Tampilkan postingan dengan label Romantika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Romantika. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2020

Flash Point

Flash point adalah satu istilah yang sering dijumpai di dalam lingkungan laboratorium industri pengolahan minyak bumi. Arti hurufiahnya adalah titik sambar, yakni pada temperatur terendah api menyambar uap minyak di permukaan minyak. Sesuatu dapat terbakar (baca : di Indonesia biasa disebut bensin) apabila memenuhi tiga syarat dapat terbakar, yakni ada bensin, oksigen, dan api. Sebagai ilustrasinya untuk memudahkan pembaca memahami flash point adalah seperti ini, di laboratorium ada tabung volumanya kira-kira setengah kaleng (can) minuman Coca Cola. Tabung ini pada bagian atasnya memiliki celah kecil sebesar tutup kancing baju yang dapat digeser buka-tutup dan di atas celah kecil ini ada burner kecil. Dan, dibagian atas penutup ini ada termometer. Ke dalam tabung ini dimasukkan bensin sampai setengah voluma tabung kemudian tutup. Dinding tabung terbuat dari tembaga memiliki ketebalan satu milimeter. Apabila semua sudah siap untuk test, nyalakan burner di bawah tabung kecil saja supaya bensin di dalam tabung naik temperaturnya secara perlahan sekali. Burner kecil di atas celah dinyalakan, besarnya hanya sebesar setengah pentolan korek api.

Setiap kenaikan grade temperatur celah dibuka dengan cepat ditutup kembali. Sedikit demi sedikit uap bensin di dalam tabung semakin jenuh. Pada satu saat uap bensin mengalami kejenuhan dan bercampur homogen dengan oksigen yang ada di dalam tabung, dan ketika tutup celah dibuka, maka campuran uap bensin dan oksigen menyambar api pada burner kecil dan terbakar sesaat, kemudian langsung mati, karena oksigennya sudah digunakan pada sambaran ini. Lanjutkan pemanasan, maka tak ada lagi sambaran berikut karena tak ada oksigen lagi di dalam tabung. Sambaran pertama tadi itulah yang disebut "flash point", terbakar cepat dan tak terulang lagi. Dapat dilihat pada termometer pada temperatur berapa derajat terjadi flash. Terbakar cepat dan tak terulang lagi dalam bahasa sehari-hari adalah kesempatan indah yang dapat diraih dan tak terulang lagi. Setiap orang mendapatkan flash point masing-masing dalam berbagai peristiwa yang dialami dalam hidupnya.

Sekiranya ada selembar uang bernilai seratus ribu rupiah tergeletak di atas rumput di satu taman dan tak ada orang lain, maka apa yang engkau akan lakukan? Setiap tindakan menggambarkan refleksi pikiran alam bawah sadarmu. Ada orang berpikiran mistik, maka dia tak berani mengambilnya karena takut terkena nasib sial yang lebih menyusahkan dari keadaannya sekarang. Ada orang yang berpikiran tentang etika hukum, maka dia tak berani mengambilnya karena dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip moral. Ada yang berpikiran segala sesuatu berkaitan dengan keyakinan agamanya, maka dia tak berani mengambilnya karena dianggap barang haram. Namun, ada juga yang berpikiran pragmatis dengan berbagai alasan, maka dia berani mengambil uang ini. Pendek kata kau terlalu banyak pertimbangan dalam situasi terjepit, maka kau akan kehilangan kesempatan indah yang tak akan terulang lagi.

Di bawah langit ini aku melihat banyak orang yang telah melewatkan banyak kesempatan indah yang tidak terulang lagi. Aku sendiri termasuk orang yang hampir melewatkan kesempatan indah. Ada tetangga laki bertahun-tahun hidup lajang, tempat menetapnya dia sewa kamar bulanan dan dia menjalani hidup seperti ini sampai Gusti Allah memanggilnya kembali. Ia pernah mendapat panggilan dari Perumnas sehubungan permohonannya untuk mendapatkan rumah murah cicilan, tetapi dia tidak melakukan follow up, maka sampai hari tuanya dia pensiun tidak mempunyai rumah. Satu kesempatan indah telah terlewatkan. Berurusan dengan perempuan pun tidak pernah beruntung karena terlalu banyak pertimbangan. Pendek kata banyak kesempatan emas terlewatkan dan tentunya tidak terulang lagi.

Sekarang engkau telah menjadi seseorang, ingatlah dengan baik puluhan tahun yang lalu ketika engkau mengambil satu keputusan penting yang menyangkut kehidupan masa depanmu. Pada dekade 60-an banyaklah orang Jawa mengaku beragama Islam, tetapi sebagian besar disebut Islam abangan, termasuk aku orangnya. Bagi Tuhan tidak ada perkara mustahil untuk membawa orang bertobat. Aku tidak menyia-nyiakan satu kesempatan yang diberikan oleh Tuhan untuk menerima kasih karunia-Nya melalui teladan seorang tukang kebun, ketika aku masih menetap di Palembang 54 tahun yang lalu. Tukang kebun ini memberi teladan yang baik bagi kami, yakni rajin ke gereja setiap Minggu. Inilah realitas Injil yang mengatakan bahwa janganlah engkau mengeraskan hati ketika Roh Allah menjamah jiwamu.

Selesai sekolah menengah pertama pada 1971 aku melanjutkan ke Pendidikan Kejuruan Migas Pertamina Plaju, mungkin menurut pertimbangan ayahku bahwa ayahku tidak mempunyai biaya kuliah untukku kalau aku melanjutkan ke sekolah menengah atas. Umumnya pemikiran orang Indonesia pada masa itu, bahkan sampai sekarang bahwa selesai sekolah menengah atas orang harus kuliah bukan bekerja. Penerimaan siswa pendidikan kejuruan ini mengutamakan anak-anak karyawan Pertamina, maka melalui kenalan ayahku yang karyawan staff Pertamina diterimalah aku sebagai siswa di sini. Aku menyelesaikan pendidikan kejuruan ini pada 1972. Pada 1973 aku resmi diterima sebagai pekerja di Pertamina Plaju. Satu kesempatan indah yang tak terlewatkan dalam hidupku. Pada masa itu adalah satu kebanggaan menjadi pekerja Pertamina.

Tujuh tahun kemudian pikiranku tergoda mendapat gaji lebih besar bekerja di perusahaan minyak asing, maka keluarlah aku dari Pertamina dan bekerja di satu pabrik semen di Bogor. Tuhan tidak mengijinkan aku bekerja di perusahaan minyak asing karena sudah dua perusahaan minyak asing menolak lamaranku, tetapi Tuhan tetap memelihara hidupku bekerja di pabrik semen sampai pensiun. Di Bogor ini sekali lagi aku tidak mengeraskan hatiku ketika kemudian Roh Allah memperbaharui jiwaku. Pada waktu itu aku mengikuti kebaktian Minggu di Gereja Kristus Cibinong. Dari seorang Katholik aku hijrah menjadi seorang Protestan. Empat tahun kemudian aku menikahi seorang perempuan Protestan Kharismatik. Aku hampir kehilangan kesempatan indah kalau tidak menikahi perempuan ini mengingat umurku sudah mencapai 40 tahun, karena terlalu banyak pertimbangan tidak logis dalam urusan perempuan.

Ini ada satu cerita menarik dan true story. Adalah tiga bersaudara Gibbs berasal dari Australia, yakni Robin, Barry, dan Maurice. Mereka tergabung dalam grup band Bee Gees dan terkenal pada awalnya dengan lagu To Love Somebody pada akhir era 60-an. Kemudian mereka memutuskan hijrah ke London. Pada waktu itu kiblat musik seluruh dunia adalah London. Mau hit ke seluruh dunia, maka London harus dikuasai. Well, keputusan ketiga bersaudara ini ke London tidak salah pilih. Mereka menjadi musisi pop yang mendunia melampaui keterkenalan The Beatles. Mereka meraih kesempatan indah yang tak terlewat dan dari merekalah kita mengenal musik disko melalui lagu-lagu seperti, Staying Alive, Saturday Night Fever, More Than A Woman, and so on. Seandainya mereka tetap menetap di Australia, mungkin tidak ada kelanjutan cerita tentang grup band ini.

Banyak orang diberi kesempatan indah oleh Tuhan tetapi terlewatkan begitu saja karena tidak peka dengan kehadiran Roh Allah. Bertobat adalah kesempatan indah yang diberikan oleh Roh Allah untuk mendapatkan kasih karunia secara cuma-cuma menuju kekekalan ke rumah Bapa. Tanpa melalui Yesus Orang Nazaret, maka tidak seorang pun akan sampai ke tempat Bapa. Dua belas tahun kemudian, maka kakakku laki yang kedua bertobat dan menerima Yesus Orang Nazaret sebagai Juru Selamat manusia karena sebelumnya dia masih mengeraskan hatinya. Orang disebut sukses bukan karena dia memiliki berbagai kemewahan dunia melainkan karena dia tidak menyia-nyiakan kesempatan emas yang diberikan oleh Roh Allah untuk bertobat dan menerima keselamatan kekal dengan cara yang benar, yakni menerima Yesus, Juru Selamat manusia. Banyak agama menawarkan arti keselamatan kekal, tetapi Yesus Orang Nazaret adalah cara yang benar. Ia berkata bahwa Dialah jalan. Tidak ada seorang nabi pun di dunia ini berani berkata, bahwa dirinya adalah pembawa keselamatan. Hanya Yesus Orang Nazaret yang berani berkata, bahwa Dia adalah jalan menuju keselamatan kekal ke rumah Bapa. Selagi engkau masih hidup adalah kesempatan indah untuk bertobat, sebaliknya begitu nyawamu lepas dari tubuhmu, ... good bye tak ada lagi kesempatan kedua untuk bertobat.-

=================================


Rabu, 31 Juli 2019

Rumah Nyaman Untuk Keluarga

Pernahkah mendengar pribahasa ini? Home sweet home, rumahku adalah istanaku. Orang Inggris menyebut house adalah rumah dalam artian luas. Pembangkit tenaga listrik disebut power house. Toko sepatu dan pemiliknya bernama Wilmington, maka tempat ini disebut The House of Wilmington. Dewan Perwakilan Rakyat disebut sebagai The House of Representative. Namun, rumah sebagai tempat menetap permanen disebut home. Home adalah tempat keluarga inti berada, terutama ayah, ibu, dan anak-anak; adakalanya ada grandmother dan grandfather. Setiap orang mengidamkan untuk memiliki home yang nyaman. Seperti apa home yang nyaman ini?

Inilah awal dari suatu cerita yang dituturkan oleh temanku, Donatto Munoz, seorang penginjil dan bekas transporter yang memiliki jam terbang sangat tinggi. Ia telah berada di Jakarta belasan tahun sebelum Baswedan lahir, yakni gubernur Jakarta yang sekarang, bahkan ketika tugu Monas di Gambir masih sebagai proyek dia telah berada di kota ini. Ayah dan ibunya orang Jawa sedangkan dia dilahirkan di kota ini dan menetap lama di Cideng Barat di wilayah pusat. Ia pernah selama dua tahun menetap di rumah pamannya di distrik Menteng, masih masuk wilayah pusat sampai selesai sekolah menengah pertama, kemudian kembali ke rumah orang tuanya sampai menyelesaikan sekolah menengah atas. Seluruh mapping Jakarta ada di dalam otaknya. Dengan pengetahuan seperti ini, maka dia tidak pernah kesasar mengantar orang atau barang ke seluruh wilayah di Jakarta. Inilah yang aku maksudkan, bahwa dia memiliki jam terbang tinggi. Mereka yang masih green selalu bergantung dengan gps, maka dia langsung berangkat mengalir saja sampai tujuan. Ia biasa mangkal di halte timur stasiun Gondangdia. Transporter paling senior dan eks anak Menteng.

Pada satu hari setelah mengantar tiga penumpang dan mengantar dua barang, dia istirahat makan siang berupa mie ayam pangsit di ujung pertigaan jalan yang paling teduh oleh rimbunan dua pohon tanjung. Ada dua orang perempuan muda cantik sudah mendahului makan mie ayam pangsit rebus di situ, yang agak tua berusia kira-kira empat puluh lima tahun berambut hitam tebal bergelombang sampai sebahu dan yang lebih muda berusia kira-kira tiga puluh tahun berambut pendek jongenschop dicat cokelat muda. Tidak jauh dari tempat itu ada mobil Toyota Calisto warna putih.

"Jalan-jalan jauh dari mana?", tanya Donatto berbasa-basi membuka pembicaraan sambil disertai senyum sampai kelihatan giginya.
"Bagaimana tahu kami jalan-jalan jauh?", rambut hitam bergelombang balik bertanya.
"Kelihatan dari banyaknya debu yang melekat di body dan kaca depan, penutup mesin terasa panas, dan ... jarang orang bermobil mewah mampir di warung mie ayam gerobak ini, kalau bukan karena terpaksa laparnya. Tujuannya ke mana?"
"Kami dari Pondok Labu, jalan-jalan sambil mencari rumah untuk menetap."
"Rumah seperti apa yang diidamkan sampai berjalan sejauh ini?"
"Yaaach ... rumah yang memberi suasana nyaman ditempati."
"Saya pernah menyaksikan film aksi berjudul Heat, pemeran utamanya adalah Robert De Niro sebagai perampok bank dan Al Pacino sebagai kepala polisi Los Angelos. Di situ ada percakapan antara De Niro dan Al Pacino, dimulai De Niro bertanya kepada Pacino, seperti apa yang disebut hidup mapan, apakah seperti ini, mempunyai rumah di lingkungan real estate, ada mobil di garasi, istri selalu menyambut di pintu serambi, dan ada ayam goreng di meja makan. Bagi kebanyakan orang Amerika, orang disebut hidup mapan di rumah yang nyaman adalah seperti yang ditanyakan oleh De Niro. Pacino tidak dapat menjawab pertanyaan De Niro. Sebagai kepala polisi LA dia memiliki gaji besar dan ayam goreng pasti ada di rumahnya, tetapi kehidupannya dengan istrinya berantakan. Masalah kehidupan keluarga berantakan ada di mana-mana.

Banyak orang mengidamkan rumah hunian yang nyaman tapi banyak yang tidak tahu bagaimana harus memulainya. Suatu rumah hunian dapat menjadi nyaman ditempati, manakala semua penghuninya menempati bersama dengan rukun. Rukun artinya keadaan tenang dan tenteram. Hakekatnya Allah itu adalah Tuhan berujud roh, yakni Roh Allah yang Mahahadir. Segala sesuatu  yang baik itu datangnya dari Allah saja, yakni kerukunan yang mendatangkan kebaikan, maka kehadiran Roh Allah adalah mutlak ada di situ untuk mendapatkan rumah hunian yang nyaman. Dan, berkat Tuhan selalu hadir di rumah yang penghuninya rukun. Coba, carilah saja apa ada berkat Gusti Allah hadir di dalam keluarga berantakan. Dijamin tidak ada!"

"Bagaimana dengan keluarga Ishak? Ayah yang lebih menyukai anak sulung, Esau, sementara mamma lebih menyukai anak kedua, Yakub. Mereka tergolong keluarga bermasalah.", tanya si rambut hitam bergelombang.

"Memang betul mereka keluarga bermasalah, tetapi Tuhan Mahatahu, tahu betul apa yang ada di dalam batin Esau. Anak ini lebih mementingkan urusan keduniawian, ibunya sedih melihat anak sulungnya beristrikan bangsa yang tak mengenal Tuhan, sebaliknya adiknya, Yakub anak yang berbakti kepada orang tua dan anak yang suka mendengar nasehat orang tua. Dalam satu keluarga yang tidak rukun, tetapi masih ada satu anak yang berbakti kepada orang tua dan masih taat beribadah kepada Tuhan, maka Tuhan masih bermurah hati memberi berkat atas keluarga ini melalui anak yang taat ini, sebaliknya terhadap keluarga yang semua anak-anaknya tidak rukun dan tidak beribadat kepada-Nya, maka berkat tidak pernah hadir dalam keluarga ini.

Rumah dapat menjadi nyaman dihuni manakala semua penghuninya memiliki hubungan yang harmonis terhadap Tuhan, sesama, dan dirinya sendiri. Seperti apa hubungan harmonis diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari? Rajin membaca firman Allah, merenungkannya siang dan malam, tekun berdoa, menghormati hari sabat, dan menjadi pelaku firman, sebab tanpa melakukan firman, orang Kristen tidak akan pernah menjadi garam dan terang bagi lingkungannya. Lingkungan terdekat adalah keluarga sendiri. Orang tua mendidik kepada anak-anaknya supaya menghormati yang lebih tua, melayani yang lebih muda, dan perduli kepada tetangga. Tidak iri hati dengan keberhasilan orang lain. Iri hati menunjukkan seseorang tidak mempunyai hubungan yang harmonis terhadap dirinya sendiri. Iri hati ada di mana-mana  dalam kumpulan manusia dan satu dari beberapa faktor  yang membuat orang kehilangan kebahagiaan. Iri hati adalah penyakit kanker yang menggerogoti jiwa dan batin manusia. Orang yang terkena penyakit ini, dia tidak pernah tenang hidupnya. Iri hati dialami oleh orang gagal, inferior, cinta uang, dan orang yang kondisi rohaninya lemah. Pernah pada suatu masa di Jakarta ada kalangan tertentu di sini, tentu kalangan the have beranggapan, bahwa kalau belum memiliki mobil Impala, belum layak disebut orang kaya. Pada masa itu yang memiliki mobil Impala di kawasan Menteng ini hanya dapat dihitung dengan jari. Bagi mereka yang belum memiliki kesempatan tetap memendam keinginan ini di dalam pikiran masing-masing. Mobil Impala bukan mobil murah waktu itu. Keinginan besar yang mengendap  di dalam pikiran seseorang, maka cepat atau lambat pasti akan mengurangi kebahagiaan, sebab seorang suami dengan berat hati harus menyisihkan uang lebih banyak lagi untuk mewujudkan keinginan isterinya yang tidak ada habisnya.

Ketika golongan the have semakin banyak jumlahnya dan kawasan Menteng dirasakan sudah mulai jenuh, maka pihak pengembang property mulai bergerak ke selatan, yakni Kebayoran Baru, Pondok Indah, dan Cilandak; kemudian ke utara ada Pantai Indah Kapuk dan Kelapa Gading; ke barat ada Taman Anggerek dan Alam Sutra; ke timur ada Kramat Jati terus sampai Bekasi ada Jaka Permai dan Persada Kemala. Banyak rumah mewah dibeli bukan hanya untuk rumah hunian yang nyaman, melainkan untuk menyimpan isteri gelap atau tempat papa main esek-esek. Seorang temanku berkata, bahwa semakin tinggi level keuangan seseorang, maka orang seperti ini seharusnya semakin banyak memberi sedekah untuk orang-orang yang sangat membutuhkan. Memang kenyataannya orang seperti ini bersedekah, tapi diberikan untuk janda-janda muda yang masih birahi. Ini yang disebut subsidi salah sasaran.

Daud adalah seorang raja di kerajaan Yehuda di Palestina. Ketika sedang berjalan-jalan di balkon istananya, matanya tak sengaja melihat di kejauhan tubuh seorang perempuan telanjang sedang mandi. Ia birahi luar biasa terhadap perempuan ini yang ternyata adalah Betsyeba, istri Uriah. Uriah adalah orang Het, komandan pasukan, yakni bawahannya sendiri. Dengan tipu muslihat licik dan keji, maka Uriah dibunuh melalui tangan orang lain. Istri orang Het ini disetubuhinya di dalam istananya yang megah sampai hamil, maka Tuhan memberi hukuman kepadanya, bahwa keluarganya tidak akan jauh dari pedang. Daud menyesal sekali dan bertobat, tetapi hukuman Tuhan terhadap perbuatannya yang tercela tetap berjalan, yakni kehidupan keluarganya berantakan. Anak laki kesayangannya, Absalom meniduri semua gundiknya. Tuhan juga menjatuhkan hukuman atas perbuatan haram Absalom, dia mati dengan leher tergantung di pohon tarbantin."

Donatto diam sejenak untuk minum seteguk air mineral kemudian cerita dilanjutkan.

"Ken Arok adalah seorang hamba yang bekerja kepada adipati Tumapel, Tunggul Ametung karena hubungan baik pendeta Lohgawe dengan adipati. Ia berasal dari rakyat kalangan bawah dan hidupnya meresahkan masyarakat, karena dia preman yang sangat disegani. Pada suatu hari adipati berjalan-jalan keliling kadipaten bersama istrinya yang cantik, Ken Dedes. Selesai berpesiar keliling kedipaten, pulanglah mereka. Ketika Ken Dedes turun dari kereta kencana, kainnya tersingkap sehingga pahanya yang mulus terlihat oleh Ken Arok dan pandangan yang sekejapan mata ini bagi Arok memperlihatkan, bahwa memek Ken Dedes mengeluarkan pancaran sinar luar biasa. Peristiwa ini segera disampaikan kepada Lohgawe, katanya, bahwa seorang laki yang memiliki istri seperti ini tak lama kemudian akan menjadi raja. 

Dengan satu tipu muslihat yang keji dan sangat licik sekali, Arok berhasil membunuh suami Ken Dedes yang sedang tidur pulas dengang satu tikaman kris buatan Mpu Gandring menancap tepat di dadanya, dan kris dibiarkan tetap menancap di dada sang adipati. Ketika fajar menyingsing, seluruh Tumapel geger atas peristiwa pembunuhan ini, tetapi Kebo Ijo teman dekat Arok yang menjadi tersangka utama. Kebo Ijo tidak mempunyai alibi untuk mengelak atas kematian adipati, maka dia dihukum mati.

Kemudian dia menikahi Ken Dedes yang saat dinikahi tengah hamil tiga bulan anak dari Tunggul Ametung. Ketika anak ini lahir diberi nama Anusapati. Ia mempunyai anak laki dari istri mudanya, Ken Umang, yakni Tohjaya. Setelah menggilas tentara Kediri di desa Ganter dan Kertajaya, raja Kediri terakhir mati di desa ini selanjutnya dia menobatkan  diri sebagai raja Singosari pertama dengan sebutan Rajasa Sang Amurwabumi. Tumapel diganti menjadi Singosari.

Keinginan Ken Arok menjadi raja memang terwujudkan, tetapi di dalam istananya timbul prahara, yakni darah yang tertumpah menuntut balas kematian. Ia mati ditikam dengan kris Gandring miliknya sendiri, oleh Anusapati, anak tirinya melalui tangan orang lain dan Anusapati juga mati dibunuh oleh Tohjaya dengan kris Gandring. Akhir tragedi keluarga ini, Tohjaya mati dalam satu huru-hara di dalam kerajaan, dia mati oleh lemparan lembing dan mati karena pendarahan hebat.

Dua keluarga berantakan, yang satu cerita hidup berasal dari Palestina dan yang kedua berasal dari satu kisah sejarah yang pernah terjadi di Jawa Timur. Daud dan Ken Arok keduanya menyimpan dan melaksanakan keinginan buruk yang membuahkan prahara di dalam keluarga mereka masing-masing. Jadi,  ... bukan rumah dan perabotan yang mengisi rumah yang membuat penghuninya merasa nyaman menempati suatu rumah yang telah dibelinya, juga bukan karena ada satu piring penuh ayam goreng, melainkan keadaan batin orang yang telah menempati rumah yang dimilikinya. Tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena dia diseret dan dipikat oleh keinginannya. Siapa saja yang memelihara keinginan buruknya, dosa sudah mengintip di depan jiwanya. Dalam takut akan Tuhan ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anaknya. Tidak masalah apakah engkau mau pilih home di Menteng, Pondok Indah, Pondok Jati, atau di Bougainville Estate, yang penting batinmu bersih di hadapan Tuhan, maka Dia hadir bersama keluargamu. Apakah engkau takut akan Allah, Tuhanmu?"

Munoz selesai menikmati mie ayam pangsit sambil bicara asyik dengan kedua perempuan ini, tak terasa waktu bergulir dan di sekeliling warung gerobak mie ayam ini telah di kelilingi oleh sepuluh penikmat mie ayam pangsit rebus. Mereka serius mendengar obrolan makan siang ini. "Anda berdua saya traktir, saya mengharapkan pada sore hari ini Anda sudah mendapatkan yang Anda inginkan. Di jalan Banyuwening, tak jauh dari tempat ini ada rumah mau dijual, arsitektur bangunan masih model jaman Belanda. Well, see you again." Munoz pergi meninggalkan mereka. Pergi dengan dunianya sebagai transporter.

"Terima kasih, see you again too ...", jawab si rambut hitam bergelombang. Perempuan ini memandangi kepergian Munoz sampai sejauh pandangan di belokan jalan Banyuwening.-

Sabtu, 18 Mei 2019

Restoran Pondok 39

Kami berlima, keponakan, istriku, aku, kakak perempuan istriku, dan seorang teman istriku telah mengunjungi adik laki-laki dari keponakanku ini di satu "hospital khusus" di satu wilayah di Cawang, Jakarta. Dirawat di hospital khusus sebab penyakitnya juga khusus. Kami datang ke hospital ini terlalu cepat, sebab kami harus menunggu sampai satu jam dan kami diijinkan menjenguk hanya kira-kira 30 menit. Teman istriku perempuan Semarang, Sulistyowati, pekerjaannya adalah pendoa. Selesai berdoa bagi pasien, kami meninggalkan hospital ini kira-kira pukul 14.00 waktu Jakarta Timur.
Pondok 39, Cawang, Jakarta.

Dalam perjalanan pulang dengan mobil kami ditawari oleh keponakanku makan siang di mana ini. Ia mau mentraktir kami pada saat kami memang pada lapar. Kami melewati satu jalan yang sangat familiar bagiku, maka aku langsung menunjuk restoran Pondok 39 dan istriku antusias juga menyetujui usulku ini. Ada apa ya? Yaaah, semacam ada sweet moment di restoran ini. Menu yang tersedia di tempat ini antara lain : nasi goreng dan mie goreng sea food, ayam goreng dan ayam bakar sambal terasi, sayur asam, gurame bakar dan gurame asam-manis. Kami memesan 4 porsi ayam bakar dan 1 porsi siomay, sebab kakak perempuan istriku tidak makan ayam bakar. Ayam bakar bumbu kecap, nasi, dan sambal terasi. Hemmmm, tersaji di depan mata sudah terbayang ... lezato! Sebelum makan kami berdoa dan aku yang memimpin doa.

"Bapa di sorga. Engkau, Allah yang Mahamurah. Kami mengucap syukur kepada-Mu atas semua berkat makanan yang Engkau sediakan bagi kami di tempat ini. Engkau kuduskan makanan ini menjadi berkat kesehatan dan kekuatan tubuh kami. Engkau tahirkan makanan ini sehingga semua yang yang tersaji di meja makan ini layak kami makan di hadapan-Mu. Demi nama Yesus, kami mengucap syukur kepada-Mu. Amin!"

Aku memiliki nostalgia dengan restoran ini beberapa tahun yang lalu. Rasanya seperti sudah lama sekali, tetapi sesungguhnya baru lima tahun yang lalu aku pernah mengunjungi tempat ini. Ada satu perubahan besar di restoran ini, yakni ruangan bagian depan dibagi sampai setengah ruangan, sebab setengah bagian di sebelah kanan dari depan sampai ke belakang di renovasi untuk bagian saudaranya. Dapur tetap di sebelah kanan. Dua kokinya masih orang lama seperti yang dulu. Restoran ini disebut Pondok 39, sebab berlokasi di satu jalan dengan nomor rumah 39. Pemiliknya orang Tionghoa dan penganut Buddha. Menurut ibu pemilik restoran ini, bahwa pada mulanya keluarga besarnya menempati rumah ini ketika semua jalan di sekitar tempat ini masih belum diaspal. Well, kira-kira dekade 50-an atau 60-an. Restoran ini masih terhitung wilayah Bidara Cina.
Lezato grilled chicken and salsa.
Di sebelah kanan bangunan restoran ini ada tetangga yang menyediakan sedikit tempat untuk berjualan di bagian kiri rumah tetangga ini. Di tempat kecil ini aku pernah berjualan ta.hu goreng krispy dari pukul 15.00 sampai 21.00. Untuk listrik penerangan dan air untuk mencuci, aku membayar dari restoran ini. Aku menggoreng ta.hu sampai tangan, lengan, dan wajahku tampak menghitam. Sekali-sekali aku makan malam di restoran ini berupa menu seperti yang aku makan pada hari ini. Pada hari ini harga ayam bakar 17 ribu rupiah per porsi, sebaliknya lima tahun yang adalah 10 ribu rupiah per porsi. Namun, hanya tiga bulan aku bertahan berjualan tahu goreng krispy di tempat ini. Omzet penjualan ta.hu hanya mencapai 400 tahu, sedangkan yang aku bawa adalah 700 tahu. Yaaach, pada akhirnya aku mengucapkan say good bye pada tempat ini.

Di antara kami berlima mungkin aku yang paling bersemangat menikmati lezatnya ayam bakar sambal terasi. Setiap suap nasi  yang aku lumuri dengan sambal terasi sangat aku nikmati sekali ayam bakar ini. Memang perut sedang terasa lapar. Makan terasa nikmat dalam keadaan lapar, apalagi yang dimakan ayam bakar sambal terasi. Lezato! Nikmato! Ayam bakar ini dengan bumbu dasar kecap manis kemudian dipanggang di atas panggangan gas burner tetapi aku menyukai yang sedikit agak gosong. Tambah nasi lagi satu porsi, setengah bagian untukku dan setengah bagian lainnya untuk keponakanku. Kata penulis amsal, bahwa bagi orang yang lapar segala yang pahit dirasakan manis (Amsal xxvii: 7). Tiga hari telah berlalu, tetapi aroma ayam bakar restoran ini masih terbayang.-

Kamis, 27 Desember 2018

Tidak Ada Nama Keluarga Han di Lasem

Orang Tionghoa telah ada di Indonesia sejak abad ke 15. Mereka datang ke Indonesia secara bergelombang berimigrasi dari provinsi-provinsi di bagian selatan Tiongkok. Penghidupan mereka di sini sebagian besar melakukan kegiatan bisniz. Agama Islam tiba di Indonesia datang dari Arab melalui Jalur Sutra oleh orang Tionghoa Islam mashab Hanafi. Peninggalan Islam di Indonesia melalui Tiongkok ditandai dengan adanya bedug dan baju koko.

Pada awal abad ke 17 adalah tonggak awal berkuasanya Belanda di negeri ini sebagai kekuatan perserikatan dagang Hindia Timur dan dipersenjatai (Veereniging Oost-Indisch Compagnie atau VOC). Orang Belanda membangun pelabuhan utama dan benteng di kota Batavia (sekarang Jakarta). Jumlah imigran Tionghoa datang semakin banyak, sebab Batavia, kota perdagangan ramai yang menjanjikan kemapanan ekonomi dan kehormatan. Mereka kebanyakan turun di pelabuhan Batavia dan Semarang. Masyarakat Tionghoa yang semakin besar jumlahnya dipimpin oleh seorang opsir sipil Tionghoa berpangkat kapten. Kalau kelompok masyarakatnya kecil, cukup dipimpin oleh seorang letnan. Untuk menjadi opsir masyarakat Tionghoa syaratnya, dia harus seorang yang sangat terpandang dan terhormat. Di Tiongkok sendiri di tanah leluhur mereka, orang dipandang terhormat adalah orang yang mahir dalam sastera, sebaliknya di tanah perantauan di Indonesia orang yang dipandang terhormat dan mulia adalah orang yang secara ekonomi telah mapan dan kaya sekali.

Orang Tionghoa meletakkan nama keluarga di depan namanya. Misalnya, Han Siong Liem, Thio Tung Hien, Tan Sing Koo, Tjoa Kwie Soe, dan seterusnya. Mengapa tidak ada nama keluarga Han di Lasem? Lasem adalah satu kota kecil di Jawa Tengah. Kota ini terletak dekat perbatasan provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, 10 kilometer di sebelah timur Rembang, dan di sebelah utara Blora. Orang Tionghoa banyak memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan masyarakat keturunan Tionghoa di sepanjang pantai utara pulau Jawa, terutama dari Batavia sampai Semarang, khususnya di Lasem.

Han Siong adalah Han pertama yang datang ke Jawa. Ia dilahirkan di provinsi Fujian, Tiongkok bagian selatan. Pada akhir abad ke 17 dia merantau ke Jawa dan tiba di Lasem setelah sebelumnya berlabuh di Semarang. Sebagai seorang Tionghoa totok atau singkek pada umumnya, dia harus bekerja keras mengumpulkan harta. Namun, dia adalah seorang perantau yang tidak beruntung. Ini diketahui sehubungan dengan jenazahnya. Bagi orang Tionghoa, ketika kepala keluarga meninggal, kuburan yang besar menunjukkan prestisius keluarga, tetapi dia tetap miskin sampai mati. Angpao sumbangan kematian oleh anak-anaknya dipakai modal main judi dengan harapan uang dapat digandakan untuk mencukupkan biaya pemakaman. Pada akhirnya uang angpao itu ludas di meja judi. Karena tidak memiliki uang yang cukup bagi penguburan yang prestisius, anak-anaknya memutuskan menguburkan jenazah ayah mereka di suatu lapangan dengan cara tidak diketahui oleh semua tetangga pada malam hari. Jenazah dibungkus di dalam karung goni dan dibawa ke lapangan yang dimaksudkan. Di tengah perjalanan malam yang gelap hujan lebat sekali. Mereka kemudian mencari tempat perlindungan di satu gubuk dan meninggalkan jenazah ayah mereka di tengah jalan. Malam itu juga ketika mereka tidur mendapat satu penglihatan dalam mimpi. Mereka melihat ayah mereka marah atas apa yang telah mereka lakukan. Ayah mereka berkata, bahwa tidak seorang pun keturunan Han boleh datang ke Lasem. Jika peringatan ini dilanggar, malapetaka pasti akan terjadi atas seluruh keturunan Han yang melanggar kutukan ini. 

Tomorrow early morning anak-anak Han Siong keluar dari gubuk dan melihat di tempat jenazah ayah mereka diletakkan telah berdiri satu makam besar. Sejak itu tak ada seorang pun dari keturunan Han yang berani menetap apalagi membuka usaha dagang di Lasem. Keturunan keluarga Han banyak berpindah ke Jawa Timur, khususnya di Surabaya dan Probolonggo. Mereka berjaya sebagai raja-raja pabrik gula dan tuan tanah-tuan tanah yang kaya raya. Keluarga-keluarga Han banyak yang menjadi pemuka masyarakat Tionghoa (opsir) di banyak kota, bahkan ada yang diberi kedudukan setara dengan bupati karena kharismanya yang luar biasa, sehingga ketika orang ini mati kuburannya dikramatkan. Di kalangan masyarakat Tionghoa di pulau Jawa ada tiga keluarga yang disegani, yakni Han, Tjoa, dan The, tetapi keluarga Han dari Jawa Timur yang paling disegani. Walaupun kejayaan mereka sebagai pabrikan-pabrikan gula telah pudar lebih satu abad yang lalu, mereka tetap sebagai keluarga Han yang masih disegani di Surabaya sampai sekarang.

Jika seumpama ada orang dari keluarga Thio berasal dari Lasem  diajak  berbisniz di kota ini dengan keluarga Han dari Surabaya, bagi keluarga Thio lebih baik menolak baik-baik dari pada kemudian hari terkena malapetaka. Keluarga Han juga tidak menginginkan berbisniz dan besanan dengan keluarga mana saja dari Lasem. Anyhow kota Lasem steril dari keluarga Han. Menurut cerita, kata orang dari mulut ke mulut, beberapa orang tua dari keluarga Han yang tidak mempercayai mitos ini nekat pergi ke Lazem. Namun, orang-orang Han yang nekat ini tertimpa malapetaka ...

Selasa, 30 Oktober 2018

Orang-Orang Beruntung

Inilah daftar orang-orang beruntung di dunia, urutan pertama adalah James Bond, agen rahasia Inggris rekaan Ian Flemming. Dalam keadaan sesulit apa pun dia selalu ada solusi untuk keluar dari kesulitan. Kedua, John Rambo, bekas anggota pasukan khusus Amerika, Green Barret. Ia mampu menghadapi dan menghabisi satu batalion tentara musuh. Ketiga, Mr Bean orang lugu berasal dari Inggris yang selalu mujur. Mereka adalah rekaan sutradara film produksi Hollywood Amerika. Walaupun mereka adalah rekaan para sutradara, orang-orang beruntung selalu ada di sekeliling kita. Dan, ini adalah janji Tuhan kepada semua orang percaya. Tuhan berkata kepada bangsa Israel melalui nabi-Nya, Musa, bahwa bangsa Israel pasti hidupnya beruntung selama melakukan perkataan Tuhan. Perkataan Tuhan adalah janganlah meninggalkan Tuhan Allah untuk menyembah ilah-ilah lain. Tuhan juga berkata kepada bangsa Israel melalui Yosua, bahwa bangsa Israel harus merenungkan Kitab Suci siang dan malam supaya perjalanan bangsa Israel berhasil dan beruntung. Terbukti nyata, bahwa dari dua juta orang Israel yang meninggalkan Mesir tidak banyak yang dapat memasuki Tanah Kanaan, termasuk Yosua dan Kaleb. Sebagian besar dari mereka mati mengenaskan di Gurun Sinai, karena banyak mengeluh dan menyembah ilah-ilah lain. Seperti apa orang-orang beruntung itu?

Pada dekade 60-an orang Jawa yang mengaku beragama Islam, maka pastilah sebagian besar dari mereka adalah orang Islam abangan, termasuk kami sekeluarga demikian temanku, Donatto Munoz memulai ceritanya. Pada pertengahan 1965 dia dan keluarga ayah dan ibunya pindah dari Jakarta ke Palembang. Ia masih berusia 10 tahun. Pada akhir September tahun itu juga pecah pergolakan politik yang paling dahsyat yang pernah terjadi di negeri ini. Partai Komunis Indonesia menjadi tersangka utama, pihak yang dianggap paling bertanggungjawab dalam peristiwa dahsyat ini. Jutaan anggota partai ini menjalani hukuman mati, dibunuh oleh massa di luar sistem hukum yang berlaku, dan dijebeloskan ke dalam penjara atau dikirim ke Pulau Buru. Jumlah yang terbanyak adalah mati dibunuh oleh massa di luar pengadilan yang sah. Partai Komunis Indonesia memiliki beberapa organisasi massa yang menyusup ke dalam banyak perusahaan negara, antara lain : Serikat Buruh Kereta Api, Serikat Organisasi Buruh Indonesia, Persatuan Buruh Minyak Indonesia, Lembaga Kesenian Rakyat, Pemuda Rakyat, dan Gerakan Wanita Indonesia.

Almarhum ayahnya terhitung sebagai anggota Serikat Buruh Kereta Api. Walaupun ayahnya hanya sebagai anggota biasa, bukan fungsionaris, bukannya tanpa dampak kemudian hari. Di Palembang Donatto bersama ayahnya sekeluarga mendiami satu rumah dinas lama peninggalan Belanda yang memiliki halaman luas. Seorang tukang kebun memelihara halaman rumah yang luas ini, namanya Sunaryo, tetapi biasa dipanggil mas Naryo. Orangnya pendiam tapi ramah dan saleh. Ia seorang penganut Katholik yang taat. Setiap hari Minggu mas Naryo pasti ke gereja. Pada mulanya hati kakaknya Donato tergerak. Pada minggu pertama dia dan kakaknya laki-laki pergi ke gereja bersama mas Naryo. Minggu kedua ibunya mengikuti jejak Donatto dan kakak lakinya pergi ke gereja. pada suatu hari Senen datanglah berkunjung Pastor Neylen ke rumah kediaman mereka, maka mulailah katekisasi. Pada tahun itu juga mereka dibaptis. Satu tahun kemudian ayahnya dibaptis.

Kalau saja ayahnya tidak dimutasi ke Palembang, kemungkinan besar ayahnya dikirim ke Pulau Buru dan mati di sana. Kabar yang terdengar beberapa tahun kemudian, banyak teman ayahnya tidak diketahui keberadaan mereka, apakah mati dibunuh atau dipenjara. Di Palembang ayahnya mempunyai kenalan seorang perwira polisi militer angkatan darat dan perwira ini mengenal pamannya di Jakarta. Walaupun mempunyai kenalan tentara, tidak ada seorang anggota militer mengambil resiko terhadap dirinya nanti diciduk dengan alasan melindungi anggota partai atau anggota organisasi massa terlarang. Lulus SMP tahun 1971, dia tidak melanjutkan ke SMA mengingat pertimbangan dalam jangka panjang ayahnya tidak memiliki dana mencukupi membiayai kuliahnya nanti. Ia memilih melamar sebagai siswa Pendidikan Kejuruan Minyak dan Gas Bumi di Pertamina Plaju. Lamaran diprioritaskan hanya untuk anak-anak karyawan Pertamina, tetapi melalui kenalan ayahnya di Pertamina, maka dia lolos dalam lamaran. Walaupun dia diloloskan dalam tahap awal lamaran, dia tetap harus memenuhi kewajiban mengikuti berbagai test, wawancara, dan test kesehatan. Diterima sebagai siswa saja sudah suatu keberuntungan. Mereka yang bertarung mendapatkan tiket ini bukan saja para lulusan SMP seperti dirinya, tetapi banyak juga lulusan SMA. Lama pendidikan selama 12 bulan, setiap 4 bulan dilakukan ujian. Tidak lulus ujian, maka gugurlah harapan menjadi karyawan perusahaan minyak besar pada waktu itu. Donatto beruntung dalam satu tahun penuh dia lulus. 

Donatto menyelesaikan sekolah lanjutan SMA ketika dia masih bekerja di Pertamina, Plaju. Ada yang mengganggu pikirannya maka dia melanjutkan SMA ini. Karyawan yang mengharapkan jenjang karir lebih tinggi, maka dia harus memiliki ijazah SMA sebagai tiket masuk ke Akademi Minyak dan Gas Bumi di Cepu. Namun, dia mempunyai idee bekerja di perusahaan minyak asing yang pada waktu itu banyak beroperasi di Indonesia. Bukan dia saja yang mempunyai keinginan bekerja di perusahaan minyak asing, melainkan tidak sedikit juga karyawan Pertamina maupun karyawan dari banyak perusahaan lain berlomba untuk mendapatkan kesempatan ini. Pasaran gaji terendah bekerja di perusahaan minyak asing waktu itu adalah 200 juta rupiah. Suatu bilangan gaji yang terbilang besar pada waktu itu dibandingkan gajinya di Pertamina dulu. Kakaknya di Jakarta berkata kepadanya, bahwa ijazah SMA mutlak harus dimiliki terlebih dahulu, baru kemudian menyusun strategi di sini, sebab berbagai perusahaan multinational base-nya berada di kota ini. Pada 1980 Donatto meletakkan jabatan padahal dia belum mempunyai kepastian bahwa dia akan mendapat pekerjaan baru. "Tak terpikirkan olehku waktu itu", katanya kepadaku. Sekali lagi, Tuhan memberi keberuntungan kepadanya, dia diterima bekerja di bagian quality control di pabrik semen di Citeureup, Cibinong, Bogor. Seakan Tuhan berkata kepadanya, cukuplah di sini, sebab tanpa Tuhan menyertai, maka keberuntungan hanya akan membuat seseorang menjadi sombong. Tuhan tidak menyukai orang sombong. Dua kali dia mencoba melamar di dua perusahaan minyak asing, yang pertama milik Amerika beroperasi di Kalimantan Timur dan kedua juga milik Amerika dari perusahaan lain beroperasi di Selat Malaka. Kedua perusahaan minyak asing ini tidak menerimanya. Ia berkata kepadaku, bahwa kebanggaannya sebagai eks karyawan Pertamina tidak ada harganya sama sekali. Setelah kedua kesempatan ini gagal, dia tidak pernah lagi mimpi melamar bekerja di perusahaan minyak asing sampai dia pensiun pada 2010. Pada 1994 pabrik semen tempat dia bekerja sebagian saham perusahaan ini dibeli oleh pemerintah. Untuk alasan ini, maka pemerintah melakukan screening terhadap semua pekerja pabrik. Semua pekerja harus hafal Pancasila, landasan negara Indonesia. Issue Partai Komunis masih mengental di negeri ini pada waktu itu. Ketika Donatto harus mengisi riwayat hidup ayahnya di atas formulir isian hampir saja dia mengisi hal yang terlarang, tetapi dia cepat menghapusnya.  

Selama lima belas tahun dia menjadi seorang Katholik yang taat. Adalah seseorang yang selalu bertanya kepadanya tentang peranan Bunda Maria dan beberapa hal lain yang tertulis di dalam Alkitab, tetapi dia tidak dapat menjawabnya. Orang yang bertanya kepadanya ini memang sedang dalam pergumulan antara Islam dan Kristen. Pertanyaan demi pertanyaan dari orang ini terhadap Donatto menyebabkan dia tenggelam dalam pergumulan pula yang membuat dia harus menggali lebih dalam terhadap Alkitab. Pada masa itu jarang sekali bagi sebagian besar orang Katholik kesadaran membaca Alkitab. Engkau tahu siapa orang yang sering bertanya kepadanya tentang firman Tuhan ini? Orang ini adalah kakak kandungnya sendiri, yang pada akhirnya menerima Kristus sebagai Juru Selamat, sepuluh tahun setelah keluarganya menerima Kristus. Lupa tahunnya berapa, Donatto berkata kepadaku, bahwa pada mulanya dia merasa ada kehilangan ketika untuk pertama kalinya menginjakkan kakinya di Gereja Kristen Pasundan Gunung Putri. Kehilangan tradisi Gereja Katholik yang selama bertahun-tahun dijalaninya. Kemudian dia pindah ke Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat di Cibinong. Pada 1991 dia resmi menjadi anggota jemaat Gereja Kristus Cibinong. Pada 1995 dia menjalani baptis selama di Gereja Betel Indonesia Mawar Saron dan sampai kini dia menjadi seorang penganut kharismatik setengah hati.



Will be continued ..... 

Sabtu, 29 September 2018

Orang-Orang Miskin

Orang-orang miskin ada di mana-mana di seluruh dunia. Di Amerika yang bergelimang uang dollar saja ada banyak orang miskin, mereka terdiri dari gelandangan, pengemis, dan preman-preman. Aku belum pernah ke India, tapi banyak orang berkata, bahwa Calcutta adalah gudang terbesar kemiskinan di dunia. Di kota ini Madame Theresia melakukan pelayanan kemanusiaan terbesar di dunia sehingga dia memperoleh hadiah Noble untuk kemanusiaan. Bagi orang miskin uang lima ratus rupiah adalah sesuatu yang sangat berharga sekali. Di Indonesia ada tabung gas yang hanya diperuntukkan bagi orang miskin, yakni gas elpiji seberat 3 kg khusus untuk orang miskin. Kalau tidak mau disebut orang miskin, belilah yang seberat 12 kg. Pilihan pertama pemerintah memberi subsidi sedangkan untuk pilihan kedua tanpa subsidi sehingga harganya menjadi jauh lebih mahal. Miskin adalah suatu predikat. Orang-orang yang tidak mau disebut miskin, maka dia  tidak mau makan di warung Tegal yang dapat hutang sebaliknya dia memaksa diri makan di resto Padang yang lebih prestisius. Sungguh tidak enak menyandang predikat orang miskin. Orang miskin? Kemana pun engkau berada setiap orang memandang dengan sebelah mata saja. Orang-orang yang dulu disebut sahabat semua meninggalkanmu, bahkan saudara-saudaramu pun meninggalkanmu. Engkau berlari mengejar mereka, tetapi mereka sudah tidak ada lagi. 

Sebelum Tuhan Yesus hadir ke dunia 2000 tahun yang lalu gelandangan dan pengemis sudah ada. Pada suatu hari Yesus menghadiri satu perjamuan di kota kecil Betania. Adalah seorang perempuan muda dan cantik, namanya Maria, saudaranya Marta hadir di tempat perjamuan itu. Perempuan muda ini mengurapi Yesus dengan minyak narwastu yang baunya harum semerbak memenuhi ruang tempat perjamuan. Dengan rambutnya yang panjang tergerai, Maria menggosok kaki Yesus dengan minyak wangi ini. Semua orang melihat perlakuan perempuan ini terhadap Yesus dan setiap orang berkecamuk dengan pikirannya masing-masing melihat adegan ini. Yudas Iskariot berkata, bahwa minyak wangi ini kalau dijual dapat diperoleh uang sebesar 300 dinar dan uang ini dapat disedekahkan untuk orang miskin. Untuk konteks masa kini, parfum atau minyak narwastu yang wangi luar biasa ini senilai 20 juta rupiah juga ada. Katakan saja masing-masing orang miskin mendapat 5000 rupiah, maka jumlah jumlah orang miskin yang mendapat sedekah dari Yudas Iskariot ini adalah 4000 orang.

Yudas berkata bahwa uang sebesar ini dapat disedekahkan untuk orang-orang miskin. Suatu ide yang terdengar indah di telinga yang dapat membuat banyak orang menjadi simpati dengan gagasannya. Ia berkata demikian bukan karena dia mempunyai perhatian khusus untuk berbuat kebaikan kepada orang miskin melainkan dia suka mencuri uang kas yang dipercayakan kepadanya. Di antara penulis Injil Matius, Markus, dan Lukas, maka ternyata Yohanes yang paling tahu kelakuan Yudas yang munafik ini. Kelak kemudian hari Yudas menjadi murid yang mengkhianati Guru-nya sendiri, yakni Yesus. Orang Inggris memiliki ungkapan untuk seseorang yang berkhianat dengan ungkapan :"He's Jude!" Orang yang berbicara banyak tentang kesulitan orang-orang miskin, belum tentu orang ini mempunyai perhatian khusus terhadap penderitaan orang-orang miskin. Banyak figur masyarakat menyerukan supaya masyarakat mengumpulkan banyak bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam, tetapi tidak sedikit bantuan kemanusian tidak sampai ke tangan orang-orang yang membutuhkan, sebab sebelum sampai ke tempat lokasi bencana, Yudas-Yudas sudah lebih dulu menjarah. Kasihan! Banyak para korban masih tergeletak menyedihkan di bawah tenda-tenda darurat. Inilah gambaran Yudas masa kini yang banyak menggerogoti keuangan negara. Orang yang disumpah pegang janji melaksanakan tugas negara, tetapi kemudian tidak menepati janji sebaliknya menjadi koruptor, maka dia layak disebut pengkhianat negara. Orang ini layak disebut Yudas. 

Orang-orang miskin memang membutuhkan perhatian supaya ke depan negara ini jangan dijejali oleh masalah kemiskinan yang berkepanjangan. Negeri ini masih penuh dengan orang miskin, tetapi demi kampanye politik, pemerintah selalu mengeluarkan pernyataan, bahwa kemiskinan sudah semakin menurun, sebaliknya lawan politik pemerintah mengeluarkan pernyataan yang berbeda, bahwa berdasarkan perbincangan dengan emak-emak di berbagai tempat, kemiskinan semakin meningkat. Apa tolok ukurnya bahwa kemiskinan semakin menurun? Setelah pemerintah memberlakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), maka semua hospital dipenuhi oleh manusia yang sebagian besar menyandang predikat miskin. Orang miskin tidak memiliki uang cukup untuk membeli makanan bergizi yang menopang hidup sehat. Kebanyakan dari mereka hanya makan karbohidrat plus garam. Di kantong-kantong pinggiran kota Bekasi adalah lokasi banyak orang miskin penderita penyakit diabetis yang membutuhkan uluran bantuan pemerintah pusat dan daerah. Orang yang sehat memiliki kecukupan makan dengan gizi seimbang, yakni kebutuhan protein, lemak, karbohidrat, dan vitamin-vitamin. Kecukupan konsumsi protein adalah indikator kemiskinan semakin menurun. Ibaratnya, ada orang mampu membeli mobil secara cash, maka tidak sulitlah bagi orang orang ini membeli sesuatu yang lebih murah dari harga satu mobil, katakan saja membeli sepeda atau satu mangkuk bubur ayam komplit. Begitu juga dengan orang yang mampu membeli satu piring bistik ikan atau satu piring nasi goreng sea food, maka tak sulitlah baginya untuk membeli satu piring nasi uduk komplit, full addition. Di negeri ini yang namanya protein masih merupakan kemewahan, padahal kebutuhan protein yang tercukupi adalah satu cara menuju hidup sehat secara fisik. Kebutuhan gizi dan vitamin semakin tidak terpenuhi, maka masyarakat juga semakin beresiko terhadap serangan penyakit. Jumlah penderita penyakit semakin banyak, maka hospital semakin dipenuhi manusia miskin berpenyakitan.          

Ciri-ciri umum orang-orang miskin adalah lebih banyak mengonsumsi karbohidrat dibandingkan dengan lemak dan protein. Buah-buahan dan sayuran masih merupakan komsumsi kemewahan. Apakah aku termasuk orang miskin? Tuhan masih memelihara hidup kami, walaupun hidup dengan ekonomi harus dicukupkan sedapat mungkin. Hampir tidak dapat pergi ke gereja pada hari Minggu karena tak memiliki ongkos bukanlah suatu alasan meninggalkan Tuhan dan tidak menghormati hari sabat. Hormatilah hari sabat, enam hari kerja cari makan dan selanjutnya jangan abaikan satu hari untuk sabat. Ya, kami pernah tidak memiliki uang untuk ke rumah Tuhan. Namun, Tuhan itu melihat hati bukan penampilan lahiriah kami yang miskin. Kami tunjukkan kesungguhan hati kami, maka berangkatlah kami ke rumah Tuhan dengan jalan kaki yang ternyata hanya membutuhkan waktu 30 menit saja. Kira-kira jarak satu kilometer saja. Kini kami dapat ke rumah Tuhan dengan teratur sebab Tuhan memberi fasilitas transport motor dan kami juga datang tidak dengan tangan hampa. Seberapa yang kami miliki, itulah persembahan yang kami berikan ke rumah Tuhan.

Orang dibikin miskin oleh Tuhan pasti ada tujuannya, yakni Dia ingin membentuk engkau menjadi pribadi yang dapat menyenangkan hati-Nya dan hidup yang mengandalkan Tuhan. Perkara kaya atau miskin hanyalah kepercayaan yang diberikan oleh Tuhan kepadamu. Tuhan tidak akan membiarkan engkau jatuh tergeletak, setidaknya masih dapat menikmati hidup yang diberikan oleh-Nya dan tidak tergoda melakukan kejahatan, sebab dalam kemiskinan yang amat sangat manusia dapat tergoda melakukan kejahatan. Namun, kalau diberikan diberikan kekayaan atau berkat yang luar biasa, manusia kecenderungannya tidak lama kemudian dapat melupakan Tuhan yang berkuasa memberi berkat dan kutuk. Tuhan menghendaki hidupmu hanya mengandalkan kepada-Nya. Daging itu lemah sebaliknya nafsu kedagingan manusia dunia sangat kuat. Orang kalau dompetnya tebal oleh uang dan kartu kredit dan depositonya ada di mana-mana, bawaannya malas membaca Alkitab dan berdoa. Tidaklah mengherankan gereja semakin sunyi. Engkau dibuat sengsara oleh Tuhan supaya tahu apa artinya hidup mengandalkan Tuhan. Sengsara membawa pertobatan. Bertobatlah selagi waktu masih ada.- 


Jumat, 31 Agustus 2018

Orang-Orang Serakah

Delapan pintu satu rumah sewa di Kelurahan Kranji, Bekasi ludas  dilalap api kebakaran. Peristiwa kebakaran rumah sewaan ini terjadi pada satu hari Idul Adha, suatu hari raya suci umat Islam. Penyebab peristiwa kebakaran ini adalah keserakahan. Orang-orang serakah ada di mana-mana dan bukan kebetulan juga mengingat pada saat ini musim kemarau panjang yang membuat atmosfir panas di mana-mana. Di Amerika saja dengan pengawasan ketat, kebakaran hutan sering terjadi di California dan dapat merembet sampai sangat luas dari bukit satu ke bukit yang lain.

Ada seorang ibu rumah-tangga (wife) mendapat jatah pembagian daging kurban sebanyak kira-kira satu kilogram. Pulanglah dia ke blok sewaannya yang terdiri tiga kamar kecil dan merebus daging pembagian jatahnya. Mungkin dalam pikirannya kalau kembali ke tempat pembagian daging kurban, dia akan dapat jatah lagi, bergegaslah dia kembali ke masjid tempat dia mendapatkan jatah daging. Namun, ketika dia bergegas untuk mengambil lagi jatah daging, dia lupa mematikan kompor gas dalam keadaan menyala. Asyiklah dia ikut antrian panjang demi mendapatkan daging sapi gratis satu kilo gram lagi. Daging sapi korban memang dia mendapatkan lagi, tetapi setibanya dia di rumah kontrakannya, dia mendapati rumah kontrakannya sudah habis terbakar. Hasil perbuatan kelalaian satu orang, maka banyak orang lain ikut menderita. Inilah buah keserakahan. Stigma serakah biasanya dikenakan terhadap orang-orang kaya harta dan orang-orang yang sedang berkuasa. Namun, serakah itu adalah karakter yang dapat menghiasi hati manusia tidak terkecuali menghiasi hati orang-orang yang memiliki predikat orang miskin. 

Ahab adalah seorang raja Samaria memiliki istri bernama Izebel. Keduanya hidup dalam ketidakbahagiaan. Yang satu serakah dan yang satu licik. Manusia mana di bawah langit dapat bahagia yang hidupnya dalam keserakahan dan kelicikan? Engkau dapat hidup bahagia kalau engkau memiliki kasih Kristus secara luar biasa, begitu kata pak gembala waktu khotbah Minggu di gereja. Engkau dapat menjadi orang bahagia kalau engkau sendiri dapat membuat orang lain bahagia. Ahab mempunyai tetangga yang memiliki pohon anggur luas, tanah pusaka milik keluarganya, namanya Nabot, orang Yisreel. Berkatalah Ahab kepada tetangganya ini supaya kebun anggur miliknya ini diserahkan untuk Ahab dan tetangganya mendapatkan tempat lain sebagai gantinya. Istilahnya sekarang ini adalah tukar guling. Ahab berencana mau membuat kebun sayur di tanah milik Nabot ini. Selanjutnya Ahab menawarkan bargaining lain, katanya kalau Nabot keberatan tukar guling, biarlah diganti dengan uang saja. Nabot menolak total gagasan raja Samaria ini. Mentang-mentang penguasa jangan dikira dapat berbuat seenaknya. Bagi orang Israel tanah pusaka warisan leluhur itu tidak dapat dijual. Ahab seharusnya tahu itu dengan adat istiadat leluhur ini. Namun, namanya raja, dia mau mencoba memaksa orang dengan kuasanya. Singkat kata, dengan dibantu oleh kelicikan istrinya, Izebel, maka berhasilah Ahab ini menguasai tanah Nabot. Nabot mati dilempari batu oleh orang-orang Israel akibat fitnah yang direkayasa oleh Izebel. Ahab telah menumpahkan darah Nabot pemilik kebun anggur, tetapi dikemudian hari Tuhan menimpakan pembalasan atas raja Samaria ini.

Suharto adalah presiden Indonesia kedua yang memberi gambaran nyata keserakahan manusia yang pernah hadir di negeri ini. Ia adalah Nabot abad ke 20. Aku hanyut membaca buku Professor Doktor Salim Said, satu buku yang bersaksi tentang keserakahan orang ini. Dua kali aku membaca buku ini. Orang ini bukan saja serakah, tetapi lebih dari itu dia memerintah negeri ini dengan kelicikan dan hati penuh dendam. Orang ini memegang kekuasaan sebagai presiden selama 32 tahun. Sejarah sudah membuktikan bahwa semakin lama seorang presiden memegang kekuasaan, maka kejahatan siap akan mengikuti dibelakangnya. Ada akibat dikemudian hari dengan perbuatannya. Siapa menabur, maka dialah juga yang akan menuai, ini kata pribahasa. Semua teman-teman yang berjuang demi keberhasilan orang ini menjadi presiden, orang nomor satu di negeri ini, satu demi satu disingkirkannya. Orang ini seorang jenderal angkatan darat, tetapi tidak ada satu pun dari anak-anak lakinya yang menjadi tentara. Yah, paling sedikit jadi polisi begitu. Tak ada satu pun. Seorang sersan angkatan darat saja begitu bangga kalau ada anak lakinya berhasil menjadi perwira muda lulusan akademi militer di Magelang. Kondisi seperti ini memberi indikasi, bahwa orang ini sebagai ayah yang tidak memberi teladan militer kepada semua anak lakinya. Menurut buku Salim Said tentang orang ini, dia adalah seorang yang pada masa kanak-kanaknya mengalami kehidupan yang miskin sekali dan dia tidak menginginkan semua anak-anaknya mengalami seperti yang pernah dialaminya.

Peristiwa pembunuhan enam jenderal dan satu perwira muda yang terjadi pada Oktober 1965, orang ini tidak tersentuh dari peristiwa pembunuhan. Tidak ada alibi yang dapat membuktikan, bahwa orang ini terlibat peristiwa berdarah ini. Orang ini tidak terlibat tetapi hanya memanfaatkan situasi dan kondisi yang pelik di negara ini pada waktu itu untuk kepentingannya sendiri. Dari banyak sumber, orang ini hampir tersingkirkan dari karirnya sebagai perwira militer dan beberapa orang yang sangat berpengaruh membuat dia hampir kehilangan karirnya adalah dari enam jenderal yang mati terbunuh ini. Walaupun orang ini berpangkat perwira tinggi, dia ditempatkan pada satuan yang tidak strategis menurut konteks waktu itu, dia masih mempunyai komandan yang lebih menentukan dalam pengambilan keputusan. Ia memang menginginkan jabatan ini, tetapi bagaimana mungkin mendapatkan jabatan ini bagi seorang yang karir militernya mandek stagnan. Beberapa jam sebelum peristiwa pembunuhan terjadi seorang perwira tinggi angkatan darat berpangkat kolonel telah melaporkan kepadanya, bahwa ada gerakan pasukan untuk menculik para jenderal. Seharusnya dia melaporkan kepada atasannya. Tapi dia diam saja. Ketika peristiwa pembunuhan enam jenderal ini terjadi, dia mempunyai responsibilitas yang akuntabel untuk menggantikan komandannya yang jabatannya memang sedang diincar. Bagaimana nasib kolonel anak buahnya ini? Masuk penjara tanpa pengadilan selama bertahun-tahun. Dan, semua orang telah yang berjuang mendudukan dia menjadi orang nomor satu di negeri ini kemudian disingkirkan one by one dari pada nanti membuat masalah. Inilah kelihayannya. Cerdik seperti ular tapi tulus hati seperti burung merpati, demikian firman Tuhan. Ia memang cerdik seperti ular, tetapi juga tidak tidak memiliki ketulusan hati. Perbrndaharaan hatinya dipenuhi oleh sifat tamak


Sorry, ya ..... nanti dilanjutkan lagi ....

Kamis, 22 Maret 2018

He has gone.

Pada  10 Maret 2018 pukul 07.25 kakakku telah pergi selamanya menghadap Tuhan. Ia pergi dengan tenang. Ia pergi dalam statusnya masih lajang sampai pada usianya yang ke 70 kurang dua bulan. Ia meninggalkan kami di tempat settelnya di Jalan Margaguna Raya. Tapi untuk daerah di situ orang lebih mengenal dengan Jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Pada hari biasa jam kerja dari Bekasi untuk mencapai tempat ini membutuhkan waktu kira-kira hampir dua jam. Setiap bulan aku datang menjenguknya untuk mengambil persembahan perpuluhan untuk aku serahkan di rumah Tuhan di mana aku mengikuti kebaktian. Aku merasakan kehilangan atas kepergiannya, sebab rasanya aku belum maksimal melayaninya. Kami lima bersaudara, empat laki dan satu perempuan. Saudara pertama sudah meninggal, dia adalah saudara kedua, saudara ketiga masih ada di Palembang, aku keempat, dan kelima adalah bungsu masih ada di Wlingi. Di antara lima bersaudara, maka kami adalah yang paling akrab. Dan, dia banyak berkorban untukku.

 

Investor

Aku tidak pernah mempunyai impian menjadi investor. Bertahun-tahun dalam karirku selama hampir tiga puluh tahun aku pernah menjadi seorang pekerja pabrik yang hanya menerima gaji perbulan. Dalam mind-set yang ada dalam pikiranku, aku adalah seorang gajian belaka. Apakah investor itu? Apakah ini nama seekor binatang bertanduk? Investor adalah seorang pemilik modal dalam bentuk uang kemudian uangnya dikelola dalam suatu bentuk usaha dan menghasilkan laba. Selama bertahun-tahun kami terlibat hutang dengan bank dan banyak teman kami hutangi, bahkan orang yang tak layak kami hutangi pun kami berhutang kepadanya, yakni dua orang pendeta. Hutang kami kepada bank memang tak seberapa kalau dibandingkan dengan jaminan milik kami, yakni rumah senilai 1,5 M rupiah. Namun pembayaran hutang kami tidak pernah lancar. Kami pernah berganti-ganti bank, istilahnya gali lubang tutup lubang. Kalau begini caranya tidak akan pernah menyelesaikan masalah, kata seorang analis keuangan dari suatu bank.

Ia, katakan saja namanya, Ruud de Ross orang peranakan Ambon Belanda dari Bank Perkreditan Rakyat Untung Lancar. Ia mengusulkan kepada kami pindah ke bank lain mengajukan pinjaman lebih besar untuk menutup hutang di bank sebelumnya dan sisanya digunakan untuk investasi pengolahan limbah plastik di Tam.bun. Menurut kata Ruud, limbah plastik memiliki prospek bagus untuk menutup hutang dalam jangka waktu lima tahun. Jarang ada analis keuangan bank memberi solusi demikian. Aku diperkenalkan olehnya dengan pak Anton dari Tam.bun pemilik lahan pengolahan limbah plastik seluas hampir 2 hektar. Pak Anton ini seorang pengolah limbah plastik yang sedang tersendat likuiditasnya dan menunggu seorang investor untuk menambah modal. Hampir dua tahun dia bertahan hidup jual-beli barang rongsokan yang tak seberapa nilainya, yakni besi, kardus, botol-botol bekas sirup. 

Pada 7 Maret 2018 adalah hari pertama aku berada di lahan usaha pak Anton, sebagai investor. Aku memasukkan modal kerja sebesar 80 juta rupiah. Aku membutuhkan pekerjaan untuk dapat melunasi hutang dan pak Anton membutuhkan modal segar untuk menjalan roda bisniznya kembali jalan. Tuhan memberi jalan yang tidak pernah aku pikirkan.-


   

Jumat, 29 September 2017

Pikirkan Hari Tuamu, Jangan Keenakan Indekos

Apa arti indekos menurut Kamus Besar Bahasa Indekos, yakni tinggal di rumah orang lain dengan atau tanpa makan [dengan membayar setiap bulan]. Pelaku indekos kebanyakan adalah lajang laki atau perempuan, status mereka sebagai pelajar sekolah menengah lanjutan, mahasiswa atau pekerja. Status pekerja dapat saja mereka sebagai pegawai negeri sipil, swasta, bahkan pelacur, entah itu pelacur perempuan atau pelacur laki alias gigolo. Pada usia berapa tahun seseorang mulai indekos? Kebanyakan orang memulai kehidupan indekos pada usia 18 tahun. Mereka adalah pekerja pabrik yang baru lulus sekolah menengah lanjutan atau mereka adalah mahasiswa yang kuliah di satu kota besar.

Dulu pada dekade 60 sampai 80 indekos bukan berarti sewa kamar saja melainkan juga dengan makan dengan yang pemilik rumah kos. Apa yang dimakan oleh keluarga penyedia indekos juga menjadi hidangan pelaku indekos. Mereka duduk ngobrol bersama keluarga induk semang kos pada sore hari. Pada masa seperti ini cerita tentang puteri ibu kos dengan anak kos pacaran kemudian mereka menikah memang betul ada terjadi. Ada di antara anak kos laki dan perempuan juga pacaran. Ingat saja film yang berjudul Tiga Dara, film era produksi film tempo dulu dekade 60. Kemudian pada era film warna yang berjudul Mana Tahan yang diperankan oleh Kasino, Dono, dan Indro, ketiga anak kos ini kerjaannya kalau ada kesempatan adalah mengintip pembantu rumah kos yang sedang mandi.

Semakin banyak kaum urban datang ke kota-kota besar, terutama Jakarta, Bandung, Jogjakarta, dan Surabaya, maka bisniz rumah indekos juga semakin berkembang pesat diiringi dengan pesatnya bisniz warung makan yang didominasi oleh orang Tegal. Di kota sebesar Jakarta, ibu kota negara, sebagian besar pelaku bisniz warung makan penyedia urusan perut anak kos adalah orang Tegal. Sekarang urusan indekos murni sewa kamar saja, bayar per bulan. Makan cari sendiri sesuai menurut selera masing-masing. Kalau sudah kenal akrab dengan pemilik warung, maka makan dapat diutang dan dibayar setelah terima gaji atau setelah terima kiriman uang dari orang tua di daerah. Inilah nikmatnya indekos yang sering membuat orang lupa keenakan indekos sampai tua. Zona nyaman indekos. Pada 1991 aku indekos di Citeureup, Bogor, tidak jauh dari Pasar Citeureup dengan status lajang dan pekerja pabrik semen. Tarif kos pada waktu itu IDR 35000 [tiga puluh lima ribu rupiah] dan pemilik rumah kos adalah Pak Haji ... aku lupa namanya. Sekarang pada 2017, fasilitas indekos paling mewah terdapat di Jakarta Pusat, full ac dengan tarif IDR 2000000 [dua juta rupiah].

Berapa lama seseorang menetap indekos? Kebanyakan laki Indonesia menikah pada usia 25 tahun, artinya rata-rata orang indekos selama 7 tahun saja. Paling lama 12 tahun, yakni pada usia 30 tahun mengambil keputusan menikah. Memang ada yang indekos lebih dari 12 tahun? Ada! Inilah jenis manusia yang tidak waspada terhadap bahaya dalam kenyamanan. Antara usia 30 sampai 40 tahun kebanyakan pekerja pabrik atau kantoran sudah mapan baik salary maupun posisinya. Mereka asyik membelanjakan salary untuk banyak hal, bahkan yang tak perlu dibeli justeru dibeli juga. Pada masa kenyamanan seperti ini, sebut saja mereka kost-man juga bebas, bebas kemana saja bepergian sampai seperti tak mengenal waktu. Bebas seperti burung terbang kemana saja mereka mau. Di dalam kamar kost-man [atau kost-woman] bukan berita baru terjadi hubungan kenikmatan seks bebas. Hubungan esek-esek ... hiiiih, hiiih, hiiih, aaaah, aaah, aaah. 

Ketika usia sudah mencapai 50 tahun mereka para kost-man yang kenyamanan lajang dan bebas barulah menyadari, bahwa mereka sesungguhnya tidak memiliki sesuatu pun untuk bekal hari tua. Keluarga tak punya, rumah pun tak punya. Miskin kasih dan miskin harta. kalau masih dapat memilih, kau janganlah sampai miskin kasih. Ada seorang kost-man saudaranya tidak mau peduli lagi dengan keadaan yang dialami oleh orang ini pada usia senjanya. Pemilik rumah kost juga bosan melihat keberadaan orang ini. Bosan? Kebosanan pemilik rumah kost diperlihatkan dengan tak ada respek lagi terhadap diri orang kost ini. Yang namanya manusia itu hidup harus mengalami perubahan setapak demi setapak ke arah yang lebih baik, lebih mapan, dan kaya dengan kasih. Ketika masih berkumpul dengan saudara-saudara dan orang tua disebut persaudaraan sedarah. Namun, ketika mengambil jalan hidup masing-masing mereka bukan lagi persaudaraan lagi, melainkan dua tetangga yang saling menghormati. Jangan terlalu berharap saudaramu akan membantumu pada hari tuamu, sebab masing-masing saudaramu juga mempunyai urusan dengannya sendiri.

Kalau sampai usia 40 tahun seseorang masih lajang juga, dia seharusnya sudah memiliki rumah sendiri. Kalau tidak memiliki rumah sendiri pada hari tuanya, dia akan mengalami kesulitan yang tak terduga ketika dia sudah pensiun, walaupun dia memiliki dana pensiun per bulan. Kesulitan seperti apa bro? Sakit dan sulit bangun dari tempat tidur, misalnya. Mereka yang tergolong manusia semacam ini suatu saat akan menimbulkan kesulitan sosial, pertama bagi dirinya sendiri dan kemudian dengan orang lain. Orang yang menjalani hidup sebagai kost-man lebih dari 25 tahun adalah suatu kondisi orang ini gagal mengelola hidupnya, kecuali pastor. Pastor tak terhitung golongan manusia semacam ini, sebab menjadi pastor pasti lajang dan gereja pasti mengurusnya sampai Tuhan memanggil kembali. Tidak semua orang menjadi pastor, bukan? Tuhan sudah memberi waktu, tetapi waktu yang pernah ada tidak pernah dipergunakan sebagai persiapan hidup mapan. 

Jika terpaksa harus keluar dari rumah kost, mungkin dipaksa keluar oleh pemilik rumah kost. Apa yang akan dialami oleh kost-man lebih dari 25 tahun dalam kondisi seperti ini. Menikah tergesa-gesa dengan seorang perempuan dengan gaya hidup hidup lebih kurang sama atau menikah dengan seorang janda, kalau dapat yang tak punya anak. Menikah dengan pasangan yang asal dapat siapa menjamin mendapatkan karakter unggulan. Orang laki kost-man atau kost-woman seperti ini bukanlah orang berpunya atau kaya secara ekonomi. Orang yang indekos lebih dari 25 tahun adalah orang yang tak punya apa-apa. Seseorang yang memiliki ekonomi mapan tidak indekos lagi, pastilah dia memiliki rumah sendiri, walaupun tetap layang sampai tua.   

Nanti disambung lagi, ya. 


Rabu, 31 Mei 2017

LUAR BIASA!!!

Penulis.
Apa kabar, man? Tanya seseorang kepada temannya. Luar biasa, man, jawab orang yang ditanya. Luar biasa Tuhan sangat memberkati aku. Ada percakapan begini, wah dia itu sangat luar biasa dipakai oleh Tuhan, anggota jemaatnya ada mencapai 10000 orang. Luar biasa deh pokoknya. Berkat mengalir tak terbendung lagi. Seperti apa, ya orang yang disebut luar biasa? Apa ya karena berkat melimpah ruah, maka disebut luar biasa. Apa karena banyak memberi amal, lalu dengan mudah disebut luar biasa. Ada tidak ya yang disebut luar biasa miskin, luar biasa bejat, luar biasa besar, luar biasa panjang, dan seterusnya. Siapakah yang pantas disebut luar biasa di hadapan Tuhan?

Orang sabar dan orang yang dapat menguasai dirinya adalah orang yang sangat luar biasa di hadapan Tuhan. Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan. Orang yang dapat menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota. Luar biasa artinyatidak seperti biasa atau tidak sama dengan yang lain. Berani makan 1 kilogram cabe rawit merah mentah termasuk tindakan luar biasa. Berani makan 10 mangkuk mie ayam pangsit juga termasuk tindakan luar biasa. Di Tiongkok pernah ada orang menyeberangi antara dua bukit dibawahnya ada laut dengan seutas kabel dan beban penyeimbang berupa batang aluminium alloy selebar kira-kira 10 meter. Tinggi juga, ya kira-kira 100 meter. Luar biasa? Di Eropa di atas daratan Austria ada seorang penerjun payung professional melakukan terjun yang tidak biasa, yakni terjun dari ketinggian sangat ekstrem tinggi, dia menggunakan pakaian terjun anti sobek. Dan, dia berhasil landing. Banyak orang melakukan tindakan luar biasa untuk berbagai tujuan. Biasanya bertujuan mau terkenal atau mencari sensasi. Di Bandung, aku lupa persisnya, mungkin dekade 70-an, ada seorang laki remaja punya kaul, katanya kalau lulus dari sekolah menengah atas, dia pasti akan keliling kota ini dengan motor ... dan telanjang bulat. Laki remaja ini pada akhirnya memang lulus dari SMA. Ia memenuhi janjinya keliling kota ini telanjang dengan sepeda motor. Laki remaja ini namanya Gito, Bangun Sugito. Tapi lebih dikenal dengan Gito Rollies, dia adalah salah seorang pemain group musik The Rollies dari Bandung. Namun, ada juga seseorang melakukan tindakan luar biasa di luar kemauannya sendiri. Misalnya, melawan perampok atau melawan buaya di sungai. Tindakan yang pada masa lalu dianggap luar biasa, tetapi sekarang tidak luar biasa lagi. Well, tindakan yang sepanjang masa tetap dianggap luar biasa?

Orang yang mempunyai hati yang sabar. Orang yang sabar memiliki pikiran tenang dan tahu bilamana bertindak pada waktu yang tepat. Orang sabar melihat melihat dari berbagai sudut pertimbangan sebelum melakukan tindakan sehingga resiko kerugian dapat ditekan semaksimal mungkin. Itulah sebabnya penulis amsal berkata, bahwa orang sabar melebihi seorang pahlawan. Orang disebut pahlawan sebab menonjolkan keberaniannya dalam melawan ketidakadilan. Kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar. Banyak pahlawan melakukan kesalahan besar. Goliat adalah pahlawan bangsa Filistin. Kesalahannya adalah dia meremehkan Daud, anak kecil penggembala domba. Orang dapat saja memenangkan suatu perjuangan dan kemudian orang ini disebut pahlawan. Perjuangan dalam suatu pergolakan biasanya menuntut orang bertindak cepat, sebaliknya kesabaran dianggap oleh banyak orang sebagai suatu kelambanan. Orang yang bertindak tanpa pertimbangan seksama, biasanya ada saja hal-hal lain yang terlupakan yang seharusnya dilakukan. Dituntut memiliki kearifan untuk memiliki hati yang sabar.

Faktor utama yang membuat orang berhati sabar adalah pikiran. Penulis amsal juga berkata bahwa pikiran membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena mema'afkan pelanggaran. Kesabaran adalah satu dari sembilan buah-buah Roh yang membentuk karakter manusia. Hati yang sabar tidak terbentuk dalam waktu sehari melainkan melalui suatu proses panjang dalam kehidupan seseorang. Agama tidak mempunyai andil dalam membentuk karakter kesabaran, justeru seekor singa muda dengan nalurinya sabar menanti waktu yang tepat untuk menerkam mangsanya. Singa muda lebih sabar dibandingkan dengan seseorang yang mengaku agamis. Orang muda sejak muda harus dituntun berpikir, bahwa segala tindakannya harus logis dan etis. Apa saja yang dilakukan oleh orang sabar? Mema'afkan dengan hati yang terdalam tanpa syarat kepada siapa saja yang telah berbuat jahat kepadanya. Ia mema'afkan sebanyak tujuh puluh kali tujuh, yang bermakna tanpa batas. Ia menghadapi kesesakan hidup dengan hati yang bersyukur. Ia selalu berdoa dalam menghadapi situasi dan kondisi yang tak menyenangkan hatinya.

Orang yang mampu menguasai dirinya. Naluri alamiah manusia yang membuat dirinya mudah tergoda adalah nafsu makan dan nafsu seksual. Seorang atlit harus mengendalikan diri terhadap nafsu makan berlebihan, bahkan seorang pembalab motor atau mobil tidak boleh kelebihan berat badan. Motor atau mobilnya tidak dapat lari kalau pembalabnya kegemukan. Orang yang telah merasakan nikmatnya hubungan seksual sebagai suami-isteri juga harus mengendalikan diri. Pengendalian diri diperlukan supaya manusia tidak menjadi budak terhadap dirinya. Budak adalah hamba. Manusia selamanya tidak bebas terhadap godaan alamiah ini. Untuk memperkecil terhadap godaan ini, maka manusia harus menguasai pikirannya supaya tindakannya terkendali untuk kebaikan bagi dirinya dan bagi orang lain. Orang yang hidupnya telah berserah terhadap kuasa Kristus, maka pikirannya selalu terbuka untuk hal-hal rohani. Apa saja hal-hal rohani itu? Janganlah berada di antara peminum dan pelahap. Jangan berzinah! Factor yang membuat orang dapat menguasai dirinya adalah kesadaran untuk membuat orang lain berbahagia

Yusuf adalah satu contoh nyata bagaimana dia mampu menguasai dirinya sehingga dia tidak tergoda ketika dia diajak oleh tante Portifar untuk berbuat mesum. Ia memiliki kesadaran terhadap hatinya, bahwa hidupnya untuk membahagiakan orang lain. Engkau bayangkan saja seandainya dia tergoda oleh ajakan mesum, pastilah tuan Potifar sangat kecewa luar biasa. Orang yang selama ini dibanggakan dihadapan para relasi tuan Portifar ternyata tidur dengan isterinya. Engkau sudah membuat orang lain menjadi tidak bahagia jika engkau kedapatan mengecewakan orang lain. Yusuf menjadi kuat imannya sebab dia memiliki kesadaran moral yang tinggi dan dia taat kepada Tuhan.   

Orang yang tidak mampu menguasai dirinya, maka hidupnya tidak bedanya dengan hewan. Tuhan memberimu otak untuk berfikir, memilah-milah tindakan seperti apa yang layak dilakukan supaya orang lain bahagia dan sebaliknya juga tindakan seperti apa yang membuat orang lain susah karena perbuatanmu. Tuhan memiliki rancangan indah atas dirimu dan Dia menghendaki engkau memperoleh hidup yang penuh berkat. Namun, tidak sedikit terjadi berbagai peristiwa orang-orang yang tidak mampu menguasai dirinya, maka orang-orang seperti ini mengalami hidup penuh derita pada masa tua mereka. Ruben tidak dapat menahan diri terhadap gundik ayahnya. Samson tidak mampu melawan birahinya terhadap perempuan Filistin. Saul tidak mampu melawan rasa dengkinya terhadap Daud.