oleh roh jahat sehingga dia menampilkan perilaku yang tidak wajar. Setiap saat dan setiap hari tiada waktu terlewatkan berupaya untuk membunuh Daud dengan alibi kuat. Raja Saul sampai pada akhir hidupnya tidak memiliki sukacita di dalam hatinya. Ia mati bunuh diri [1 Samuel xxxi:4]. Di mana ada kehadiran Roh Tuhan, maka di situ ada sukacita. Orang yang hidup di dalam Kristus tidak pernah mengalami kesepian, walaupun orang ini settle di desa terpencil jauh dari keramaian kota. Perhatikan saja kebiasaan Yesus selalu mengajak murid-murid-Nya ke tempat sunyi untuk berdoa. Orang yang rajin dan tekun berdoa, hatinya selalu sukacita, walaupun orang ini berada di tempat sepi. Kehidupan orang Kristen sejatinya adalah kehidupan sukacita, sebab di dalam jiwa orang Kristen ditanamkan terus-menerus pentingnya memuji Tuhan baik waktu suka maupun duka. Berbagai peristiwa yang dialami oleh orang Kristen, maka menyanyi memuji Tuhan tidak pernah terlewatkan. Orang tua meninggal, menyanyi. Dipecat dari pekerjaan, menyanyi. Di dalam penjara, Paulus menyanyi. Dompet kosong tak ada uang, menyanyi. Ditinggal oleh pacar, menyanyi. Dapat berkat? Apalagi, menyanyinya pasti keras suaranya. Adakah di antara orang Kristen datang ke rumah Tuhan dengan wajah muram? Sinar matamu sudah cukup mencerminkan keadaan hatimu.

Orang Kristen sejatinya menyadari bahwa dirinya membutuhkan pertolongan dari Tuhan, maka berdoa sebagai suatu tindakan yang membuat kehidupan rohaninya tetap hidup. Berdoa adalah nafas kehidupan rohani orang Kristen. Orang percaya yang mengaku dirinya adalah orang Kristen tetapi tidak pernah berdoa, maka kehidupan rohaninya patut dipertanyakan. Hanya pada Tuhan saja kiranya aku tenang, sebab pada-Nyalah harapanku. Hanya dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. Pada Tuhan ada keselamatanku; gunung batuku kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Tuhan. Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Tuhan ialah tempat perlindungan orang Kristen. Penulis Mazmur mengajakmu untuk mencurahkan seluruh isi hatimu sebanyak-banyaknya di hadapan Tuhan. Berdoa artinya engkau mencurahkan seluruh isi hatimu kepada Dia yang membuat engkau hidup. Curahkan, curahkan, curahkan seluruh isi hatimu di hadapan-Nya seperti seorang teruna mengungkapkan isi hatinya kepada gadis pujaan hatinya. Berdoa bukan hanya dengan kata-kata yang panjang dan indah bunyinya seperti puisi, melainkan yang penting ada hadirat Tuhan. Tanpa hadirat Tuhan dalam mezbah doamu, maka doamu tidak berkenan di hadapan-Nya. Tangan Tuhan tidaklah kurang panjang untuk menolongmu dan telinga Tuhan tidak kurang mendengar seruan doamu, tetapi yang menghalangi doamu sampai ke hadirat Tuhan adalah dosa-dosamu. kepada-Nya [Yesaya lix:1-2]. Akuilah dosa-dosamu dan bertobatlah, maka tingkap-tingkap langit akan dibukakan oleh-Nya. Berdoa lebih banyak untuk orang lain, terutama untuk pengabaran Injil di tanah air kita dan berdoa untuk semua gembala dan penginjil.

Seberapa banyak engkau mengucapkan kata syukur di dalam doamu kepada Tuhan yang setia memelihara hidupmu? Sebelum mengajukan permohonan sebanyak mungkin engkau seharusnya mengucap syukur. Mengucap syukur artinya engkau menghormati kemurahan Tuhan dan ada sukacita di dalam hatimu melihat keadaanmu yang sekarang ini. Nyatakan rasa syukurmu dalam tindakan, yakni menghormati semua kebaikan Tuhan yang memelihara hidupmu sampai sekarang. Kekristenan bukan sekedar percaya keselamatan yang dijanjikan oleh Allah Bapa melalui anak tunggal-Nya, Tuhan Yesus Kristus, melainkan mengucap syukur dalam segala kondisi yang engkau alami saat ini. Mengucap syukur atas berkat makanan yang dihadirkan oleh Tuhan di dalam rumahmu. Tuhan sangat murka apabila engkau membuang makanan dengan alasan bosan dengan makanan yang ada. Mengucap syukurlah sebab Dia memakai engkau sebagai orang yang berguna di dalam rumah-Nya selagi engkau masih berdaya. Kesusahan memang tidak menyenangkan, tetapi engkau seharusnya menyadari, bahwa atas seijin Tuhan penderitaan ada pada dirimu untuk mendewasakanmu, dan pada waktunya Dia yang Mahabaik melepaskan engkau dari jerat masalah. Tuhan adalah Allah yang Mahatahu rancangan-rangangan apa yang ada pada-Nya atas dirimu, yakni rangcangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan [Yeremia xxix:11].

Negeri kita tengah mengalami sesuatu yang pernah dialami oleh jemaat di Tesalonika, yakni gelombang intoleransi dari komunitas Yahudi. Mereka mendapat perlawanan ketika banyak di antara mereka menerima kasih karunia Kristus melalui penginjilan Paulus, tetapi setapak demi setapak jiwa-jiwa baru semakin banyak datang untuk bertobat. Untuk menghadapi gelombang intoleransi, maka orang Kristen di negeri ini harus bersatu hati dalam semangat penginjilan. Injil Kristus adalah kekuatan Allah dan firman Allah adalah kekuatan Allah yang menguatkan iman, kasih, dan pengharapan. Tuhan ada di pihak kita, maka kemenangan ada di pihak kita.-



Selasa, 30 Januari 2018

Waspada Terhadap Iblis dan Lawanlah Dia

Baiklah, aku akan membicarakan khusus tentang Iblis, yakni penghulu semua roh jahat di bawah langit ini. Iblis beredar-edar mengelilingi bumi, [baca : kosmos], dan sekali-sekali mengunjungi sorga tempat takhta Allah. Kosmos artinya semesta alam ciptaan Allah yang luas tak terhingga, tidak hanya planet bumi melainkan termasuk planet-planet lain, seperti Mars, Venus, Saturnus, Jupiter, dan seterusnya. Namun, kehidupan hanya ada di planet bumi tempat manusia berpijak, di sinilah Iblis dan antek-anteknya menjadi penguasa. Alkitab memberi kesaksian luar biasa tentang realitas Iblis mulai dari Kejadian sampai Wahyu. Iblis pada mulanya adalah malaikat yang melayani Allah, tetapi kemudian dia memberontak sebab dia hendak mensejajarkan dirinya dengan Allah. Jatuhlah dia dan terusir dari sorga. Ia adalah makhluk ciptaan, maka sebagai ciptaan dia memiliki keterbatasan, yakni tidak mahahadir, tidak mahatahu, dan tidak mahakuasa. Alkitab memberi kesaksian, bahwa mereka memiliki kecerdasan, emosi, kehendak, dan kepribadian. Sebelum manusia ada di bumi, Iblis telah ada di sini. Ia adalah makhluk citaan Allah dalam dimensi roh. Dalam suatu percakapan, Allah bertanya kepada Iblis : "Dari mana saja engkau?" Iblis menjawab : "Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi." [Ayub i:7]. Engkau adalah satu pribadi manusia. Sebagai pribadi, engkau bercakap-cakap dengan pribadi lain yang setara, kecuali engkau tergolong manusia tidak waras bercakap-cakap sendirian di tengah taman kota. Allah bercakap-cakap dengan Iblis menunjukkan, bahwa Iblis adalah satu pribadi. 

Penghulu roh-roh jahat artinya pemimpin atau panglima tertinggi semua roh jahat, yakni Iblis. Bersama dia banyak malaikat lain ikut memberontak, mereka inilah disebut roh-roh jahat. Mereka diusir dari sorga, maka bumi menjadi tempat pelarian mereka. Iblis tidak mahatahu seperti penciptanya, tetapi melalui roh-roh jahat sebagai agen-agen Iblis, dia dapat mengetahui yang dipikirkan oleh manusia. Ia mengetahui jalan pikiranmu bukan karena dia mahatahu melainkan agen-agen Iblis mengamati dari gerakan-gerakan kesukaan setiap manusia dalam berbagai keadaan yang ada. Ini adalah suatu alasan mengapa di taman Getsemani Yesus mengingatkan kepada murid-murid-Nya, bahwa mereka harus berdoa supaya tidak jatuh ke dalam pencobaan. Apa saja yang engkau lakukan setiap hari? Berdoa dahulu kemudian membaca Alkitab. Selesai membaca Alkitab berdoa lagi. Kemudian dilanjutkan menyanyi lagu-lagu pujian. Sambil bekerja bersenandung lagu-lagu pujian. Demikianlah agen-agen Iblis hanya mempunyai sedikit kesempatan untuk mencobai engkau demi melihat kegiatan demi kegiatanmu setiap hari Namun, jangan diabaikan terhadap realitas kecerdasan Iblis dan agen-agennya. Dalam waktu dan kesempatan yang sempit, bagi roh-roh jahat selalu ada celah untuk mencobai engkau. That's why, rasul Paulus telah mengingatkan kepada jemaat di Korintus, katanya, terhadap siapa saja yang menyangka bahwa dia berdiri teguh, hati-hatilah supaya jangan sampai jatuh. Tidak sedikit pada jaman seperti sekarang ini, penilik jemaat, gembala, diaken, dan anggota majelis meninggalkan iman terhadap Kristus, sebab keyakinan mereka berhasil digeser oleh ilah zaman. Ilah zaman adalah sebutan lain untuk Iblis. Iblis memiliki banyak sebutan seperti tertulis di dalam Alkitab, antara lain : naga, ular, Beelzebul, Beelzebub, Lucifer atau Bintang Timur. Iblis juga memiliki banyak sebutan menurut bahasa lokal, seperti wewegombel, gondoruwo, kolongwewe, kolorijo, kuntilanak, jin, babingepet, siluman, penguasa laut selatan, dan seterusnya. Sebutan-sebutan ini baru sebatas cara di Indonesia menyebut penghulu roh-roh jahat ini. Sebutan-sebutan yang dimiliki oleh Iblis menunjukkan sifat dan cara dia bertindak, seperti si [the] jahat, dia senantiasa melakukan kejahatan manakala kesempatan ada dalam perumpamaan petani menabur benih; dia disebut penggoda, dia menghasut manusia berbuat dosa dengan alasan-alasan yang kedengarannya sangat logis dalam suatu peristiwa Yesus dicobai di padang gurun. Apa pun sebutan-sebutannya, dia adalah pencuri, pembunuh, dan pembinasa. Roh-roh jahat adalah roh-roh teritorial, yakni agen-agen Iblis di bumi. Alkitab tidak menyebutkan secara eksplisit bahwa keberadaan mereka membatasi diri secara geografis [teritorial], tetapi bukti kehadiran mereka secara teritorial ada.

Roh-roh jahat juga sama dengan Iblis, yakni makhluk ciptaan berdimensi roh. Dalam kehidupan manusia sehari-hari keberadaan mereka memang tidak kasat mata, tetapi keberadaan mereka nyata ada. Mereka dapat melihat manusia, tetapi manusia tidak dapat melihat mereka, sebab mereka adalah makhluk non materi [roh], sedangkan manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan adalah makhluk materi. Makhluk materi tidak dapat menyentuh yang non materi dan sebaliknya. Namun, pada saat tertentu mereka menampakkan diri. Saya tidak dapat menjelaskan menjelaskan seperti apa kalau mereka menampakkan diri, sebab secara pribadi saya tidak melihat mereka. Kehadiran mereka dapat ditandai ketika satu atau beberapa dari mereka merasuki jiwa seseorang. Mereka memiliki kekuatan yang luar biasa manakala mereka merasuki jiwa seseorang. Dirasuk oleh Iblis, artinya penguasaan langsung yang dilakukan oleh roh jahat terhadap pribadi seseorang dengan cara menetap di dalam jiwa orang ini. Seseorang yang jiwanya dirasuk oleh satu atau beberapa roh jahat, maka dia akan melakukan suatu tindakan di luar kebiasaannya secara luar biasa. Injil Markus mengungkapkan seorang dari Gerasa dapat memutuskan rantai yang membelenggunya. Bagaimana mungkin dia dapat memutuskan rantai besi yang kuat, kalau bukan karena dia mendapat kekuatan dari roh-roh jahat yang merasukinya. Orang yang telah dirasuk oleh barisan roh jahat tidak akan mampu melepaskan dirinya dari penguasaan Iblis, sebab Iblis menguasai pikirannya sehingga kehendak bebasnya terbelenggu. Roh-roh jahat takut dan gemetar oleh kehadiran Yesus Kristus dari Nazaret. Mereka menyebut diri mereka sebagai Legion, artinya banyak. Roh-roh jahat yang diperintahkan oleh Yesus keluar dari dalam jiwa orang Gerasa ini, memohon kepada-Nya supaya diijinkan memasuk sekelompok babi yang jumlahnya kira-kira dua ribu babi. Yesus mengijinkan, maka masuklah mereka ke dalam babi-babi ini. Babi-babi yang kerasukan roh-roh jahat terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemaslah mereka. Legion tidak memohon kepada Yesus supaya mereka diijinkan pergi ke Makedonia atau ke Tesalonika. Mereka hanya memohon supaya diijinkan masuk ke dalam kumpulan babi-babi ini yang memang di situ tempat kehidupan babi-babi ini, yang memiliki arti bahwa keberadaan mereka terbatas secara teritorial.

Manusia memiliki tubuh, jiwa, dan roh. Ketiganya satu pribadi yang membentuk keberadaan manusia sebagai ciptaan Tuhan yang paling mulia di muka bumi. Iblis dan antek-anteknya, yakni roh-roh jahat berdimensi roh, maka mereka tidak dapat menjamah menjamah tubuh manusia yang berdimensi materi, melalui roh pun tidak dapat., sebab roh manusia adalah nafas Allah suatu kehidupan milik Allah yang membuat manusia hidup. Tidak ada atau siapa pun dapat menjamah roh manusia kalau bukan atas seijin Allah pemilik kehidupan. Suatu percakapan antara Iblis dan Allah dalam kitab Ayub. Iblis berkata kepada kepada Allah :" ... Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah segala yang dipunyainya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu." Jawab Allah kepada Iblis :"Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya." Iblis tidak diijinkan oleh Allah untuk menjamah roh Ayub, yakni roh manusia. Jiwa itu seperti danau yang menampung semua letupan emosi manusia, baik itu sedih, senang, gembira, rindu, marah, geram, benci, dukacita, maupun sukacita. Melalui tubuh Iblis tidak dapat menjamah manusia dan melalui roh juga tidak dapat, maka jalan terakhir adalah melalui jiwa manusia. Manusia tergoda oleh bujukan Iblis melalui sesuatu yang membuat hati manusia senang kemudian impul-impul pikiran membuat suatu simpulan pembenaran diri. Sesuatu itu dapat berupa nafsu birahi yang tersembunyi terhadap istri orang. Daud tergoda pikirannya demi melihat kemontokan istri prajurit bawahannya, Betseba. Iblis berhasil menguasai jiwanya Daud. Daud senang demi melihat pemandangan yang mengasyikkan. Orang yang tergoda pikirannya akan berada di persimpangan jalan, antara taat terhadap firman Allah atau melaksanakan nafsu kedagingan. Setiap orang memiliki kecerdasan dan pengetahuan, tetapi tidak semua orang memiliki kearifan. Tanpa kearifan menyertaimu, maka Iblis itu pandai memutar balikkan kebenaran firman Allah yang engkau dengar dari mimbar setiap minggu. Kearifan membuat membuat engkau mempertimbangkan setiap langkah tindakanmu tidak melanggar etika yang normatif. Orang yang lemah jiwanya akan membiarkan letupan emosinya terbuai tanpa kendali oleh pikirannya. Orang seperti inilah sasaran empuk Iblis dan roh-roh jahat gerombolannya untuk dijadikan penghuni neraka. Itulah pentingnya memiliki penguasaan diri, pikiranmu mengontrol penuh jiwamu dan kearifanmu mempertimbangkan banyak hal terhadap tindakan yang engkau ambil.

Namun, ada juga manusia membiarkan dirinya dikuasai oleh roh jahat melalui sukmanya. Pemahaman lain tentang jiwa, orang jawa menyebutnya dengan sukma. Orang seperti ini memang mengundang datang roh jahat ke dalam dirinya. Tentu ada keinginan dari orang yang bersangkutan mengundang roh jahat ke dalam dirinya, biasanya meminta kekuatan adikodrati yang melampaui kekuatan manusia biasa. Miasalnya, menjadi manusia kebal peluru yang ditembakkan dari pistol atau senapan, dapat memegang besi yang merah membara, dapat memakan pecahan beling, dan seterusnya. Kekuatan adikodrati dari roh jahat juga dapat diwariskan [transformasi] dari ayah kepada anaknya dan kepada keturunan seterusnya. Iblis menawarkan kemampuan adikodrati, perlindungan, dan kesejahteraan kepada manusia dunia. Allah mengajarkan manusia, bahwa manusia harus berpeluh untuk mendapatkan makanan dan berkat ada kalau engkau taat kepada Allah saja, sebaliknya Iblis menawarkan segala sesuatu kepada manusia dengan cara instan alias tanpa kerja. Manusia yang lemah imannya sering lupa, bahwa manusia hidupnya bukan hanya makan roti, melainkan dari setiap perkataan Allah yang keluar dari mulut-Nya. Ada harga yang harus dibayar oleh penikmat kuasa Iblis untuk memperoleh yang serba instan. Harga itu berupa penumpahan darah yang dipersembahkan kepada Iblis. Anak-anakmu, istrimu, semua orang yang engkau cintai yang ada di dalam rumahmu satu demi satu meregang nyawa dipersembahkan kepada Iblis. Terlambat memberi persembahan darah, maka darahmu sendiri sebagai gantinya untuk Iblis. Hidupmu dan matimu untuk Iblis. Banyak manusia yang lemah imannya bersedia menjadi hamba Iblis untuk mendapatkan kekayaan dunia. Orang seperti inilah yang disebut minum dari cawan roh-roh jahat. Jangan bersekutu dengan roh-roh jahat, kata rasul Paulus kepada jemaat di Korintus.

Manusia yang bernama Adam dan istrinya, Hawa terusir dari Firdaus sebab melanggar perintah Allah, maka di dalam gen bagi semua keturunannya membawa benih dosa. Seorang anak tidak pernah diajarkan mencuri atau berbohong, tetapi dia mampu melakukan kedua tindakan ini. Manusia semakin banyak ragam perbuatan dosa mereka dan tidak mampu melepaskan diri dari budak dosa. Golongan manusia seperti ini yang paling banyak di muka bumi dibandingkan dengan kerasukan roh jahat atau mengundang roh jahat. Golongan manusia seperti ini hidup dalam cengkeraman dosa tetapi tidak menyadari dirinya berdosa. Golongan manusia seperti ini yang paling banyak dimanfaatkan oleh Iblis untuk menggagalkan karya keselamatan kekal. Golongan manusia seperti ini memegang kendali pemerintahan suatu negara yang otoriter melarang kegiatan beribadah, karena agama dianggap candu masyarakat. Di negara otoriter seperti ini penginjilan dilarang sama sekali. Sebaliknya, di negara yang sangat bebas berbicara Iblis membiarkan manusia menafsirkan Alkitab semamu sendiri sehingga gereja banyak terpecah dan lemah. Di Eropa dan Amerika banyak gereja sepi pengunjung sebab hari Minggu mereka lebih banyak waktu untuk kesenangan duniawi. Seks bebas luar biasa melahirkan bayi-bayi yang lemah jiwanya kemudian menjadi manusia berperilaku menyimpang. Mereka merasa tidak perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran terkutuk, sehingga mereka melakukan segala sesuatu yang tidak pantas [Roma i:28]. Semua yang telah dialami oleh Ayub kini Iblis menggoda manusia untuk mencelakakan manusia.Iblis menggoda manusia berbuat dosa melalui bidang ekonomi. Orang yang lemah imannya dengan mudah tergoda menjual imannya demi sepiring kacang merah manakala keadaan ekonomi semakin tidak memberi harapan untuk meningkat. Engkau dibuat miskin oleh Iblis. Mampukah engkau bertahan seperti Ayub?

Issu sentral dunia masa kini, khususnya di Indonesia adalah drugs. Iblis memasuki wilayah bahan kimia psikotropika yang dapat membuat kerusakan otak dan berakhir dengan kematian manaka dosis yang digunakan sudah terlampau tinggi. Indonesia menjadi sasaran pasar transaksi drugs yang sangat signifikan omzetnya. Drugs diselundupkan dari berbagai negara melalui laut dan merapat di pelabuhan-pelabuhan tikus yang banyak di pantai-pantai Aceh, Riau daratan, dan kepulauan Riau. Drugs membuat seseorang menjadi kecanduan atau budak narkotik. Tanpa adanya drugs ini saja manusia sudah menjadi budak dosa, apalagi ditambah dengan drugs. Tidak ada sukacita di dalam jiwa pecandu drugs, maka tidak ada gairah hidup untuk memuji Tuhan dan membaca Alkitab.















Will be continued ...