Selasa, 24 Juli 2018

Perduli Kepada Orang Miskin

Bagi orang miskin uang sebesar 500 rupiah masih dianggap berharga sekali, tapi bagi orang kaya uang sebesar 3 juta rupiah, lupakan saja katanya. Donatto, temanku bercerita kepadaku, bahwa adik iparnya, Diana tidak mau memberi tanda tangan sebagai bagian dari ahli waris. Katanya, Kardono dulu memberi tanda tangan sebagai kakak yang dituakan, padahal Kardono, kakaknya Donatto mengijinkan atau telah memberi mandat Diana untuk memberi tanda tangan dulu karena Kardono masih di Singapore.
Kardono, Donatto, dan Diana adalah tiga bersaudara kandung yang masih hidup. Kardono berdomisili di Palembang, Donatto di Bekasi, sedangkan Diana domisili di Madiun. Hampir dua tahun mengurus kakak laki-laki tertua yang karena salah mengelola hidupnya, maka Hendro kakak tertua ini terdampar di panti werdha di Jakarta Selatan. Donatto! Ia buka orang yang memiliki uang berlebihan, tetapi hatinya terbeban utnuk melayani kakak tertua. Sebetulnya Hendro adalah anak laki-laki kedua, yang sulung, kakak Hendro sudah lebih dahulu dipanggil Tuhan dan dimakamkan di Pondok Rangon, Jakarta Timur. Setiap bulan dia mengunjungi kakaknya dan membawakan makanan sekedarnya. Masakan di panti werdha hambar rasanya, kata kakaknya, maka dia suka membawakan satu botol kecap manis ABC penawar rasa hambar. Inilah masakan di panti werdha : nasi, sayur timun, tempe atau tahu goreng. Sebulan sekali boleh makan ayam goreng. Walaupun diberi kecap untuk penawar rasa hambar, tidak lama kemudian bosan juga.
Kakaknya ini adalah pensiunan pegawai negeri sipil di bawah direktorat pariwisata Jakarta dan seorang master akuntan. Sebagai seorang pensiunan memiliki uang pensiun yang diterima setiap bulan melalui Bank DKI Jakarta. Tidak besar hanya 3 juta rupiah per bulan. Setiap bulan kakaknya menyerahkan satu per sepuluh dari uang pensiunnya untuk persembahan di gereja yang dititipkan kepadanya. Kehidupan yang tragis dari kakaknya. Gelar master akuntan diperoleh dua tahun setelah pensiun dengan menggadaikan surat keterangan pensiun kepada Bank DKI tersebut di atas. Gelar master untuk menambah pamor sebagai dosen di suatu universitas tempat kakaknya mengajar. Ada kira-kira 200 orang penghuni panti werdha ini, ada yang sudah menghuni di sini selama 4 tahun kata kakaknya, tetapi kakaknya hanya bertahan 23 bulan saja, dua tahun kurang satu bulan. Kakaknya tetap berstatus lajang saat Tuhan memanggilnya.

Satu bulan kemudian Donatto datang ke bank untuk melihat kondisi hutang kakaknya, bank menyatakan bahwa hutang sudah lunas, tetapi pihak bank mengatakan bahwa kakaknya masih memiliki saldo pensiun sebesar 3 juta rupiah dan disarankan meminta penjelasan ke Bank Taspen. Pihak Taspen menyatakan bahwa uang pensiun terakhir harus diambil oleh pewarisnya mengingat dia tidak mempunyai istri. Namun, untuk mengambil saldo terakhir ini harus ada bukti tanda tangan para ahli waris, yakni : Kardono, Donatto, dan Diana.

Seharusnya yang berbicara adalah Diana sebagai adik perempuan pemegang warisan, tetapi yang berbicara adalah suaminya, Martin Santos. Hendro tidak menyusahkan orang ketika meninggal dunia, sebab semua biaya pemakaman di Pondok Rangon telah ditanggung oleh panti werdha Margaguna, Jakarta Selatan. Saldo milik Hendro ini rencananya kalau dapat dicairkan, lumayanlah digunakan untuk membuatkan batu pusara. Martin Santos memang pengusaha sukses di kotanya, tetapi kurang keperduliannya terhadap orang lain yang susah. Dan, ditambah lagi Diana, istri Martin dan adik kandung bungsu mempunyai hubungan yang tidak harmonis dengan Hendro. Diana pernah berkata kepada Donatto, bahwa dia tidak mau mengurus hari tua Hendro, kakak kadungnya sendiri. Diana bukan orang kekurangan, sebaliknya dia adalah orang berkelebihan harta, tetapi hatinya kosong cinta kasih perduli terhadap sesama. Menolong orang apalagi terhadap saudara kandung sendiri adalah perbuatan mulia di hadapan Tuhan. Suatu perbuatan mulia tak berkesudahan.

Apakah semua orang kaya sulit masuk ke dalam Kerajaan Allah? Tuntutan utama dari Yesus Orang Nazaret adalah supaya orang hidup dalam kasih (Leon Morris, Gandum Mas, terjemahan, 1996, hlm 190). Hukum Taurat harus ditafsirkan dan dilaksanakan dalam berbagai aspek kehidupan yang menyentuh kemanusiaan. Allah menjelma menjadi manusia di dalam diri Yesus untuk kebutuhan manusia yang paling universal, yakni kasih. Allah melalui Yesus menyelamatkan manusia karena kasih (Yohanes iii:16). Orang yang menutup hatinya terhadap saudaranya sendiri yang dalam kekurangan, maka dia dapat dikatakan tidak mempunyai kasih Allah di dalam hatinya (I Yohanes iii:17). Di mana pun engkau berada selalu ada orang miskin yang membutuhkan bantuan. Dunia memang tempat kesulitan hidup. Tidak semua orang Kristen orang berpunya. Ada kelompok jemaat yang isinya melulu orang miskin, maka mereka disebut jemaat Makedonia. Ada yang makan saja menahan lapar makan satu hari sekali. Problem perumahan ada yang tidak mempunyai uang cukup untuk membayar sewa rumah. Tuhan memang memelihara mereka sebagaimana Dia memerintahkan burung-burung gagak membawa daging dan roti untuk Elia yang bertahan hidup di tepi sungai Kerit. Namun, Tuhan itu menguji hatimu, apakah engkau memiliki keperdulian terhadap orang lain terlebih saudara kandungmu yang membutuhkan pertolongan. Orang dapat perduli terhadap orang miskin hanya apabila dia memiliki kasih Allah di dalam hatinya.-


Jumat, 29 Juni 2018

Sariawan

Aku baru saja sembuh dari penderitaan sariawan. Sariawan adalah suatu penyakit di dalam mulut dan bibir yang disebabkan kekurangan vitamin C. Aku mengalami penderitaan ini selama satu bulan lebih. Biasanya sariawan beres paling lama 2 minggu. Labih dari satu bulan aku jadi teringat dengan suami teman perempuan waktu di SMA yang menderita sengsara oleh penyakit ini sampai mati.

Satu minggu pertama menjelang minggu kedua aku mengonsumsi vitamin C dosis tinggi, 500 mg. Tetap saja tidak sembuh. Kemudian aku mengonsumsi jeruk lemon selama 4 hari, satu buah yang besar per hari dan kemudian dilanjutkan dengan jeruk nipis dan minum jus jamu biji [guava java]. Perlahan-lahan dua minggu kemudian sariawan hilang. Biasanya minum perasan jerus nipis plus setetes kecap atau jeruk lemon 2 buah saja sudah cukup untuk menyembuhkan sariawan dalam waktu singkat. Ini tergolong sariawan bandel!

Konon yang merasakan kali pertama sariawan adalah pelaut-pelaut Inggris ketika mereka masih menjelajah mencari daerah-daerah baru pada abad ke 18. Pada pelayaran berikutnya mereka selalu membawa buah jeruk, sebab mereka meyakini bahwa jeruk adalah sumber vitamin C. Pengalamanku menunjukkan, bahwa semua vitamin C produk artifisial dari bahan kimia ascorbic acid dengan dosis tinggi sekali pun, tidak seampuh vitamin C yang berasal dari sumber buah penghasil vitamin C. Walaupun vitamin C dari sumber buah-buahan tidak setinggi dari vitamin C produk artifisial, vitamin C organik lebih ampuh. Sumber vitamin C organik diperoleh dari buah-buah seperti : jambu biji [guava java], jeruk berbagai jenis, pisang Kavendish, kiwi, mangga, cabe merah, sirzak, anggur, dan nanas.-

Orang Sunda Tidak Nasionalis?

Pada 27  Juni 2018 telah berlangsungpesta demokrasi untuk pemilihan gubernur gubernur Jawa barat. Calon gubernur nomor 2 yang didukung oleh hanya satu partai, yakni PDI-P telah kalah pada perhitungan quick count. PDI-P adalah partai yang memiliki sejarah panjang di negeri ini yang berbasis nasionalisme. Pada era rezim Orde Baru dibawah pimpinan Presiden Suharto semua partai yang berbasis nasionalisme digabungkan salam wadah partai yang bernama PDI. Satu dari beberapa partai berbasis nasionalisme adalah PNI, Partai Nasional Indonesia, partai berbasis nasionalisme yang beranggotakan paling banyak. Kemudian PDI pecah menjadi PDI dan PDI-P. Perpecahan partai ini mengingatkan pecahnya Kerajaan Kediri menjadi dua kerajaan, yakni Jenggala dan Daha. Jenggala mati suri sedangkan Daha tetap berjaya, begitu pun PDI, partai ini mati suri sebaliknya PDI-P tetap berjaya sampai sekarang.

Siapakah yang disebut orang Sunda? Mereka yang disebut suku Sunda adalah orang yang menetap di kabupaten-kabupaten di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Cianjur, Purwakarta, Cimahi, Subang, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, dan Kuningan; mereka berbahasa Sunda, lahir di tempat-tempat ini dan bermentalitas Sunda. Bekasi, Karawang, Indramayu, dan Cirebon secara geografis memang termasuk Jawa Barat, tetapi sudah tidak begitu kental kagi kesundaannya.

Mayoritas orang Sunda beragama Islam. Mereka bangga dengan identitas sebagai orang Islam sebagai identitas pribadi dan identitas ini sudah menjadi identitas nasional mereka. Satu grup musisi dari Bandung melantunkan banyak lagu pujian [qasidah] sebagai pujian atas identitas mereka. Biasanya lagu-lagu ini sering dilantunkan apabila Hari Raya Idul Fitri tiba. Adalah seorang kelahiran Jawa Timur bernama Sekarmadji Kartosoewirjo menikah dengan gadis Sunda ingin mewujudkan impian membangun Negara Islam Indonesia. Impiannya didukung oleh sebagian besar orang Sunda pada dekade 50-an. Namun, impiannya tidak diijinkan oleh Gusti Allah, maka berakhirlah upaya pemberontakan Kartosoewirjo terhadap pemerintahan sah Republik Indonesia.

Kartosoewirjo memang sudah mati, tetapi cita-cita untuk membangun negara Islam tidak pernah padam. Sayup-sayup dalam alam bawah sadar para bekas pengikut-pengikutnya masih tetap ada. Kondisi seperti ini tidak bedanya dengan orang Jawa pada abad XIX sangat merindukan kedatangan Ratu Adil, bahkan sampai runtuhnya rezim Suharto sayup-sayup pikiran seperti ini masih ada di tengah masyarakat Indonesia [baca : suku Jawa]. Memang tidak mudah melepaskan impian yang salah. Kisah Kartosoewirjo ini dudah menjadi suatu cerita yang dituturkan dari satu generasi ke generasi berikut membentuk satu mentalitas yang semakin koheren pada masyarakat tertentu di lingkungan orang Sunda. Aku pernah membaca dari berbagai sumber, bahwa di Jawa Barat bagian selatan paling tidak terdapat 6 juta jiwa yang buta Pancasila. Kondisi buta Pancasila dalam jangka waktu lama jika dibiarkan, dapat membangkitkan kembali impian yang dulu pernah ada, yakni suatu pemikiran untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di Indonesia pada abad ke 21 ini justeru ada seorang figur menonjol yang berani menyatakan, bahwa Indonesia akan dinyatakan bubar pada 2030. Edan tenan! 

Will be continued ... 

Senin, 28 Mei 2018

Mengantuk

Mengantuk adalah suatu kondisi alami yang dialami oleh semua manusia, bahkan hewan pun juga mengalami kondisi ini. Kondisi mengantuk ini terjadi sebagai pertanda bahwa yang bersangkutan harus istirahat untuk memulihkan tubuhnya segar kembali setelah seharian penuh bekerja dan letih. Tanda-tanda umum orang mengantuk adalah menguap, satu kali, dua kali, tiga kali. Kalau tidak tahan lagi dan tidak malu terhadap lingkungan, langsung tidur saja di emperan toko atau di peron stasiun kereta api. Manusia mana yang tidak pernah letih setelah sepanjang hari kerja? Tuhan Yesus saja pernah letih, maka Dia tertidur di dalam palka perahu sementara ombak menerjang dan perahu terombang-ambing oleh gelombang. Tuhan Yesus saja pernah letih dan tertidur nyenyak seperti tak perduli gelombang menerjang, apalagi saya yang orang Bekasi ini.

Namun, ada juga pada suatu waktu seharusnya tidak mengantuk dan lemas, seseorang mengalami kondisi lemas dan mengantuk. Pukul sepuluh pagi atau pukul delapan malam seharusnya seseorang masih energik, tapi orang ini justeru mengantuk. Apalagi kalau orang ini setelah makan, pasti mengantuk berat dan maunya langsung tidur. Orang ini kesukaannya minum kopi, tapi tetap saja tidak dapat mengalahkan rasa, mengantuk. Pada suatu kondisi seharusnya tidak mengantuk, tetapi mengantuk dan lemas juga, pasti ada sesuatu yang tidak beres di dalam tubuh orang ini. What happened nih? Tidak mungkin no heppen heppen. Istrinya menyuruh orang ini periksa gula darah sewaktu. Ternyata hasil check glucose adalah 273 mg per dl. Pantas saja orang ini lemas dan mengantuk, sebab normalnya gula darah sewaktu adalah 140 mg per dl darah.

Kita sering mendengar obrolan di warung kopi, supaya tidak mengantuk waktu berjaga sepanjang malam, maka minumlah kopi dua tiga gelas. Ini opini yang tidak benar sama sekali. Sesat! Kadar gula darah setinggi 273 bahkan lebih tinggi lagi, walaupun minum kopi dua tiga gelas espresso yang terkenal pekat, tetap saja tidak dapat menahan rasa kantuk. Caffein yang terkandung di dalam kopi memang dapat meningkatkan denyut jantung, maka dengan demikian oksigen yang dialirkan ke dalam otak akan semakin lancar menyegarkan otak kembali. Normalnya denyut jantung dan nyaman sekitar 82 kali permenit, tetapi ketika denyut jantung mencapai di atas 90 kali per menit orang tidak akan merasa nyaman lagi. Duk, duk, duk, duk, duk, duk. Orang yang bersangkutan pasti gelisah dalam kondisi seperti ini. Lalu mau minum kopi berapa gelas lagi supaya dapat berjaga terus sepanjang malam.

Orang gemuk membutuhkan insulin lebih banyak di dalam darahnya untuk mengeliminasi kelebihan gula darah di dalam tubuhnya. Pada suatu waktu bahkan selalu terjadi demikian ketika produksi insulin meningkat setelah makan, bukan hanya gula kelebihannya, tetapi gula bagi kebutuhan tubuhnya juga turut tereliminasi, akibatnya orang ini lemas dan mengantuk. Orang sehat juga memproduksi insulin untuk mengeliminasi gula yang berlebih secara otomatis oleh mekanisme biologis, tetapi orang sehat setelah makan paling tinggi kadar gulanya adalah 180. Produksi insulin di dalam pankreasnya tidak akan sampai menguras gula sebagai kebutuhan tubuhnya, maka orang sehat seperti ini tetap bugar tidak lemas apalagi mengantuk setelah makan.

Memasuki umur 40 tahun, maka secara bertahap setiap orang yang ingin hidup sehat seharusnya mengurangi konsumsi gula di dalam makanan dan minumanmu, maka dengan demikian pankreasmu tidak kerja terlalu keras lagi untuk memperoduksi insulin. Banyak makan makanan yang berserat tinggi baik untuk menjaga gula darahmu. Rajin olah raga jalan kaki cepat turut memberi kontribusi menurunkan kadar gula darah, cukup satu jam setiap hari. Kalau masih suka makan nasi putih, jatah sampai 100 gram per hari masih boleh diijinkan. Rajinlah periksa gula darah sewaktu paling sedikit dua minggu sekali, kisaran 120 - 140 masih tergolong aman. Orang sehat gula darah puasa [delapan jam] antara 85 sampai 100 mg per dl darah. Kalau engkau tergolong orang yang doyan makan beef steak, mulai sekarang mintalah kepada chef bumbu steak yang engkau pesan cukup dengan garam dan merica saja. Aku tidak pernah lagi lemas dan mengantuk setelah makan. Dulu di gereja sering mengantuk kalau dengar pendeta berkhotbah. Sekarang tidak lagi, bye, bye kantuk dan lemas. Jaga pola makan dan tinggalkan gaya hidup lama yang telah membuat gula darahmu meningkat. Bye, bye makan enak di resepsi pernikahan di hotel bintang sepuluh.-


  

Selasa, 24 April 2018

Inikah Yang Disebut Kuasa Roh Kudus?

Kunjungilah, datanglah segera sebab kuasa Roh Kudus tak terbendung mengurapi orang percaya. Demikianlah biasanya bunyi cetakan suatu banner dari satu gereja yang mengundang banyak orang Kristen untuk menghadiri suatu kebaktian kebangkitan rohani. Dan, dalam cara kebaktian seperti ini selalu diadakan ritual penumpangan tangan yang diyakini sebagai pekerjaan Roh Kudus dan disertai ritual pengucapan bahasa yang disebut bahasa roh. Penumpangan tangan dilakukan oleh seorang gembala atau pendeta atas kepala seorang anggota jemaat atau tamu yang menghadiri acara ritual ini. Orang yang yang menerima penumpangan tangan oleh seorang gembala ini kemudian jatuh, bahkan ada yang berteriak dan bergulingan di lantai. Banyak orang menyebut fenomena ini disebut sebagai pekerjaan Roh Kudus. Orang yang ditumpangi oleh tangan pak gembala disebut menerima kuasa Roh. Benarkah ini pekerjaan Roh Kudus.

Ada juga suatu denominasi gereja melakukan pelayanan ini secara rutin setiap acara kebaktian Minggu sebagai upaya menjaring jiwa-jiwa baru. Ritual penumpangan tangan atau biasa disebut altar call sudah menjadi "mark" gereja-gereja kharismatik di banyak tempat di Indonesia. Arus besar kharismatik di Indonesia adalah Gereja Pantekosta dan Gereja Betel, tetapi kenyataannya tidak semua gereja kharismatik melakukan ritual ini. Sebelum acara ritual tumpang tangan gembala dan pembantu-pembantunya melakukan doa-doa dengan bahasa yang disebut berbahasa roh. Aku mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan berkaitan dengan ritual penumpangan tangan. Banyak hal yang pernah kudengar tentang ritual ini dan pada suatu hari aku ingin membuktikannya. Penasaran ingin tahu seperti apa mengikuti altar call, maka aku maju ke depan. Ada beberapa orang bersama-sama denganku mengikuti ritual ini. Aku sendiri lupa bilamana dan di gereja mana, tetapi yang paling aku ingat pendeta yang memimpin ritual ini adalah pendeta tamu dan dia adalah orang keturunan India. Giliran padaku pak pendeta menumpangkan tangannya di kepalaku. Aku segera pasang kuda-kuda seperti karateka atau judoka pasang kuda-kuda, tetapi tidak terlalu kuperlihatkan kepadanya. Terasa ada gerakan dorong di kepalaku, segera aku memutar kepalaku. Demi dia tak dapat menjatuhkanku, maka dengan mudahnya dia berkata kepadaku bahwa aku tidak beriman. Kuasa Roh Kudus tidak dapat ditahan oleh manusia demikianlah mind-set yang ada dalam pikiranku. Kalau kuasa Roh bekerja, pasti aku seharusnya sudah jatuh tanpa di dorong oleh pak pendeta walaupun sudah pasang kuda-kuda. Well, sejak saat itu aku tidak mempercayai lagi acara ritual altar call. 

Di Cikarang, Bekasi ada satu gereja yang masih berafiliasi dengan gerja betel, aku mengenal satu dari beberapa pendeta di sini. Katakan saja namanya, Benigno Pangemanan. Ia bercerita panjang lebar tentang gerejanya dalam suatu pesta perayaan Natal 2017 di suatu gereja di Bekasi. Kami berdua adalah undangan dalam pesta perayaan Natal ini. Ia berkata kepadaku, bahwa di gerejanya, di Cikarang juga ada ritual penumpangan tangan. Seorang pendeta senior menumpangkan tangan di atas kepala seorang anggota jemaat, tetapi telapak tangan hanya boleh kira-kira 2 centimeter di atas kepala. Dan, orang yang menerima penumpangan tangan dari bapak pendeta senior harus mutlak jatuh tergeletak. Artinya, ada pengurapan Roh Kudus melalui pendeta terhadap orang menerima yang menerima penumpangan tangan. Ada transfer urapan Roh terhadap orang ini.

Seorang calon pendeta melakukan penumpangan tangan pada suatu ritual altar call, tetapi orang yang ditumpangi tangan olehnya tidak jatuh tergeletak, maka calon pendeta ini dinyatakan tidak lulus, sebab hal ini dipandang tidak ada urapan Roh Kudus baik pada diri calon pendeta, maupun terhadap orang yang menerima penumpangan tangan darinya. Aku bertanya kepada Pangemanan, mengapa penumpangan tangan harus melayang di atas kepala. Katanya untuk menghindari manipulasi tangan manusia. Manipulasi tangan manusia! 

Well, well, well, seorang calon pendeta mendapat ancaman dari seniornya, harus jatuh atau ditunda pengangkatan status pendetanya entah sampai kapan. Apakah penuh Roh melalui penumpangan tangan harus jatuh ke lantai? Faktanya semua rasul pada hari Pentakosta dipenuhi oleh Roh Kudus. Roh Kudus turun atas mereka (Kisah ii:4). Ketika Petrus dan Yohanes menumpangkan tangan di atas kepala orang-orang Samaria, lalu mereka menerima Roh Kudus (Kisah viii:17). Ketika Keluarga Kornelius menerima Roh Kudus sebelum mereka dibaptis (Kisah x:44). Semua orang yang menerima Roh dalam peristiwa ini tidak ada yang jatuh tergeletak. Kita yang hidup pada abad ke 21 ini jangan berpikir untuk melebihi pengalaman rohani para rasul pada abad ke 1 permulaan gereja.

Seseorang dipenuhi Roh, penuh Roh, atau menerima Roh adalah pengalaman rohani atau ilahi yang sifatnya subyektif dan khas yang memiliki makna rasa. Jadi, pengalaman orang yang satu dengan orang yang lain beda satu terhadap yang lainnya. Namun, apakah harus mengekspresikannya berlebihan dengan dalih Roh sedang bekerja, jatuh bergulingan seperti orang kerasukan setan. Alkitab mengungkapkan, orang yang kerasukan setan memperlihatkan dirinya berkelakuan tidak normal, seperti menghempaskan tubuhnya atau jatuh berguling-guling. Kalau ada orang menerima penumpangan tangan dari seorang pendeta kemudian jatuh bergulingan, lalu apa bedanya dengan kerasukan setan. Orang yang dipenuhi dengan Roh dengan orang yang kerasukan setan pasti beda perilakunya. Orang yang dipenuhi dengan Roh diperlihatkan dengan pembaharuan moral, bukan seperti orang kesurupan. Lalu, mengapa orang yang mengaku menerima pengurapan Roh kemudian jatuh bergulingan?

Jawabannya adalah sugesti! Mereka menerima berbagai informasi yang menyesatkan darai pekerja-pekerja gereja, bahwa tanda dipenuhi dengan Roh adalah jatuh. Kata "jatuh" ini sudah cukup memberi sugesti bagi diri orang yang bersangkutan menerima penumpangan tangan. Pada saat ritual altar call berlangsung semua orang diperintahkan berdiri, menutup mata, dan tangan dinaikkan ke atas tinggi di atas kepala. Dalam kondisi seperti ini keseimbangan orang sangat rentan mudah jatuh ketika kepalanya didorong sedikit saja. Mungkin suatu kebanggaan juga baik bagi orang yang menerima penumpangan tangan maupun bagi gembalanya, menganggap ada urapan Roh hadir di situ. Jatuh, rebah, rebah, kalau perlu menjatuhkan diri dan berguling-guling seperti orang kerasukan setan. Seperti inikah yang disebut kuasa Roh Kudus bekerja?

Untuk apa engkau datang ke rumah Tuhan? Sungguh, engkau melakukan kesalahan besar kalau datang ke rumah Tuhan atau gereja untuk mendapatkan kesembuhan instan. Mujizat adalah ciptaan Tuhan. Tuhan menyembuhkan penyakitmu adalah mujizat. Carilah Tuhan selagi engkau masih kuat, bukan mencari mujizat ciptaan Tuhan. Bagi Tuhan menghadirkan mujizat adalah perkara kecil. Mujizat apa saja dapat diciptakan oleh Tuhan. Satu tanda bagi orang percaya adalah meletakkan tangannya atas orang sakit dan orang itu akan sembuh (Markus xvi:17). Engkau orang percaya? Dan, engkau sedang sakit? Letakkan tangan kirimu pada bagian yang sakit dan angkat tangan kananmu, katakan kepada Tuhan, di dalam nama-Mu, Yesus Kristus orang Nazaret, maka sembuhlah penyakitku. Kesembuhan penyakit itu adalah proses bukan instan. Jadi, sabarlah! Tanda bahwa engkau adalah orang percaya, sabarlah dalam kesesakanmu. Orang yang mau hidup sehat, maka dia harus meninggalkan gaya hidup lama yang merusakkan tubuh.

"Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu? Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata : Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang ... " (Matius xxiv:1-5). Waspadalah kelak kemudian akan datang mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu membuat tanda-tanda dahsyat dan banyak mujizat. Di mana ada bangkai, maka di situ pasti ada  burung nazar berkerumun (Matius xxiv:23-28). Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya engkau beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya engkau tahan berdiri di hadapan Anak Manusia (Lukas xxi:36). Waspada! Waspada! Waspada!

Bagaimana mewaspadai antara nabi-nabi palsu dan nabi-nabi orisinil? Buah perbuatan manusia pasti akan lenyap dimakan jaman, sebaliknya yang beraal dari Roh pasti akan abadi (Kisah v:38-39). Nabi adalah orang yang dipanggil untuk menjadi mulut Allah, artinya orang yang dipanggil menjadi nabi itu dijadikan alat Allah untuk berfirman kepada umat-Nya (Keluaran iv:16; Yeremia xx:7-9, yang mengatakan bahwa Yeremia dipenuhi oleh firman Tuhan, sehingga jikalau dia bermaksud membandel, firman itu menjadi seperti api yang menyala-nyala di dalam hatinya) (Iman Kristen, Hadiwijono, 1997, hlm 324). Ujilah setiap roh sebab penyesatan sudah terjadi di mana-mana. Semua gembala berkata, bahwa semua perkataan yang diucapkannya di mimbar sesuai dengan yang tertulis di dalam Alkitab. Jangan sekali-kali mengabsolutkan setiap perkataan! Ada baiknya engkau mendapatkan second opinion. Perkataan yang ada di dalam Alkitab tidak salah, tetapi penafsiran yang membuat applikasi menjadi bermasalah, sebab setiap gembala mempunyai perspektif yang berbeda satu terhadap lainnya. Erastus Sabdono? Jacob Nahuway? Niko Nyotorahardjo? Stephen Tong? Aaaaaah ..... mereka manusia biasa juga yang dapat salah. Kalau Ginting gimana? Anak kemaren sore.-

  

Kamis, 22 Maret 2018

He has gone.

Pada  10 Maret 2018 pukul 07.25 kakakku telah pergi selamanya menghadap Tuhan. Ia pergi dengan tenang. Ia pergi dalam statusnya masih lajang sampai pada usianya yang ke 70 kurang dua bulan. Ia meninggalkan kami di tempat settelnya di Jalan Margaguna Raya. Tapi untuk daerah di situ orang lebih mengenal dengan Jalan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Pada hari biasa jam kerja dari Bekasi untuk mencapai tempat ini membutuhkan waktu kira-kira hampir dua jam. Setiap bulan aku datang menjenguknya untuk mengambil persembahan perpuluhan untuk aku serahkan di rumah Tuhan di mana aku mengikuti kebaktian. Aku merasakan kehilangan atas kepergiannya, sebab rasanya aku belum maksimal melayaninya. Kami lima bersaudara, empat laki dan satu perempuan. Saudara pertama sudah meninggal, dia adalah saudara kedua, saudara ketiga masih ada di Palembang, aku keempat, dan kelima adalah bungsu masih ada di Wlingi. Di antara lima bersaudara, maka kami adalah yang paling akrab. Dan, dia banyak berkorban untukku.

 

Investor

Aku tidak pernah mempunyai impian menjadi investor. Bertahun-tahun dalam karirku selama hampir tiga puluh tahun aku pernah menjadi seorang pekerja pabrik yang hanya menerima gaji perbulan. Dalam mind-set yang ada dalam pikiranku, aku adalah seorang gajian belaka. Apakah investor itu? Apakah ini nama seekor binatang bertanduk? Investor adalah seorang pemilik modal dalam bentuk uang kemudian uangnya dikelola dalam suatu bentuk usaha dan menghasilkan laba. Selama bertahun-tahun kami terlibat hutang dengan bank dan banyak teman kami hutangi, bahkan orang yang tak layak kami hutangi pun kami berhutang kepadanya, yakni dua orang pendeta. Hutang kami kepada bank memang tak seberapa kalau dibandingkan dengan jaminan milik kami, yakni rumah senilai 1,5 M rupiah. Namun pembayaran hutang kami tidak pernah lancar. Kami pernah berganti-ganti bank, istilahnya gali lubang tutup lubang. Kalau begini caranya tidak akan pernah menyelesaikan masalah, kata seorang analis keuangan dari suatu bank.

Ia, katakan saja namanya, Ruud de Ross orang peranakan Ambon Belanda dari Bank Perkreditan Rakyat Untung Lancar. Ia mengusulkan kepada kami pindah ke bank lain mengajukan pinjaman lebih besar untuk menutup hutang di bank sebelumnya dan sisanya digunakan untuk investasi pengolahan limbah plastik di Tam.bun. Menurut kata Ruud, limbah plastik memiliki prospek bagus untuk menutup hutang dalam jangka waktu lima tahun. Jarang ada analis keuangan bank memberi solusi demikian. Aku diperkenalkan olehnya dengan pak Anton dari Tam.bun pemilik lahan pengolahan limbah plastik seluas hampir 2 hektar. Pak Anton ini seorang pengolah limbah plastik yang sedang tersendat likuiditasnya dan menunggu seorang investor untuk menambah modal. Hampir dua tahun dia bertahan hidup jual-beli barang rongsokan yang tak seberapa nilainya, yakni besi, kardus, botol-botol bekas sirup. 

Pada 7 Maret 2018 adalah hari pertama aku berada di lahan usaha pak Anton, sebagai investor. Aku memasukkan modal kerja sebesar 80 juta rupiah. Aku membutuhkan pekerjaan untuk dapat melunasi hutang dan pak Anton membutuhkan modal segar untuk menjalan roda bisniznya kembali jalan. Tuhan memberi jalan yang tidak pernah aku pikirkan.-