Tampilkan postingan dengan label Keadilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keadilan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2018

Orang-Orang Yang Tersingkirkan

Setiap hari di mana saja selalu ada orang-orang yang tersingkirkan. Dari mereka yang berasal dari strata bawah sampai strata atas. Bersiaplah menjadi orang yang tersingkirkan supaya engkau menjadi orang yang masih dapat menikmati betapa indahnya hidup ini. Hidup ini adalah anugerah Tuhan, maka nikmatilah selagi engkau masih hidup. Keadaan apa pun yang engkau alami adalah sebagai akibat tindakan yang engkau lakukan jauh sebelumnya. Mengapa sampai ada orang-orang yang tersingkirkan?

Dilahirkan dalam kondisi yang tidak menguntungkan baik secara fisik maupun secara mental. Siapa yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orant tuanya sehingga dia dilahirkan buta, tanya seorang murid kepada Yesus. Bukan orang ini, juga bukan orang tua orang ini melainkan pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam orang ini, jawab Yesus. Apa saja pekerjaan Allah yang harus dinyatakan di dalam orang-orang seperti ini? Allah itu Roh. Melalui orang-orang yang tergerak hatinya, maka Roh memberi semangat bagi jiwa orang-orang cacat sehingga hidup ini tetap terasa penuh gairah. Orang tua adalah orang pertama yang seharusnya tergerak hatinya untuk memberi semangat anaknya terlahir cacat. Tidak cukup hanya memberi belas kasihan, sebaliknya jauh lebih banyak memberi semangat dan keterampilan yang dapat digunakan menopang hidupnya secara mandiri.

Kalah dalam persaingan dalam berbagai bidang, seperti bisniz, olah-raga, kompetisi bakat, pekerjaan, lamaran pekerjaan, dan lain sebagainya. Singa jantan yang telah tua dan tak bertenaga lagi, maka dia harus merelakan dirinya tersingkir dari persaingan dengan singa pejantan yang lebih muda dan perkasa. Preman penguasa suatu wilayah bisniz harus merelakan dirinya tersingkir dalam perebutan kekuasaan dengan calon preman yang muda dan perkasa. Dari sejak engkau lahir sampai Tuhan memanggilmu kembali, engkau melihat realitas kehidupan ini, bahwa dunia tempat manusia saling bersaing. Di antara kedua belas murid Yesus perlu bersaing untuk dapat duduk di sisi kiri dan kanan Yesus kelak Kerajaan-Nya. Di dalam gereja saja ada persaingan, maka apalagi dalam dunia sekuler. Di mana ada persaingan dan ketamakan, maka di situ syaiton mempunyai ramuan khusus untuk membuahi dosa. Iblis sudah mengintip-intip untuk memenuhi ketamakanmu.

Aspek sosial, politik, dan ekonomi adalah tiga serangkai yang tidak terpisahkan yang dapat membuat engkau menjadi orang yang tersingkirkan. Sebut sajalah ini adalah trinitas dunia sekuler. Orang yang pernah masuk ke dalam penjara karena tindakan kriminal yang pernah dilakukan olehnya, maka dia pasti tersingkirkan dari masyarakat tempat dia menetap. Masyarakat sudah memberikan stigma atas dirinya. Orang seperti ini membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghapus stigma pada dirinya dan harus disertai tindakan yang memberikan manfaat bagi lingkungannya. Jalan pintas yang dilakukan adalah pindah alamat sejauh mungkin ... pindah ke Uganda. Pada 1965 terjadi gejolak politik yang sangat luar biasa mengubah seluruh tatanan kehidupan di negeri ini. Partai Komunis Indonesia dipandang sebagai arsitek kegaduhan politik luar biasa di negeri ini. Jutaan anggota partai ini menjalani hukuman mati, dibunuh oleh massa di luar pengadilan yang sah, dijebeloskan ke dalam penjara dan siksaan fisik tanpa pengadilan, atau dikirim ke penjara alam, pulau Buru yang dikelilingi laut dalam penuh ikan hiu. Jumlah yang terbanyak adalah mati dibunuh massa di luar pengadilan. Well, well, well, istri, anak, keponakan, cucu, menantu, sampai lingkaran, kata orang sampai lingkaran ke sembilan, mereka ini menjadi orang-orang yang tersingkirkan, walaupun mereka tidak terlibat. Semisalnya ada anak kecil kedapatan dia adalah anaknya Parman dan ayahnya Parman ini adalah Soetomo, bekas anggota Partai Komunis Indonesia yang dikirim ke pulau Buru, maka sudah cukup alasan menjadi anak yang tersingkirkan dengan sebutan "Anak PKI". Anak-anak yang tersingkir karena korban politik. Mereka adalah orang-orang yang tersingkir pada saat tumbuh dewasa di negeri ini. Berbagai kesulitan mereka hadapi sebagai orang-orang yang tersingkir, seperti sulit mendapat pekerjaan, sulit mendapat tempat pemukiman, sulit bermasyarakat, dan sulit mendapat jodoh. Korban politik ada di mana-mana di seluruh dunia, tidak hanya di Indonesia.

Bergaul itu membutuhkan uang. Dua atau tiga orang berkumpul membutuhkan biaya ekonomi untuk memeriahkan pertemuan yang sederhana sekali pun. Di Indonesia sudah terbiasa pertemuan sederhana seperti ini dihidangkan singkong atau pisang goreng dan minumnya satu dua cangkir kopi tubruk, mau berapa cangkir tergantung berapa orang yang hadir. Semakin tinggi level ekonomi suatu kelompok komunitas, maka mereka membutuhkan segala sesuatu yang eksklusif dan yang dihidangkan juga pasti tidak murah. Dan, yang pasti lebih sering bayar sendiri-sendiri. Kalau engkau menyadari tidak mampu di lingkungan seperti ini, menyingkirlah dan engkau menyadari menjadi orang yang tersingkir dari kelompok pergaulan semacam ini. Orang-orang dari golongan ekonomi kuat cenderung bersikap menekan terhadap mereka yang berekonomi lemah. Realitas Injil tentang pergaulan semacam ini tertulis di dalam kitab Amsal, bahwa orang miskin  berbicara dengan memohon-mohon, sebaliknya orang kaya menjawab dengan kasar. Orang miskin dibenci oleh saudara-saudaranya, apalagi sahabat-sahabatnya, mereka menjauhi dia. Ia mengejar mereka, memanggil mereka, tetapi mereka tidak ada lagi.

Siapakah yang telah disumpahi oleh Tuhan sehingga ada orang yang tidak dapat masuk ke tempat perhentian-Nya? Mereka adalah orang-orang yang tidak taat sehingga tidak dapat masuk ke tempat perhentian (baca : Ibrani iii:18). Semua orang, baik orang percaya maupun orang tidak percaya dalam perjalanan menuju ke tempat perhentian. Suatu perjalanan panjang yang semakin dekat ke tempat tujuan. Orang-orang yang tidak taat pasti akan menjadi orang-orang yang tersingkir dari hadapan Tuhan. Bukan setiap orang yang berseru : Tuhan! Tuhan! Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang taat dengan kehendak Bapa.

Tuhan sudah memberi peringatan, bahwa engkau harus waspada terhadap nabi-nabi palsu dan pasti membawa ajaran palsu datang kepadamu dengan menyamar sebagai domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala buas (Matius vii:15). Mungkin engkau tidak menyadari sedang menelan ajaran-ajaran palsu dan mengajarkan pula kepada orang lain dan melaksanakan ajaran ini, maka engkau layak disebut penyesat dan engkau layak disingkirkan oleh Tuhan. Tanda-tandanya orang yang disingkirkan dari umat Tuhan (baca : gereja) karena sesat adalah dia menjadi kedahsyatan di antara umat Tuhan. Di gereja-gereja saat ini banyak beredar ajaran sesat dan banyak anggota jemaat tidak menyadari, bahwa mereka tersesat! Selidiki setiap roh di sekelilingmu. Banyak membaca firman Allah dan banyak berdoa, maka Roh Kudus pasti membuka pikiranmu dan engkau semakin mengerti Kitab Suci. Waspada! Waspada! Waspada! 


Sabtu, 24 September 2016

Ketika Orang Kaya Berperkara Di Pengadilan

Pada 5 September  2016 Yemima Raissa Kusumawardhani, puteri tunggalku berulang tahun ke 16. Bersamaan pada hari ulang tahun puteriku ini sedang berlangsung persidangan ke 18 perkara kopi bersianida yang mengakibatkan kematian Wayan Mirna Salihin dan sebagai terdakwa dihadirkan Jessica Kumala Wongso. Baik Mirna maupun Jessica berasal dari keluarga kaya keturunan Tionghoa. Indikasi bahwa mereka berasal dari keluarga kaya adalah banyaknya saksi ahli yang dihadirkan dan lamanya persidangan yang dijalani. Berapa banyak biaya yang telah dikeluarkan oleh keluarga Jessica untuk membayar lawyer dan saksi ahli. Kedua kubu all out mengeluarkan uang. Mendapatkan keadilan dari perkara hukum yang sedang berlangsung di Indonesia bukan perkara mudah. Semua saksi ahli yang dihadirkan di persidangan ini adu pintar dalam menghadapi fakta di persidangan. Seorang saksi ahli hukum pidana dari Universitas Gajah Mada telah berkata, bahwa jika hakim meragukan penyebab kematian dalam kasus ini, dia berhak membebaskan terdakwa. 

Ketika dua orang kaya bertarung di pengadilan, maka uang berbicara untuk adu kuat membayar lawyer. Tidak murah membayar lawyer yang andal. Mereka orang kaya! Bagaimana kalau perkara ini dihadapi oleh orang miskin? Pasti tidak serumit ini. Saksi akhli yang dihadirkan bukan lagi dengan kata beberapa, melainkan banyak. Saksi akhli yang dihadirkan bukan saja dari dalam negeri, melainkan ada yang didatangkan dari Australia. Beberapa saksi akhli bidang patologi forensik mengatakan, bahwa kematian Mirna tidak dapat dipastikan sebab keracunan sianida. Sebab jumlah sianida yang terdapat di dalam lambung Mirna terlalu sedikit untuk dapat mematikan orang.

Hakim adalah manusia biasa. Tidak ada hakim di kolong langit dapat menghasilkan keputusan yang adil. Di Indonesia tidak sedikit juga hakim yang terima uang suap. Lawyer menyuap dan masuk penjara juga ada. Jaksa juga sama saja. Berdoa saja kepada Tuhan supaya tim hakim, terutama hakim ketua hatinya dijamah oleh Roh Tuhan supaya hakim ini memiliki hikmat dalam pengambilan keputusan, sehingga keputusannya memberikan keadilan kedua pihak. Kiranya keadilan Tuhan datang ke dalam persidangan ini seperti datangnya air sungai yang bergulung-gulung.


     

Kamis, 18 Agustus 2016

Menanti Keadilan Perkara Kopi Vietnam

Sampai hari ini memasuki babak persidangan ke 14 perkara kematian Mirna yang mati setelah minum kopi Vietnam di kafe Oliviera. Mirna mengalami kematian setelah minum kopi yang diduga mengandung zat kimia dari persenyawaan sianida. Persenyawaan sianida dapat berbentuk cair, powder, atau gas. Gas sianida digunakan oleh Nazi-Jerman untuk membunuh lima juta orang Yahudi selama Perang Dunia II di Eropa dari 1939 - 1945. Jessica Wongso, teman Mirna dicurigai, bahwa perempuan ini yang membubuhkan racun ini ke dalam kopi Mirna. Praduga tak bersalah harus ditegakkan dalam perkara ini. Sampai hari ini belum ada argumentasi saksi ahli yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum dapat memberikan indikasi, bahwa Jessica adalah pelaku pembunuhan. Hari ini sidang ditunda, sebab Jessica dalam kondisi tidak sehat. 

Yang satu ini adalah kopi Bekasi.
Ada beberapa pemandangan yang menarik disimak dalam sidang perkara pembunuhan ini, yakni pertama hakim dan jaksa penuntut umum memberi kesan bingung, kedua roman muka Jessica yang dingin tanpa ekspressi, ketiga penasehat hukum terdakwa yang tampak cerdik dan pengalaman. Penasehat hukum ini mengajukan banyak pertanyaan yang sulit dijawab oleh saksi ahli dan mementahkan argumentasi saksi ahli. Empat orang saksi ahli yang telah dihadirkan adalah ahli kimia bidang toxologi, ahli CCTV, ahli forensik digital dari kepolisian, dan psikiater dari Universitas Indonesia.

Menurut penasehat hukum terdakwa, bahwa yang harus dibuktikan adalah sianida yang ada di dalam tubuh Mirna, bukan sianida yang terdapat di dalam sisa kopi yang telah diminum oleh korban. Kesulitan untuk membuktikan keberadaan sianida di dalam tubuh korban, sebab tidak dilakukan autopsi pada saat kematiaannya. Mengapa tidak dilakukan autopsi? Pihak kepolisian tidak akan melakukan autopsi, jika pihak keluarga korban tidak mengijinkan autopsi. Tanpa pembuktian seberapa ada sianida di dalam tubuh korban, maka berbagai dugaan dapat muncul, bahwa korban mati bukan disebabkan oleh minum kopi yang diduga ada sianida, melainkan oleh sebab lain, seperti serangan jantung atau stroke.

Jaksa penuntut umum dalam sidang ini seharusnya adalah orang Batak. Penasehat hukum Jessica Wongso adalah orang Batak. Ada pepatah lama mengatakan, bahwa yang dapat mengalahkan orang Yahudi adalah orang Yahudi sendiri. Jadi? Jadi, yang mengalahkan orang Batak adalah orang Batak juga. Aku ingat puluhan tahun yang lalu ada kasus perkara perdata di pengadilan Singapura. Pihak penggugat dan tergugat adalah dari bangsa yang sama, yakni Indonesia. Kau tahu siapa lawyer kedua pihak yang berperkara di pengadilan Singapura ini? Mereka semua adalah orang Inggris dari etnis Yahudi dan kedua lawyer ini sama bergelar QC. Pada waktu itu yang bergelar QC di Inggris hanya enam orang. Kita tunggu saja keadilan sejati dari Tuhan hadir di persidangan kopi Vietnam ini. Keadilan Tuhan datang seperti air sungai yang bergulung-gulung.-

Sabtu, 31 Oktober 2015

Orang Kristen Terbebas Dari Hukum Taurat

Penulis
Kebebasan adalah milik orang yang menyadari apa artinya hidup bahagia.



Pendahuluan :
Hukum Taurat adalah pernyataan Tuhan bagi umat Israel sebagai alat untuk menertibkan dan mengatur kehidupan peradilan di bidang perdata, sosial-keagamaan, dan pidana dengan kekudusan yang diperlukan untuk memelihara hubungan kovenan dengan Tuhan. Tujuan hukum Taurat adalah menunjukkan dosa manusia dalam keadaan yang sebenarnya, yakni sebagai pemberontakan dan ketidaktaatan di hadapan Tuhan. Lebih dari enam ratus hukum ada di dalam kitab-kitab Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan meliputi perintah-perintah, ketetapan-ketetapan, dan peraturan-peraturan. Hukum itu mempunyai konsekuensi sanksi bagi setiap pelanggaran. Dan, hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan [Ibr. 9:22]. Penumpahan darah hewan adalah bentuk simbolis penyucian dosa terhadap orang yang hidupnya dibawah hukum Taurat.

Selama empat puluh tahun lamanya setelah keluar dari Mesir, bangsa Israel hidup sebagai nomaden di gurun pasir Sinai. Umumnya suku bangsa yang hidup sebagai nomaden adalah hidup yang serba tidak teratur dan mind set mereka masih banyak dipengaruhi oleh berhala-berhala Mesir, maka cara hidup mereka perlu ditata kembali supaya mereka menyadari sebagai bangsa pilihan Allah. Allah menata kembali perilaku hidup mereka dengan keharusan mentaati hukum. Menurut kebiasaan masyarakat kuno di Timur Dekat, rakyat mentaati hukum supaya perilaku rakyat dapat menyenangkan dewa-dewa, sebaliknya Tuhan memerintahkan bangsa Israel mentaati hukum supaya mereka tetap menjaga kekudusan hidup di hadapan Tuhan. Mereka belum sampai pada tahapan memahami untuk apa menjalankan suatu perintah, ketetapan, atau peraturan. Misalnya, mereka dilarang makan daging binatang tidak berbelah kuku pada kakinya dan mereka dilarang makan darah hewan. Bagi mereka yang penting taat.

Hukum Taurat berlaku hanya kepada orang yang selama hidupnya dibawah hukum tersebut. Seorang perempuan yang masih terikat hubungan resmi dengan laki-laki yang menjadi suaminya, maka dia masih dalam keadaan terikat dengan hukum yang membuat dirinya masih berstatus isteri laki-laki ini. Seorang perempuan yang masih terikat hukum dengan laki-laki ini sebagai istrinya kedapatan dia menikah dengan laki-laki lain, maka perempuan ini disebut berzinah. Seorang perempuan yang sudah tidak terikat lagi dengan hukum yang mengikatnya dengan laki-laki ini sebagai istrinya, maka dia adalah perempuan bebas. Seseorang yang pernah hidup dibawah hukum Taurat, kemudian menerima kasih karunia dari Tuhan, maka dia sudah terbebas dari beban hukum yang pernah mengikatnya.

Orang yang dibenarkan di hadapan Tuhan bukan karena melakukan hukum, melainkan oleh iman, sebaliknya dasar hukum bukan karena iman, melainkan ketaatan orang melaksanakan hukum, maka dia akan hidup karenanya [Galatia iii:11-12].

Hukum Taurat membuat manusia mati terpenjara [Roma vii:4]. Walaupun dikurung oleh lebih enam ratus hukum, bagi umat Israel hukum ini dilaksanakan sebagai suatu kesukaan. Bagi orang Kristen yang hidupnya telah berada di luar hukum mungkin berasumsi, bahwa kehidupan sehari-hari orang Israel terasa berat, sebab dikurung oleh begitu banyak hukum. Mereka menjadi terbiasa dengan hukum seperti ini sebab mereka telah beradaptasi dari generasi ke generasi. Dan, mereka merasakan suka cita, sebab melalui hukum ini, Tuhan telah memberi tahu kepada mereka segala sesuatu yang tidak disukai oleh Tuhan supaya dijauhi saja. Sebagian besar muatan hukum bersifat negative, seperti : jangan ini … , jangan itu … , haruslah begini … , haruslah begitu … , dan seterusnya. Ganjaran atas ketaatan terhadap hukum adalah berkat atau kutuk ketika orang masih hidup di dunia.  

Tuhan menurunkan hukum untuk menunjukkan, bahwa manusia tidak dapat bermegah dengan segala perbuatan baik. Kejahatan dan kesalahan manusia, yakni dosa tidak berkesudahan [Ayub 22:5]. Semua perbuatan baik yang dilakukan oleh manusia hanya menimbulkan kesombongan. Orang sombong sulit menerima pembaruan rohani dalam kehidupannya [Lukas 18:9-14]. Yesus memberikan satu ilustrasi tentang dua orang berbeda status sosial mereka. Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa. Orang pertama adalah seorang Farisi dan yang lain adalah seorang pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya, begini :”Ya Tuhan, aku mengucap syukur kepada-Mu, sebab aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah, dan bukan juga seperti pemungut cukai ini. Aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan satu per sepuluh dari segala penghasilanku. Namun, pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan tidak berani menengadah ke langit, melainkan dia memukul diri dan berkata :”Ya Tuhan, kasihanilah aku orang berdosa ini.” Yesus berkata, bahwa pemungut cukai ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan oleh Tuhan dan orang yang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, dia akan direndahkan, sebaliknya barangsiapa merendahkan dirinya, dia akan ditinggikan. Orang pertama dalam cerita ini adalah kelompok orang yang menjunjung moralisme, yakni mengutamakan perbuatan baik untuk mendapatkan pembenaran. Apakah ada manfaat untuk Tuhan jika manusia berbuat baik? Apakah manusia mendapat pembenaran dari Tuhan jika dia melakukan perbuatan baik? Betapa pun baiknya suatu perbuatan manusia di hadapan Tuhan, tidak ada yang menyenangkan hati Tuhan, sebab semua manusia di kolong langit telah berdosa kepada Tuhan.

Orang yang hidupnya dibawah hukum Taurat, seumpama dia berada di dalam ruangan empat dinding kokoh. Ke mana pun dia memandang ke empat sisinya, dia tidak menyadari, bahwa dia dikurung oleh kira-kira seratus lima puluh hukum pada masing-masing sisinya. Pada waktu mereka masih muda, masih enerjik, bergiat melakukan segala perbuatan baik, tetapi pada hari tua, mereka gentar ketika melihat matahari kehidupan semakin condong terbenam. Mereka mulai merenungkan apa yang telah mereka perbuat selama hidup, apakah semua amalan akan diterima oleh Tuhan dan mendapatkan keselamatan kekal. Mereka mulai merenungkan, apakah pengudusan hidup melalui penumpahan darah hewan kurban sudah cukup sempurna dan menyelamatkan mereka. Orang yang menyadari dirinya mati karena hukum, maka dia membutuhkan pembebas, supaya dia bebas dari hukum. Pembebas adalah Dia yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, supaya orang ini menjadi milik-Nya, sehingga orang ini beroleh kebebasan dari beban hukum.     
  
Orang percaya bebas dari hukum Taurat [Roma vii:6]. Jika engkau dalam kondisi mati, engkau dapat bebas dari hukum yang memenjarakanmu. Bagaimana supaya engkau menjadi dalam kondisi mati, sedangkan secara fisik engkau masih hidup di dunia? Engkau harus bersedia percaya dan menerima Yesus Orang Nazaret sebagai Juru Selamat jiwamu. Percaya dan menerima Dia sebagai Juru Selamat, artinya, engkau bersedia dikuburkan bersama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Tuhan, demikian juga engkau akan hidup dalam hidup yang baru [Roma vi:4]. Hidup yang baru artinya engkau telah diperbaharui oleh Roh Kudus. Siapa yang telah mati bersama Dia, maka dia bebas dari dosa dan telah bebas dari ikatan hukum.

Dalam keadaan baru menurut Roh, artinya engkau dihidupkan oleh Roh menuju ketaatan yang baru, yakni iman kepada Yesus, Anak Allah yang tunggal. Roh memperbarui hidupmu setiap saat sehingga engkau menjadi pribadi yang unik sesuai menurut kehendak Tuhan. Semua orang yang hidupnya dipimpin oleh Roh Tuhan, maka dia layak disebut anak Tuhan dan engkau tidak menerima roh perbudakan, melainkan roh kebebasan menjalankan kehendak Bapa di Sorga. Yesus memberi jaminan ketika engkau masih hidup di dunia, bahwa tidak ada seorang pun dapat datang kepada Bapa tanpa melalui Dia, sebab Dia adalah jalan yang benar dan jalan yang memberi hidup sehingga engkau tak perlu kuatir lagi pada hari senja kehidupanmu.

Di dalam Kristus tidak ada kutuk. Ia adalah kebangkitan dan hidup; engkau percaya kepada Dia, engkau akan hidup walaupun engkau telah mati [Yohanes xi:25]. Darah Kristus tercurah membasahi bumi adalah peristiwa nyata terjadi dua ribu tahun yang lalu, sebab telah disaksikan oleh banyak orang dan serdadu-serdadu Romawi. Darah Kristus menghalau kutuk dari kehidupanmu dan dosamu diampuni oleh-Nya bukan peristiwa simbolis seperti penumpahan darah hewan kurban, sebaliknya peristiwa ini adalah peristiwa nyata yang engkau terima sebagai iman. Engkau mempunyai iman kepada Kristus, sebab Roh telah memperbarui hidupmu. Tuhan sendiri yang menghendaki peristiwa ini nyata dalam kehidupan semua orang percaya, sebab Dia dalam rupa sebagai manusia, darah-Nya membasuh kutuk dosa dan kutuk hukum.

Apakah engkau pernah ditanya oleh seseorang yang bukan Kristen, mengapa orang Kristen yang hidup dalam Perjanjian Baru boleh makan daging babi, sedangkan di dalam Perjanjian Lama makan daging ini adalah larangan? Jawabannya sederhana, yakni hidup orang Kristen telah ditebus oleh kematian Kristus sebagai ganti kematian orang percaya terhadap hukum Taurat. Walaupun bagi orang Kristen makan daging babi tidak dipandang sebagai larangan, tidak semua yang dihalalkan dapat dinikmati tanpa batas dengan alasan kesehatan. Selain itu tidak semua yang berguna dapat dikonsumsi dengan alasan bebas dari hukum. Misalnya, etanol itu dalam kadar tertentu dapat dikonsumsi sebagai minuman. Apakah engkau akan merusakkan dirimu mengoplos berbagai minuman beralkohol untuk memuaskan diri dengan alasan telah bebas dari hukum? Tubuh kita adalah Bait Allah tempat kita memuliakan Roh Tuhan. Seluruh anggota tubuh kita gunakan untuk memuliakan Tuhan. Orang Kristen telah terbebas dari hukum Taurat, tetapi gunakanlah kebebasan itu secara bertanggungjawab.   

Penutup : Orang Kristen dibebaskan bukan hanya dari beban hukum Taurat dalam arti hukum Musa, melainkan dari beban hukum mana pun sejauh pelaksanaan hukum dijadikan syariah keselamatan. Dalam sejarah gereja permulaan di Yerusalem sampai gereja memasuki masa Reformasi, ternyata orang Kristen dibebani oleh taurat-taurat yang lain, seperti larangan makan daging pada Jum’at, larangan tidak boleh kawin untuk memangku jabatan tertentu dalam gereja dan memuliakan orang-orang kudus yang telah mati. Kebebasan orang Kristen oleh Roh yang telah memperbaharui hidup orang percaya seharusnya digunakan untuk menggarami dunia supaya bangsa-bangsa di dunia semakin mengenal Kristus.-

Sabtu, 30 November 2013

Revolusi Itu Dimulai Dari Banten?

“Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan” [Mazmur xlix:21].

Banyak orang telah menduga sejak lama, bahwa keberadaan Ratu Atut Chosiyah selaku gubernur provinsi Banten adalah hasil penggelembungan suara pemilih secara illegal; bahkan ada seorang politisi yang terang-terangan mengatakan, bahwa gelar kesarjanaan yang dimiliki oleh gubernur ini patut dipertanyakan legalitasnya. Beberapa fakta di lapangan telah menunjukkan titik terang mengapa orang harus curiga terhadap kemenangannya beberapa tahun yang lalu, tetapi sulit untuk membuktikannya. Ia anak perempuan seorang jawara Banten. Kalau sudah mendengar predikat jawara, biasanya berkonotasi buruk dalam ingatan setiap orang, seperti suka memaksakan kehendak, keserakahan, kerakusan dan kesadisan, dan seterusnya yang serba negative. Saya jadi teringat dengan shooting film Saijah dan Adinda yang disutradarai oleh orang Belanda. Satu film yang menceritakan penderitaan rakyat Banten pada masa penjajahan pemerintah kolonial Belanda. Namun, film sejarah ini kemudian dilarang diputar oleh rezim Suharto yang sedang berkuasa dengan alasan dapat mengganggu persahabatan Indonesia dan Belanda. Sekarang pun dibawah kepemimpinan Gubernur Ratu Atut rakyat Banten sedang mengalami kondisi ekonomi yang tidak dapat dikatakan menyenangkan. Apakah benar Ratu ini belanjanya dalam satu bulan 1 milyar rupiah sementara rakyatnya dalam kemiskinan dan di provinsi ini banyak infra struktur yang rusak? Ironis sekali kedengarannya, 350 tahun rakyat Banten pernah dijajah oleh bangsa Belanda dari sejak Cornelis de Houtman menginjakkan kakinya di Banten pada 1596, tetapi sekarang dijajah oleh bangsa sendiri.

Welcome to Serang, Banten [by Nurman_1].
Banyak orang berkata, bahwa Banten dikenal dengan santet, ajian kebal tubuh tahan peluru, ajian halimunan dapat menghilangkan tubuh dari penglihatan, dan seterusnya dengan sederet ajian lainnya. Apakah orang Belanda gentar menghadapi semua ajian orang Banten ini? Jawabannya adalah tidak. Tidak ada jawara Banten yang disegani oleh Daendels, Gubernur Jenderal yang memerintah Hindia Belanda dari 1808 – 1811. Daendels pernah mengirim satu batalyon pasukan kavaleri dan infanteri untuk meratakan kraton Kesultanan Banten. Orang Belanda menghadapi orang Banten menggunakan cara gabungan antara kecerdikan, tipu mulishat, dan kekerasan. Mungkin Tuan Daendels mendengar betapa hebatnya jawara Banten, tapi itu masalah kecil bagi dia. Orang Belanda pundi-pundinya penuh dengan uang, maka disuap saja jawara yang paling kuat untuk membunuh jawara yang kelasnya lebih rendah. Kombinasi ketiga cara inilah yang sekarang digunakan di Banten, bahkan di banyak tempat di Indonesia. Atut mempunyai cara cerdik untuk meluaskan dan menjaga kekuasaannya dan memperkaya dirinya di Banten. Walaupun cara yang digunakan olehnya tergolong kuno, terbukti digjaya membentengi dirinya selama beberapa tahun ini.

Adalah seorang hakim Mahkamah Konstitusi bernama Akil Mochtar telah menjadi tersangka kasus uang suap dan telah ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Mochtar menerima suap untuk menangani sengketa pemilihan kepala daerah tingkat II di Lebak, Banten. Bupati Lebak yang sekarang ini masih bersaudara dekat dengan Atut dan kelanjutan kekuasaannya harus dipertahankan mengingat wilayah ini memiliki tambang emas. Kepala daerah tingkat II, yakni bupati adalah jabatan dibawah gubernur, tugasnya membantu pekerjaan gubernur di tingkat kabupaten. Semua bupati di Banten adalah lingkaran relasi yang sangat dekat dengan  Atut, paling sedikit adalah saudara tiri. Relasi orang luar mungkin ditempatkan di pos-pos setingkat camat dan lurah. Inilah yang sering disebut orang sebagai dinasti politik. Dengan lapis-lapis kekuasaan seperti ini, maka sangat mudah bagi Atut untuk mengendalikan orang-orang pilihannya demi menggemukkan isi pundi-pundinya. Sekarang, orang yang menjadi bupati di Lebak masih terhitung saudara dekatnya telah menjadi tersangka dan ditahan oleh KPK dalam hubungannya kasus suap yang melibatkan Mochtar. Dan, saat ini Orang Nomor Satu provinsi Banten ini sedang menjadi saksi dalam kasus korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di rumah sakit umum daerah Banten [RSUD Banten] yang sedang diusut oleh KPK.

Bagaimana dengan belanja Ratu Atut yang kata orang mencapai 1 milyar rupiah per bulan? Gubernur mana yang menghabiskan uang belanja kira-kira Rp 33000000,- [tiga puluh tiga juta rupiah] per hari selain Atut? Sudah aku katakan seperti tersebut di atas, bahwa orang Banten [baca : Atut] menggunakan cara-cara yang dulu digunakan oleh orang Belanda dalam mengeksploitasi rakyat jajahan. Mungkin belanja 1 milyar rupiah per bulan itu adalah belanja harian kantor pemerintah provinsi, tetapi dengan kecerdikannya belanja harian pribadinya dimasukkan ke dalam nota belanja harian pemerintah provinsi. Berapa persen? Katakanlah 50 persen dan dibagi-bagi dengan orang-orang terdekat di kantor pemerintah daerah. Apakah tulisanku ini tidak benar? Untuk apa ratusan mahasiswa di provinsi ini melakukan demonstrasi menuntut Atut meletakkan jabatannya kalau tidak ada apa-apanya? Dan, biasanya kalau seorang public figure sudah dipanggil oleh KPK dengan kapasitas sebagai saksi, maka biasanya tak lama kemudian orang ini akan berubah statusnya menjadi tersangka dan ditahan. Ditahan? Impian banyak orang Banten, perempuan ini seharusnya ditahan. Abraham Samad dan teman-temannya tidak perlu takut menghadapi provokasi ajian santet, ajian halimunan, dan debus Banten, sebab payung hukum negara berlandaskan Pancasila melindungi mereka dalam menjalankan tugas perjuangan melawan korupsi. 

Surya Paloh berkata, bahwa negeri ini membutuhkan semacam revolusi. Bukan semacam revolusi yang dibutuhkan oleh bangsa ini, melainkan revolusi sungguhan, yakni menuntut perubahan yang mendasar dan semesta dari Merauke sampai Sabang. Revolusi belum selesai di negeri ini. Revolusi fisik pada masa perang kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan telah usai. Revolusi yang berikut adalah revolusi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Yang namanya revolusi pasti menggetarkan seluruh sendi-sendi kehidupan satu bangsa. Ada banyak revolusi telah terjadi di berbagai negara. Revolusi Prancis getarannya bukan saja memporakporandakan Prancis, melainkan gemanya terasa ke seluruh dunia dan effeknya masih terasa sampai sekarang. Tanpa terjadinya Revolusi Prancis, maka kita tidak akan pernah mengalami apa artinya negara demokrasi dengan pemerintahan yang dibagi dalam tiga pilar yang kita kenal Trias Politica, yakni yudikatif, legislative, dan eksekutif. Keadilan sosial adalan cita-cita luhur bangsa Indonesia, yakni setiap warga negara Indonesia memiliki kesempatan dalam mendapatkan penghasilan yang merata dan cukup. Bukankah doa kepada Tuhan bunyinya demikian, berilah kepada kami pada hari ini makanan yang secukupnya. Jika uang negara yang dikorup oleh birokrat-birokrat rakus diakumulasikan, katakanlah untuk kondisi di Banten, akumulasi uang negara ini dapat membangun banyak pabrik yang dapat memberikan pekerjaan bagi ribuan buruh.

Seorang kepala daerah hidup dalam gelimangan kemewahan sedangkan rakyatnya hidup dalam himpitan kemiskinan adalah seperti pembunuh berdarah dingin yang tega menghabisi saudaranya sendiri. Revolusi Prancis pecah pada abad ke 18 pada puncaknya rakyat dalam himpitan kemiskinan dan kelaparan hebat sementara Louis XVI dan isterinya Maria Antoinette hidup dalam kemewahan di istana Vesailles. Revolusi ini pecah ketika ratusan ribu rakyat Prancis menyerbu benteng Bastille, raja dan isterinya dihukum mati dengan leher dipancung dengan guillotine. Sejarah sudah menunjukkan, bahwa manusia yang dengan sekuat tenaga dan dengan berbagai tipu muslihat memperluas dan mempertahankan kekuasaannya pada akhirnya tumbang juga. Bagi seorang pemimpin yang di dalam dirinya sudah ada pemikiran pemusatan dan mempertahankan kekuasaannya, maka dia sudah menumbuhkan embrio kekuasaan yang korup. Pemimpin berkarakter kuat memperjuangkan idealisme bangsanya, sebaliknya pemimpin berkarakter lemah dan lama berkuasa cenderung menghasilkan kelompok kekuasaan yang korup. Rezim Suharto layak disebut rezim korup yang memerintah Indonesia selama 30 tahun. Tidak ada kekuasaan yang abadi bagaimana pun hebatnya seorang jawara. Untuk segala sesuatu di kolong langit ini ada masanya. Ada masanya berkuasa, ada masanya meletakkan kekuasaan dan menyerahkan kekuasaan kepada orang lain. Barangsiapa takut kehilangan nyawanya, maka dia akan kehilangan nyawanya. Nyawa bagi seorang koruptor adalah kekuasaannya. Jika seorang pejabat korup kehilangan lapis demi lapis kekuasaannya, dia akan kehilangan kesempatan melanjutkan keserakahannya akan harta. Kekuasaan habis, maka nyawanya pun habis!       

Gubernur dan bupati menjalani masa jabatan hanya dua perioda saja, yakni total 10 tahun. Tidak masalah! Selama 10 tahun berkuasa, dia telah menyiapkan gubernur penggantinya, begitu pula dengan bupati-bupatinya telah disiapkan pengganti-pengganti menurut pilihannya. Ia pasti telah mempunyai paling sedikit satu perusahaan yang disiapkan untuk beroperasi penuh pada saat di tidak menjadi gubernur lagi. Korporasinya akan menjadi rekanan kerja baik bagi proyek-proyek pemerintah daerah maupun perusahaan-perusahaan swasta yang ada di daerah ini. Ia tentu bukan orang bodoh, maka korporasinya dijalankan oleh orang lain yang sudah sangat dipercaya dan mungkin dibawah ancaman secara halus. Di tingkat kabupaten, saudara-saudaranya tentu membangun korporasi dalam skala yang lebih kecil dengan tujuan yang sama. Siapa pemenang tender rekanan kerja telah diatur skenarionya oleh the big boss. Inilah kejahatan nepotisme, yakni siapa saja yang dianggap tidak sejalan dengan the big boss, tidak akan dapat bagian kue pengerjaan proyek. Di dalam nepotisme tidak ada keadilan sosial, yang ada adalah semuanya adalah milik saya. Ini milik saya! Itu milik saya! Yang di sebelah sana milik saya! Orang sering mengalami kegagalan karena sering mengabaikan sejarah, bahwa ada orang yang lebih dahulu telah melakukan dan gagal, maka seharusnya jangan melakukan tindakan yang sama seperti pendahulunya. Rezim Suharto telah melakukan cara hidup seperti ini, tapi pada akhirnya ambruk, padahal kendaraan yang digunakan mengawal rezim ini sangat kuat, yakni militer dan birokrat. Terkutuklah manusia yang hidupnya mengandalkan manusia. Ia yang mengandalkan kekuatannya sendiri untuk mempertahankan kekuasaan dan memperkaya diri sendiri. Tidak ada yang tahu bilamana nafsu keserakahan itu berhenti tidak menggoda hati lagi.- 

Referensi Banten :
Kuliner Khas Banten


Jumat, 07 Juni 2013

Hukum Tanpa Ketegasan

Di negeri ini banyak orang yang sudah jelas berurusan dengan masalah hukum dan menjadi status tersangka, tetapi kelanjutan kasusnya pelan-pelan hilang tak terdengar seperti halimun tersapu angin di pagi hari. Banyak kasus hukum lenyap tak terdengar lagi karena ,,, seperti ada politics deal antara pihak yang satu dengan pihak yang lain. Buktinya apa? Rakyat menginginkan kelanjutan dari satu kasus dan berakhir seperti apa vonnisnya? Berita kasus hukum seorang petinggi pemerintah atau petinggi partai politik sudah menjadi headline beberapa surat kabar dan dinyatakan sebagai tersangka, tetapi pada akhirnya hanya sekedar berita hiburan yang tidak menghibur rakyat yang rindu menyaksikan ketegasan hukum. Yah, kalau tokh figure-figure ini kemudian dijatuhi vonnis oleh hakim, yang sudah sering terjadi hukuman yang diterima justeru melukai rasa keadilan terhadap rakyat. Korupsi ratusan milyar, hukuman yang diterima hanya beberapa tahun, bahkan ada hakim yang memberi vonnis bebas murni. Jangan salahkan rakyat kebanyakan, jika pada saat ini banyak di antara mereka sudah tidak mempercayai supremasi hukum.

Partai politik, birokrat pemerintah, kepolisian, dewan perwakilan rakyat, … institusi apa lagi yang belum aku sebutkan di sini yang bebas dari kasus-kasus korupsi. Jika orang-orang ini di antara mereka dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan telah ditetapkan sebagai tersangka korupsi, orang-orang ini seperti tak punya hati nurani lagi, wajah mengumbar senyum lebar seakan dirinya tidak menyesali, bahwa perbuatannya telah melukai hati nurani rakyat. Hukuman ringan dan negara nyaris tidak dapat menyita seluruh harta kekayaan hasil korupsi orang-orang ini, sehingga ketika keluar dari penjara masih dapat bernafas lega menikmati harta haram yang tak tahu disimpan di mana selama orang-orang ini berada di dalam penjara. Pantas saja, negara ini semakin dilecehkan wibawanya oleh pelaku kejahatan korupsi. Negeri ini memang mempunyai instrument mengatur masyarakat supaya taat hukum, tetapi hamba-hamba hukum yang dipercayakan oleh rakyat tidak bertindak tegas dalam menegakkan hukum, sehingga semakin banyak orang yang tergoda harta, tahta, dan wanita atau perempuan nekat melakukan pelanggaran demi memenuhi salah satu yang menggoda hatinya dari ketiga godaan ini.

Tuhan mengijinkan Iblis mencobai semua orang percaya supaya jatuh dan menjadi hamba dosa. Terhadap orang yang tendensius menyukai harta, maka Iblis menggoda orang ini dengan pikiran-pikiran mencari peluang dapat korupsi; kalau tak dapat peluang korupsi, maka paling sedikit jadi maling ayam punya tetangga. Terhadap orang yang tendensius menyukai kekuasaan, maka Iblis menggoda orang ini dengan pikiran-pikiran menyingkirkan teman sendiri yang sedang memegang satu jabatan strategis. Terhadap orang yang tendensius menyukai perempuan, maka Iblis menggoda orang ini dengan pikiran-pikiran mendapatkan peluang menikmati sex dengan perempuan yang disukainya. Tuhan berfirman, bahwa jika engkau tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah-mu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan Tuhan, yang disampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk akan datang kepadamu dan mencapai engkau [Ulangan xxviii:15]. Kutuk segera diterima oleh seseorang yang terikat dengan perbuatan dosanya, yang berarti dia telah menjadi hamba Iblis, dan … Tuhan tidak menerima seseorang yang hidup di dalam kuasa kutuk. Terikat artinya, engkau melakukan terus perbuatan dosamu tanpa engkau dapat melepaskan diri lagi. Sekali engkau melakukan. Selesai. Ulangi lagi perbuatan yang sama. Terus setiap hari sampai engkau tak menyadari lagi sudah berapa lama engkau telah melakukan perbuatan jahat di mata Tuhan. Jika engkau sudah tidak diterima lagi di hadapan Tuhan, itu adalah hukuman yang engkau terima dari Tuhan. Apa buktinya jika seseorang tidak diterima lagi di hadapan Tuhan? Bacalah ini :

  • Terkutuklah engkau di kota dan terkutuklah engkau di ladang.
  • Terkutuklah bakulmu dan tempat adonanmu.
  • Terkutuklah buah kandunganmu, hasil bumimu, anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
  • Terkutuklah engkau pada waktu masuk dan terkutuklah engkau pada waktu keluar.
  • TUHAN akan mendatangkan kutuk, huru-hara dan penghajaran di antaramu dalam segala usaha yang engkau kerjakan, sampai engkau punah dan binasa dengan segera karena jahat perbuatanmu, sebab engkau telah meninggalkan Tuhan.
  • TUHAN akan meletakkan penyakit sampar kepadamu, sampai dihabiskannya engkau dari tanah, ke mana engkau pergi untuk mendudukinya.
  • TUHAN akan menghajar engkau dengan batuk kering, demam, demam kepialu, sakit radang, kekeringan, hama dan penyakit gandum; semuanya itu akan memburu engkau sampai engkau binasa … [Ulangan xxviii:15-45].

Hukuman Tuhan itu pasti dan berkekuatan tetap tanpa dapat dihalangi lagi oleh pelaku kejahatan, karena firman Tuhan ya dan amin, dan firman-Nya tidak pernah kembali dengan sia-sia. Apakah engkau seorang pendeta, apakah engkau seorang perampok kelas berat, apakah engkau seorang petinggi negara, apakah engkau seorang konglomerat, apakah engkau seorang pengayuh becak, hidupmu hanya bergantung dengan perkataan-Nya, hidupmu hanya bergantung kepada kuasa-Nya. Perintahnya tegas, berwibawa, dan tak seorang pun dapat menahan perkataan-Nya. Jika di dunia ini engkau mempunyai masalah hukum sehingga sampai ke pengadilan, engkau dapat berkilah di hadapan pengadilan yang diadakan oleh manusia, tetapi engkau tidak akan dapat bersembunyi dari kejaran hukuman yang ditimpakan kepadamu oleh Tuhan. Jangan kau pikir semua yang terlibat dalam perkara korupsi uang negara akan lolos dari hukuman Tuhan.

Iblis menjanjikan seluruh kekayaan dunia kepadamu, asalkan engkau mau menyembahnya. Bagi mereka yang tidak tahan hidup dalam kemiskinan kemudian tergoda dengan jalan pintas mendapatkan kekayaan dunia, banyak di antara mereka mengikat perjanjian dengan Iblis di Gunung Kawi atau tempat-tempat pemujaan lain dengan perjanjian darah, yakni darah kematian kekal bersama Iblis yang mengikat mereka. Tidak sedikit juga petingi-petinggi negara demi memuaskan keinginan berkuasa lebih lama, maka mereka mengikat perjanjian dengan Iblis walaupun untuk itu darah taruhan mereka, karena tak ada yang gratis dari Iblis. Walaupun engkau beralasan demi rakyat, tetapi jika engkau mendapatkan keinginanmu melalui perjanjian darah dengan Iblis, kutukan Iblis akan mengiringi perjalanan hidupmu. TUHAN menghukum siapa saja yang tidak setia dan tidak taat kepada-Nya. Kesetiaan dan ketaatan kepada TUHAN adalah harga mati yang tidak dapat ditawar lagi. Berurusan dengan TUHAN maupun dengan IBLIS tidak ada istilah setengah jalan, semuanya harus dilakukan dengan totalitas, maka reward maupun hukuman yang akan diterima juga secara total. TUHAN akan memberkati siapa saja yang setia dan taat total kepada-Nya, sebaliknya IBLIS juga akan menghabisi siapa saja yang sudah membuat covenant kepadanya tetapi tidak setia dan taat memberi korban darah. Well, jadi hidup itu jangan setengah-setengah, TUHAN atau IBLIS. Engkau dapat menyuap hakim atau jaksa supaya hukumanmu dapat dibuat ringan atau bebas murni, tetapi vonnis Tuhan itu satu kepastian, dan engkau tidak dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan oleh-Nya.

Tuhan mendatangkan keadilan ke bumi seperti datangnya air sungai yang bergulung-gulung menghanyutkan apa saja semua kotoran yang ada di sungai itu. Satu hal yang paling menakutkan bagi kita adalah jika Tuhan menggunakan bangsa lain untuk menghukum satu bangsa yang sudah tidak memiliki rasa takut lagi kepada-Nya. Misalnya, Israel karena mereka tidak setia dan taat lagi kepada Tuhan, maka Tuhan mendatangkan satu kerajaan dari utara, yakni Babilonia, rajanya Nebukadnezar, mengangkut semua orang professional dari Israel ke Babilonia selama 70 tahun. Apakah kita, orang Indonesia akan diangkut semua professionalnya ke Malaysia, Thailand, dan Cina? Jika bangsa Indonesia selamanya tidak bersikap tegas atas semua kasus hukum yang ada di negeri ini, negeri ini akan hancur lebur dari dalam oleh bangsa ini sendiri. Negeri ini mempunyai hukum tetapi hukum yang tidak memiliki roh keadilan dan ketegasan, lebih berpihak kepada penguasa karena KUHP negeri ini warisan dari pemerintah colonial Hindia Belanda, yang sudah tentu lebih mengutamakan pihak penjajah. Seharusnya semua koruptor mendapat hukuman mati atau hukuman tanpa remisi dan semua kebaikan yang pernah dilakukan mereka tidak mengurangi hukuman dari kejahatan utama mereka. Tentu saja ini adalah ungkapan kegeramanku saja karena untuk memberi hukuman mati kepada koruptor harus ada undang-undangnya. Undang-undang hukuman mati terhadap koruptor tidak pernah terealisasi karena otoritas pembuat undang-undang, yakni semua anggota dewan perwakilan rakyat adalah sekumpulan manusia korup.

Presiden memiliki kekuasaan terbatas karena semua kekuasaan sudah didelegasikan kepada semua pembantu-pembantunya, maka sangat dibutuhkan oleh negeri ini seorang kepala negara yang tegas, berani, cerdas, dan nasionalis sejati. Dan, dia harus berhikmat dalam memilih pembantu-pembantunya. Bentuk pemerintahan koalisi bukan pilihan yang terbaik karena pembantu-pembantu presiden yang aneka warna justeru hanya akan mengganggu presiden dalam pengambilan keputusan. Kementerian kehakiman, keuangan, coordinator ekonomi, industri, dan perdagangan, dan kejaksaan harus dipilih dari orang yang satu partai politik dengan presiden. Orang itu kalau sudah menjadi presiden atau kepala pemerintah seharusnya tidak mengurusi partai lagi, sebaliknya lebih focus terhadap kepentingan nasional. Presiden yang berhikmat adalah seorang pemimpin yang memiliki kemampuan menggunakan kecerdasan, pengetahuan, dan bertindak bijak pada waktu yang tepat. Siapakah dia? Ia adalah pemilik nama yang huruf paling belakang namanya adalah ”O”. Contohnya, Wagiyo Sontoloyo, Bondo Silitmengo, Joko Widodo, and so on. Joke? Kita lihat saja nanti tahun 2014.-  

Senin, 25 Maret 2013

Hukuman Berat Untuk Seorang Koruptor

Korupsi semakin tumbuh subur di Indonesia, hukuman penjara yang selama ini telah menjerat para pelaku korupsi seakan tidak membuat takut tersangka berikut yang belum tertangkap. Dari sejak Soeharto jatuh dari kursi kepresidenan tahun 1998 sampai pemerintahan SBY perioda ke 2 tahun 2009 tampaknya belum ada cara ampuh untuk membuat takut para koruptor. Koruptor harus dihukum sangat berat karena buah perbuatannya sangat merendahkan martabat bangsa Indonesia di mata negara tetangga setidaknya di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik. Negara tetangga kita sangat kurang ajar menggertak kemampuan militer kita, karena dia tahu kita tidak punya uang buat beli kapal perang dan pesawat tempur. Jadi, jelas, bukan alasan saya bahwa korupsi sangat merendahkan martabat bangsa kita. Bagaimana dapat membeli perlengkapan militer canggih, uangnya dirampok oleh pencuri uang negara.

Hukuman sangat berat itu seperti apa? Hukuman penjara maksimum paling lama 15 tahun, dipotong remisi mungkin hanya tinggal 10 tahun saja; tetapi prakteknya paling lama hanya 5 tahun. Putusan vonis pengadilan untuk Angie sangat jauh dari sentuhan hati nurani. Perempuan ini anggota dewan perwakilan rakyat dari Partai Demokrat terlibat kasus korupsi, maka dia mendapat hukuman penjara empat setengah tahun penjara. Hakim itu sekolahnya tidak main-main semua sarjana hukum, tetapi apalah artinya sangat tahu hukum tetapi tidak mempunyai hati nurani lagi. Kemudian kita hanya dijejali jargon, kita harus menghormati putusan pengadilan. Nah, well, melihat realitas hukuman para koruptor sedemikian rendah, percayalah sama saya, akan semakin banyak orang pada melamar ingin jadi koruptor.

Kalau hukuman mati, bagaimana? Well, aku bukan ahli soal undang-undang, soal yang satu ini, Ruhut, Hotma, atau Bang Boeyoeng ahlinya. Seingat saya lupa dah nama undang-undangnya, begini bunyinya, koruptor boleh dihukum mati jika negara dalam keadaan darurat perang. Negara Indonesia dalam keadaan aman dan tidak terancam oleh negara lain, jadi tidak mempunyai alasan untuk bang, bang, bang buat manusia koruptor perampok uang negara. Bunyi undang-undangnya salah, akibatnya begini, ini. Makanya kalau membuat undang-undang jangan tergesa-gesa, karena kalau sudah tak sesuai zaman, mau revisinya lama. Apalagi kalau menyangkut pada Hak Azasi Manusia, hukuman mati di banyak negara sudah mulai dihapuskan.

Ini ada ide lama dalam memberi hukuman yang semoga memberi efek jera kepada koruptor. Caranya? Perlu pemotongan satu generasi terhadap sebagian pegawai negeri sipil, kepolisian, dan tentara negeri ini. Bangsa Israel di Samaria pernah mengalami pembuangan di Asyur selama 50 tahun dan Yehuda salah satu rumpun bangsa ini juga pernah mengalami pembuangan di Babel selama 70 tahun. Mereka mengalami pembuangan hebat sebagai hukuman dari Tuhan atas kejahatan mereka. Tuhan memotong satu generasi mereka. Apakah bisa diterapkan di Indonesia? Pasti bisa, jika Anda berpikir bisa. Jadi begini, pegawai negeri dan polisi yang menginjak usia 35 sampai 55 tahun diberhentikan dengan hormat, langsung digantikan pegawai baru yang masih segar jiwanya dan otaknya belum tercemar. Memang saya akui biaya ekonominya pasti sangat tinggi. Latvia dan Georgia adalah dua negara pecahan Uni Sovyet pernah melakukan tindakan ini dan berhasil, maka tidak ada salahnya Indonesia mencoba cara ini.

Ide saya yang lain adalah semua koruptor yang nilai uang yang dikorup sampai 1 milyard ke atas, dihukum penjara maksimum, 20 tahun, di kirim saja mereka ke pulau Buru tanpa remisi dan jangan lupa semua harta hasil korupsi di sita untuk negara. Koruptor seharusnya dimiskinkan. Jangan memberi fasilitas enak bagi mereka di dalam penjara. Saya sering membaca dari surat kabar atau tabloid, tidak sedikit koruptor kelas kakap kalau malam hari diam-diam keluar dari penjara mereka. Ini hukum apa namanya? Hukuman untuk semua tindak pidana korupsi belum menyentuh rasa keadilan bagi rakyat Indonesia. Saat ini ada seorang perwira tinggi polisi di Indonesia, Djoko Susilo menjadi tersangka korupsi perkara simulasi surat izin mengemudi. Ada berita miring juga, tetapi ada asap, pasti ada api. Di Jawa Barat, incumbent Ahmad Heryawan belum lama memenangkan jumlah suara quick count telah digoyang kasus pengucuran kredit dari Bank BJB. Kita tunggu saja sampai di mana keadilan berpihak. Jangan menunggu tangan Tuhan sendiri yang bertindak membuang para koruptor ini, entah kemana. Dan, para lawyer, siapa yang Anda bela? Jadilah penasihat hukum yang mempunyai hati nurani untuk kepentingan prinsip keadilan.- 

Kamis, 15 November 2012

Demi Kemanusiaan Dibebaskan Dari Hukuman?

“Demi politik, kekuasaan sering mengabaikan keadilan.”

Abdelbasset Ali Mohmed al-Megrahi seorang pria dari Libya yang terlibat peledakan pesawat Boeing 747 Pan Am, flight no. 103 di atas langit kota Lockerbie, Scotlandia pada 1988. Korban yang jatuh tidak termasuk awak pesawat berjumlah 270 orang penumpang, sebagian besar berasal dari Amerika Serikat. Pesawat penumpang itu telah meledak berkeping-keping dan seluruh kepingan tubuh pesawat ini telah berserakan dan tenggelam ke dasar lautan Atlantic beberapa puluh mil lepas pantai Scotlandia. Aku masih ingat bagaimana antusias pihak kepolisian Inggris dan Amerika mengungkapkan kasus paling heboh pada masa itu. Mereka mengerahkan banyak penyelam untuk mengumpulkan seluruh kepingan tubuh pesawat. Kepingan demi kepingan yang telah terkumpul kemudian dibentuk kembali menjadi satu pesawat yang utuh, maka tampaklah lubang besar akibat ledakan bom di sisi kanan dekat sayap pesawat terbang.

Namun, dengan alasan demi kemanusiaan, terpidana seumur hidup yang telah berusia 57 tahun ini sedang mengalami kanker prostat stadium akhir.  Pada tanggal 20 Agustus 2009 pengadilan Scotlandia membebaskannya dari penjara Greenock setelah menjalani 8 tahun masa hukumannya. Sedemikian murah hati orang Inggris membebaskan al-Megrahi dari vonis penjara seumur hidup memang mengundang prasangka. Ingat saja dengan Rudolf Hess tahanan politik penjahat perang Nazi Jerman, sampai usia 92 tahun dan pikun tak juga dibebaskan demi kemanusiaan.

Wajar saja peristiwa pembebasan ini menimbulkan gelombang protes dari para keluarga korban peledakan pesawat ini terhadap putusan pengadilan Scotlandia, tak kurang Presiden Barrack Obama menyatakan rasa kekecewaannya atas putusan ini. Mungkin bukan karena putusan bebasnya yang membuat keluarga korban kecewa, melainkan karena al-Megrahi, terpidana ini disambut sangat meriah sebagai pahlawan ketika pesawat yang mengantarnya pulang mendarat di bandara udara Tripoli.

Di bawah langit ini apakah masih ada tindakan manusia yang dilakukan cuma-cuma tanpa memperhitungkan kepentingan. Kepentingan utama harus disamarkan oleh tindakan lain dengan alasan yang dirancang sedemikian rupa sehingga tampak sopan. Kalau Rudolf Hess dibebaskan apa untungnya dibandingkan dengan al-Megrahi? Kepentingan Inggris Raya harus didahulukan, tokh yang mati adalah orang lain ini, mungkin begitu skenarionya. Apa ya kepentingan utamanya? Rahasia, ya?  Kata orang, gossipnya kepentingan bisnis minyak dan gas alam untuk British Petroleum. Mungkin, para petinggi di Amerika pura-pura kaget dan kecewa, padahal mereka tahu dan juga minta bagian jatah minyak. Dasar politik.

Di Indonesia juga ada banyak peristiwa serupa seperti tersebut di atas yang telah terabaikan demi politik sehingga keadilan dikorbankan. Sebut saja beberapa perkara yang terabaikan, seperti perkara korupsi bekas presiden Soeharto, kasus orang hilang sepanjang tahun 1998, kisah matinya Munir yang misterius, kasus Lumpur Lapindo, dan grasi dari presiden SBY terhadap terpidana drugs. Lalu mau apa engkau terhadap keputusan yang tidak adil ini? Saya masih ingat bagaimana dulu Suciwati isteri dari Munir berbicara langsung kepada Presiden George W. Bush tentang pembuhunan Munir, suaminya. Anda pikir Amerika peduli? Jika Amerika harus peduli, apa kepentingan Amerika di Indonesia berkaitan dengan Munir. Sekali lagi saya katakan, demi kepentingan untuk kepentingan yang lain. Bagaimana pun hebatnya system hukum di Inggris maupun di Amerika atau di mana pun, kalau politik sudah bicara sama saja, rasanya keadilan terasa jauh dari harapan. Hanya kepada TUHAN saja kita berharap.-